Seputar Kaltim

    Buka Dapur Umum untuk Korban Kebakaran, Kadinsos PM Samarinda: Masyarakat harus lebih peduli keamanan listrik

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    26 Februari 2024 pukul 17:11 WITA

    Kepala Dinsos PM Samarinda saat ditemui di ruangannya, Senin (26/2/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Menanggapi musibah yang menimpa ratusan jiwa di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Samarinda membuka dapur umum. 

    Kepala Dinsos PM Kota Samarinda, Isfihani menyampaikan, tugas dari lembaga yang dipimpinnya ialah melakukan pendataan terkait jumlah warga terdampak. 

    “Kan kejadiannya ada di dua tempat, Jalan Dr Soetomo sama Gatot Subroto. Yang di Jalan Dr Soetomo ada 64 KK, sedangkan yang di Jalan Gatot Subroto cuma 8 KK,” jelas Isfihani saat ditemui di ruangannya, Senin (26/2/2024). 

    Dari dua tempat itu, Isfihani bilang, warga terdampak di Jalan Gatot Subroto tak meminta dapur umum. Mereka membuatnya secara mandiri untuk memenuhi kebutuhannya. Meski begitu, pihaknya tetap memberikan sokongan berupa paket sembako. 

    “Yang di Jalan Dr Soetomo kami buka dapur umum. Kami masakkan juga mereka, siang ini ada sekitar 100 porsi, mungkin besok bisa 200 sesuai dengan jumlah,” kata pria yang akrab disapa Isfi itu.

    Mengingat sebelumnya kebakaran hebat juga pernah terjadi dalam area yang sama di Jalan Dr Soetomo. Mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah itu ingin semua pihak, utamanya masyarakat lebih peduli lagi dengan keamanan dalam pemakaian listrik. 

    Ia mengaku cukup resah melihat masih banyak masyarakat yang sembarangan dalam penggunaan kabel. Apalagi penyebab kebakaran dalam beberapa waktu ini diduga karena korsleting listrik. 

    “Kebanyakan masyarakat ini suka pakai kabel sembarangan, keamanan dan keselamatan untuk kelistrikan masih minim. Sambung sana sini, pakai kabel yang kecil bukan yang standar, ada gesekan sedikit bisa langsung konslet. Penyebabnya kecil, efeknya besar,” tutur Isfi. 

    Oleh karena itu, ia ingin ada sinergitas yang terbangun antara masyarakat dan Organisasi Perangkat Daerah Terkait (OPD), seperti Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan untuk PLN memberikan pemahaman pada masyarakat. 

    “Masyarakat semakin kaya semakin nambah elektroniknya, sementara arus listriknya sejak dulu nggak diubah-ubah,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Buka Dapur Umum untuk Korban Kebakaran, Kadinsos PM Samarinda: Masyarakat harus lebih peduli keamanan listrik

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    26 Februari 2024 pukul 17:11 WITA

    Kepala Dinsos PM Samarinda saat ditemui di ruangannya, Senin (26/2/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Menanggapi musibah yang menimpa ratusan jiwa di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Samarinda membuka dapur umum. 

    Kepala Dinsos PM Kota Samarinda, Isfihani menyampaikan, tugas dari lembaga yang dipimpinnya ialah melakukan pendataan terkait jumlah warga terdampak. 

    “Kan kejadiannya ada di dua tempat, Jalan Dr Soetomo sama Gatot Subroto. Yang di Jalan Dr Soetomo ada 64 KK, sedangkan yang di Jalan Gatot Subroto cuma 8 KK,” jelas Isfihani saat ditemui di ruangannya, Senin (26/2/2024). 

    Dari dua tempat itu, Isfihani bilang, warga terdampak di Jalan Gatot Subroto tak meminta dapur umum. Mereka membuatnya secara mandiri untuk memenuhi kebutuhannya. Meski begitu, pihaknya tetap memberikan sokongan berupa paket sembako. 

    “Yang di Jalan Dr Soetomo kami buka dapur umum. Kami masakkan juga mereka, siang ini ada sekitar 100 porsi, mungkin besok bisa 200 sesuai dengan jumlah,” kata pria yang akrab disapa Isfi itu.

    Mengingat sebelumnya kebakaran hebat juga pernah terjadi dalam area yang sama di Jalan Dr Soetomo. Mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah itu ingin semua pihak, utamanya masyarakat lebih peduli lagi dengan keamanan dalam pemakaian listrik. 

    Ia mengaku cukup resah melihat masih banyak masyarakat yang sembarangan dalam penggunaan kabel. Apalagi penyebab kebakaran dalam beberapa waktu ini diduga karena korsleting listrik. 

    “Kebanyakan masyarakat ini suka pakai kabel sembarangan, keamanan dan keselamatan untuk kelistrikan masih minim. Sambung sana sini, pakai kabel yang kecil bukan yang standar, ada gesekan sedikit bisa langsung konslet. Penyebabnya kecil, efeknya besar,” tutur Isfi. 

    Oleh karena itu, ia ingin ada sinergitas yang terbangun antara masyarakat dan Organisasi Perangkat Daerah Terkait (OPD), seperti Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan untuk PLN memberikan pemahaman pada masyarakat. 

    “Masyarakat semakin kaya semakin nambah elektroniknya, sementara arus listriknya sejak dulu nggak diubah-ubah,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)