Seputar Kaltim

    Budayawan Berau Dorong Ruang Berkesenian Diperluas, Generasi Muda Dinilai Potensial

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    28 September 2026 pukul 16:58 WITA

    Budayawan Berau, Safrudin Ithur. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Potensi generasi muda dalam bidang seni dinilai cukup besar dan perlu mendapat ruang yang lebih luas untuk berkembang. Karena itu, kegiatan berkesenian di Kabupaten Berau diharapkan tidak hanya berlangsung dalam lingkup daerah, tetapi juga dapat menjangkau wilayah sekitar.

    Budayawan Senior Berau, Safrudin Ithur, mengatakan perkembangan seni di daerah kini menunjukkan gairah yang positif, terutama dari keterlibatan generasi muda.

    Menurutnya, hal tersebut terlihat saat dirinya menghadiri Darma Festival Teater ke-5, Festival Teater Pelajar SMP dan SMA sederajat se-Kaltimtara 2026, di Gedung Busak Malur, Jalan Pemuda, Tanjung Redeb, beberapa waktu lalu.

    Safrudin melihat antusiasme pelajar dalam mengikuti festival tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kreativitas anak muda Berau terus tumbuh. Dari 13 kelompok teater yang tampil, mayoritas merupakan kelompok asal Berau.

    "Saya melihat dari 13 kelompok teater yang tampil, 11 di antaranya berasal dari Berau dan hanya dua dari luar daerah. Ini membuktikan bahwa meski jauh dari ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, perkembangan dunia kesenian di Berau cukup baik," ujar Safrudin.

    Melihat kondisi tersebut, ia berharap Berau dapat menjadi salah satu ruang berkembangnya kegiatan seni bagi wilayah sekitar. Menurutnya, cakupan kegiatan dapat diperluas dengan melibatkan kelompok seni dari Bulungan dan daerah lainnya di Kalimantan Utara.

    "Potensi seperti ini harus terus diberikan ruang. Kalau kegiatannya diperluas, anak-anak muda juga memiliki kesempatan untuk bertemu, bertukar pengalaman dan menunjukkan karya mereka," katanya.

    Dirinya juga menilai perkembangan teknologi tidak harus menjadi hambatan bagi generasi muda untuk berkesenian. Penggunaan gawai, menurutnya, tetap dapat diarahkan melalui pendampingan yang konsisten sehingga anak muda mampu memanfaatkannya secara positif.

    "Yang terpenting ada yang mau menuntun. Meski sudah tua, kami dari generasi senior akan selalu hadir di setiap kegiatan, setidaknya untuk memberi semangat kepada mereka," ujarnya.

    Ia menegaskan, peran generasi senior tetap dibutuhkan untuk mendampingi sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak muda. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, potensi tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi karya yang produktif.

    Selain itu, dirinya turut menyoroti masuknya berbagai budaya dari luar daerah. Ia menilai kondisi tersebut merupakan bagian dari perkembangan zaman dan tidak selalu harus dianggap sebagai ancaman.

    Menurutnya, budaya yang datang dari luar dapat diterima dan dihargai sebagai bagian dari proses memperkaya kebudayaan. Namun, budaya asli Berau tetap harus dipertahankan sebagai identitas masyarakat.

    "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Begitu tinggal di Berau, Anda adalah orang Berau, bukan lagi orang luar. Kebudayaan yang datang kita hormati dan hargai, tetapi budaya asli tetap kita pertahankan. Mari kita bersama-sama berjuang untuk kemajuan Berau," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Budayawan Berau Dorong Ruang Berkesenian Diperluas, Generasi Muda Dinilai Potensial

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    28 September 2026 pukul 16:58 WITA

    Budayawan Berau, Safrudin Ithur. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Potensi generasi muda dalam bidang seni dinilai cukup besar dan perlu mendapat ruang yang lebih luas untuk berkembang. Karena itu, kegiatan berkesenian di Kabupaten Berau diharapkan tidak hanya berlangsung dalam lingkup daerah, tetapi juga dapat menjangkau wilayah sekitar.

    Budayawan Senior Berau, Safrudin Ithur, mengatakan perkembangan seni di daerah kini menunjukkan gairah yang positif, terutama dari keterlibatan generasi muda.

    Menurutnya, hal tersebut terlihat saat dirinya menghadiri Darma Festival Teater ke-5, Festival Teater Pelajar SMP dan SMA sederajat se-Kaltimtara 2026, di Gedung Busak Malur, Jalan Pemuda, Tanjung Redeb, beberapa waktu lalu.

    Safrudin melihat antusiasme pelajar dalam mengikuti festival tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kreativitas anak muda Berau terus tumbuh. Dari 13 kelompok teater yang tampil, mayoritas merupakan kelompok asal Berau.

    "Saya melihat dari 13 kelompok teater yang tampil, 11 di antaranya berasal dari Berau dan hanya dua dari luar daerah. Ini membuktikan bahwa meski jauh dari ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, perkembangan dunia kesenian di Berau cukup baik," ujar Safrudin.

    Melihat kondisi tersebut, ia berharap Berau dapat menjadi salah satu ruang berkembangnya kegiatan seni bagi wilayah sekitar. Menurutnya, cakupan kegiatan dapat diperluas dengan melibatkan kelompok seni dari Bulungan dan daerah lainnya di Kalimantan Utara.

    "Potensi seperti ini harus terus diberikan ruang. Kalau kegiatannya diperluas, anak-anak muda juga memiliki kesempatan untuk bertemu, bertukar pengalaman dan menunjukkan karya mereka," katanya.

    Dirinya juga menilai perkembangan teknologi tidak harus menjadi hambatan bagi generasi muda untuk berkesenian. Penggunaan gawai, menurutnya, tetap dapat diarahkan melalui pendampingan yang konsisten sehingga anak muda mampu memanfaatkannya secara positif.

    "Yang terpenting ada yang mau menuntun. Meski sudah tua, kami dari generasi senior akan selalu hadir di setiap kegiatan, setidaknya untuk memberi semangat kepada mereka," ujarnya.

    Ia menegaskan, peran generasi senior tetap dibutuhkan untuk mendampingi sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak muda. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, potensi tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi karya yang produktif.

    Selain itu, dirinya turut menyoroti masuknya berbagai budaya dari luar daerah. Ia menilai kondisi tersebut merupakan bagian dari perkembangan zaman dan tidak selalu harus dianggap sebagai ancaman.

    Menurutnya, budaya yang datang dari luar dapat diterima dan dihargai sebagai bagian dari proses memperkaya kebudayaan. Namun, budaya asli Berau tetap harus dipertahankan sebagai identitas masyarakat.

    "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Begitu tinggal di Berau, Anda adalah orang Berau, bukan lagi orang luar. Kebudayaan yang datang kita hormati dan hargai, tetapi budaya asli tetap kita pertahankan. Mari kita bersama-sama berjuang untuk kemajuan Berau," pungkasnya.

    (Sf/Lo)