Cari disini...
Seputar Kaltim
Foto: Wali Kota Bontang Basri Rase saat pembukaan perhelatan budaya tahunan masyarakat Kutai, Erau Pelas Benua, di rumah adat Guntung. (Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Wali Kota Bontang Basri Rase memberi pesan khusus kepada pasangan calon Neni-Agus Hari pada sambutannya di pembukaan perhelatan budaya tahunan masyarakat Kutai, Erau Pelas Benua yang bertempat di Panggung Adat Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang. Senin, 2 Desember 2024.
Ia mengatakan, dirinya bercita-cita ingin menjadikan Kota Bontang sebagai pusat peradaban di Kalimantan Timur (Kaltim). Salah satunya melalui pembangunan replika istana sultan Kutai Kartanegara yang juga diserah terimakan pada kegiatan tersebut.
Akan tetapi, sejalan dengan hasil quick count Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang menyatakan pasangan calon Neni-Agus Haris unggul dalam memperoleh suara tertinggi. Artinya, ke depan pemerintahan Kota Bontang akan dilanjutkan oleh keduanya.
Basri berharap, dibawah kepemimpinan Neni Moerniaeni dan Agus Haris kedepan, pembangunan Kota Bontang sebagai pusat peradaban Kaltim terus dilanjutkan. Ia ingin kelanjutan pembangunan replika rumah sultan yang Kutai Kartanegara tersebut harus semakin baik dan berkembang kedepannya.
“Karena bagi saya tidak sah jika masyarakat Kaltim berkunjung ke Bontang tapi tidak menginjak replika istana ini,” ujar Basri saat memberikan sambutan.
Menurutnya masih banyak yang perlu dilakukan untuk menjadikan salah satu destinasi wisata tersebut menjadi salah satu lokasi wisata adat yang epik di wilayah Kaltim.
“Masih panjang pembangunan yang harus dilakukan. Aplagi replika istana ini merupakan satu-satunya di Kaltim, dan mungkin juga di Indonesia,” ungkapnya.
Dirinya pun merasa bangga, karena pada kepemimpinannya, replika tersebut dapat direalisasikan. Sebagai Pemerintah Kota Bontang mengambil gambar replika istana tersebut di negara Belanda.
“Senang dan haru, karena ini merupakan mimpi saya pribadi dan pemerintah. Bisa mewujudkan bangunan ini yang akan menjadi kebanggaan di Bontang dan juga Kaltim,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Foto: Wali Kota Bontang Basri Rase saat pembukaan perhelatan budaya tahunan masyarakat Kutai, Erau Pelas Benua, di rumah adat Guntung. (Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Wali Kota Bontang Basri Rase memberi pesan khusus kepada pasangan calon Neni-Agus Hari pada sambutannya di pembukaan perhelatan budaya tahunan masyarakat Kutai, Erau Pelas Benua yang bertempat di Panggung Adat Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang. Senin, 2 Desember 2024.
Ia mengatakan, dirinya bercita-cita ingin menjadikan Kota Bontang sebagai pusat peradaban di Kalimantan Timur (Kaltim). Salah satunya melalui pembangunan replika istana sultan Kutai Kartanegara yang juga diserah terimakan pada kegiatan tersebut.
Akan tetapi, sejalan dengan hasil quick count Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang menyatakan pasangan calon Neni-Agus Haris unggul dalam memperoleh suara tertinggi. Artinya, ke depan pemerintahan Kota Bontang akan dilanjutkan oleh keduanya.
Basri berharap, dibawah kepemimpinan Neni Moerniaeni dan Agus Haris kedepan, pembangunan Kota Bontang sebagai pusat peradaban Kaltim terus dilanjutkan. Ia ingin kelanjutan pembangunan replika rumah sultan yang Kutai Kartanegara tersebut harus semakin baik dan berkembang kedepannya.
“Karena bagi saya tidak sah jika masyarakat Kaltim berkunjung ke Bontang tapi tidak menginjak replika istana ini,” ujar Basri saat memberikan sambutan.
Menurutnya masih banyak yang perlu dilakukan untuk menjadikan salah satu destinasi wisata tersebut menjadi salah satu lokasi wisata adat yang epik di wilayah Kaltim.
“Masih panjang pembangunan yang harus dilakukan. Aplagi replika istana ini merupakan satu-satunya di Kaltim, dan mungkin juga di Indonesia,” ungkapnya.
Dirinya pun merasa bangga, karena pada kepemimpinannya, replika tersebut dapat direalisasikan. Sebagai Pemerintah Kota Bontang mengambil gambar replika istana tersebut di negara Belanda.
“Senang dan haru, karena ini merupakan mimpi saya pribadi dan pemerintah. Bisa mewujudkan bangunan ini yang akan menjadi kebanggaan di Bontang dan juga Kaltim,” pungkasnya.
(Sf/Rs)