Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Tangkapan Layar)
Balikpapan – Budidaya ikan air tawar berpeluang menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat di Kota Balikpapan. Pemanfaatan kolam budidaya di lingkungan permukiman dinilai dapat membuka peluang usaha, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Potensi tersebut terlihat di kawasan RT 32, Kilometer 15, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Wilayah ini dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan usaha perikanan air tawar berbasis masyarakat.
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menjelaskan, budidaya ikan air tawar dapat menjadi salah satu alternatif pemberdayaan ekonomi warga. Sejumlah komoditas, seperti lele, nila, ikan mas, dan gurami, dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan serta potensi yang dimiliki masyarakat.
“Balikpapan ternyata memiliki potensi ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomi sangat tinggi. Ini bisa menjadi salah satu contoh untuk dikembangkan dalam memberdayakan masyarakat,” ucap Bagus usai meninjau lokasi, Selasa (20/10/2026).
Menurut Bagus, pengembangan budidaya ikan tidak hanya berorientasi pada kegiatan produksi pangan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga. Jika dikelola secara baik, usaha tersebut dapat menjadi sumber pendapatan, sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi baru di lingkungan warga.
Selain meningkatkan pendapatan, budidaya ikan air tawar juga dinilai dapat mendukung ketahanan pangan daerah.
“Masyarakat berpeluang berperan langsung dalam menghasilkan bahan pangan, sehingga potensi lokal dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Bagus berharap masyarakat di Kelurahan Karang Joang dapat memanfaatkan kolam yang tersedia untuk mengembangkan kegiatan budidaya ikan. Ia juga menilai kawasan RT 32 Kilometer 15 berpotensi menjadi contoh pengembangan perikanan air tawar yang dapat diterapkan di wilayah lain di Balikpapan.
Meski demikian, pengembangan usaha budidaya ikan membutuhkan pengelolaan yang baik agar potensi ekonomi tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Pemilihan jenis ikan, pemeliharaan, dan pengelolaan hasil panen menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha perikanan,” imbuhnya.
Dengan memanfaatkan potensi yang ada, budidaya ikan air tawar di Karang Joang diharapkan tidak hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Tangkapan Layar)
Balikpapan – Budidaya ikan air tawar berpeluang menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat di Kota Balikpapan. Pemanfaatan kolam budidaya di lingkungan permukiman dinilai dapat membuka peluang usaha, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Potensi tersebut terlihat di kawasan RT 32, Kilometer 15, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Wilayah ini dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan usaha perikanan air tawar berbasis masyarakat.
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menjelaskan, budidaya ikan air tawar dapat menjadi salah satu alternatif pemberdayaan ekonomi warga. Sejumlah komoditas, seperti lele, nila, ikan mas, dan gurami, dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan serta potensi yang dimiliki masyarakat.
“Balikpapan ternyata memiliki potensi ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomi sangat tinggi. Ini bisa menjadi salah satu contoh untuk dikembangkan dalam memberdayakan masyarakat,” ucap Bagus usai meninjau lokasi, Selasa (20/10/2026).
Menurut Bagus, pengembangan budidaya ikan tidak hanya berorientasi pada kegiatan produksi pangan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga. Jika dikelola secara baik, usaha tersebut dapat menjadi sumber pendapatan, sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi baru di lingkungan warga.
Selain meningkatkan pendapatan, budidaya ikan air tawar juga dinilai dapat mendukung ketahanan pangan daerah.
“Masyarakat berpeluang berperan langsung dalam menghasilkan bahan pangan, sehingga potensi lokal dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Bagus berharap masyarakat di Kelurahan Karang Joang dapat memanfaatkan kolam yang tersedia untuk mengembangkan kegiatan budidaya ikan. Ia juga menilai kawasan RT 32 Kilometer 15 berpotensi menjadi contoh pengembangan perikanan air tawar yang dapat diterapkan di wilayah lain di Balikpapan.
Meski demikian, pengembangan usaha budidaya ikan membutuhkan pengelolaan yang baik agar potensi ekonomi tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Pemilihan jenis ikan, pemeliharaan, dan pengelolaan hasil panen menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha perikanan,” imbuhnya.
Dengan memanfaatkan potensi yang ada, budidaya ikan air tawar di Karang Joang diharapkan tidak hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
(Sf/Rs)