Cari disini...
Seputarfakta.com – Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Siswa SMPN 6 Loa Janan mengikuti studi lapangan dan kader Adiwiyata tentang pertanian dan peternakan yang diselenggarakan salah satu perusahaan di Kukar. (dok.SMPN 6 Loa Janan)
Tenggarong – Prestasi yang ditorehkan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Loa Janan tak bisa dipandang sebelah mata. Selain berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten pada 2018, sekolah yang beralamat di Jalan Bantuas RT 06, Desa Tani Harapan, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ini ternyata mempunyai program unggulan dan inovasi tersendiri, yakni menciptakan pupuk organik cair berbahan dasar daging lele dan gula merah.
Kepala SMPN 6 Loa Janan, Nurdin mengatakan, alasan pihaknya memilih lele sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik tersebut karena ikan lele sangatlah mudah jika ingin dibudidaya. Bahkan, pembudidayaan ikan lele ini bisa menjadi bahan praktik dan pembelajaran bagi para siswa sebelum diolah menjadi pupuk.
Sementara, untuk pemakaian gula merah sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik cair lebih kepada alasan kearifan lokal, serta gula merah juga menurutnya terbilang mudah didapat dan dijumpai di pasaran. Oleh karenanya kata dia, penggunaan dua bahan tersebut sangat mudah difermentasi untuk diolah menjadi pupuk organik cair dan bisa menyuburkan tanaman.
Pihak sekolah pun jelasnya telah mempraktekan penggunaan pupuk organik cair tersebut dalam kurun waktu tiga tahun belakangan ini. "Hingga saat ini pupuk organik cair sudah mulai dipraktekan di Kota Bangun, bahkan Kelompok Wanita Tani (KWT) di sana yang telah menanam seperempat hektare lahan, saat masuk musim panen padinya mencapai satu ton," ucap Nurdin, Kamis (11/7/2024).
Ia menjelaskan, pihak SMPN 6 Loa Janan juga terus menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan tersebut termasuk oleh KWT di Desa Tani Harapan, karena terbukti penggunaan pupuk ini dinyatakan berhasil menyuburkan tanaman.
Selain itu, pihaknya juga memiliki program unggulan tambahan seperti membuat antibiotik yang menunjang program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikukum Merdeka.
Disinggung mengenai upayanya untuk mempertahankan penghargaan Adiwiyata yang pernah diraih, Nurdin mengaku sudah meminta kepada seluruh elemen satuan pendidikan agar selalu tumbuh kesadaran terhadap lingkungan sekitar, termasuk ikut berpartisipasi mulai dari kepala sekolah sebagai staf manajemen, guru hingga orang tua siswa. "Nanti di sekolah kami, akan membentuk kelompok cinta lingkungan (KCL) dan di dalam itu ada kelompok kerjanya," pungkasnya.
Untuk diketahui, Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang telah menerapkan sistem dengan maksud untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
SMPN 6 Loa Janan ini juga tercatat pernah meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Kaltim pada 2019-2020, dan akan mengikuti lomba serupa ke di tingkat nasional.
(Sf/Mr)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com – Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Siswa SMPN 6 Loa Janan mengikuti studi lapangan dan kader Adiwiyata tentang pertanian dan peternakan yang diselenggarakan salah satu perusahaan di Kukar. (dok.SMPN 6 Loa Janan)
Tenggarong – Prestasi yang ditorehkan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Loa Janan tak bisa dipandang sebelah mata. Selain berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten pada 2018, sekolah yang beralamat di Jalan Bantuas RT 06, Desa Tani Harapan, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ini ternyata mempunyai program unggulan dan inovasi tersendiri, yakni menciptakan pupuk organik cair berbahan dasar daging lele dan gula merah.
Kepala SMPN 6 Loa Janan, Nurdin mengatakan, alasan pihaknya memilih lele sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik tersebut karena ikan lele sangatlah mudah jika ingin dibudidaya. Bahkan, pembudidayaan ikan lele ini bisa menjadi bahan praktik dan pembelajaran bagi para siswa sebelum diolah menjadi pupuk.
Sementara, untuk pemakaian gula merah sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik cair lebih kepada alasan kearifan lokal, serta gula merah juga menurutnya terbilang mudah didapat dan dijumpai di pasaran. Oleh karenanya kata dia, penggunaan dua bahan tersebut sangat mudah difermentasi untuk diolah menjadi pupuk organik cair dan bisa menyuburkan tanaman.
Pihak sekolah pun jelasnya telah mempraktekan penggunaan pupuk organik cair tersebut dalam kurun waktu tiga tahun belakangan ini. "Hingga saat ini pupuk organik cair sudah mulai dipraktekan di Kota Bangun, bahkan Kelompok Wanita Tani (KWT) di sana yang telah menanam seperempat hektare lahan, saat masuk musim panen padinya mencapai satu ton," ucap Nurdin, Kamis (11/7/2024).
Ia menjelaskan, pihak SMPN 6 Loa Janan juga terus menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan tersebut termasuk oleh KWT di Desa Tani Harapan, karena terbukti penggunaan pupuk ini dinyatakan berhasil menyuburkan tanaman.
Selain itu, pihaknya juga memiliki program unggulan tambahan seperti membuat antibiotik yang menunjang program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikukum Merdeka.
Disinggung mengenai upayanya untuk mempertahankan penghargaan Adiwiyata yang pernah diraih, Nurdin mengaku sudah meminta kepada seluruh elemen satuan pendidikan agar selalu tumbuh kesadaran terhadap lingkungan sekitar, termasuk ikut berpartisipasi mulai dari kepala sekolah sebagai staf manajemen, guru hingga orang tua siswa. "Nanti di sekolah kami, akan membentuk kelompok cinta lingkungan (KCL) dan di dalam itu ada kelompok kerjanya," pungkasnya.
Untuk diketahui, Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang telah menerapkan sistem dengan maksud untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
SMPN 6 Loa Janan ini juga tercatat pernah meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Kaltim pada 2019-2020, dan akan mengikuti lomba serupa ke di tingkat nasional.
(Sf/Mr)