Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi Mangrove (Foto: Freepik
Tanah Grogot - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Kalimantan Timur (Kaltim) bakal merehabilitasi lahan mangrove di Kabupaten Paser seluas 9.000 Hektare (Ha) di lima kecamatan.
Manager Provincial Project Implementation Unit (PPIU) BRGM Kaltim, Asman Azis menyebut lima kecamatan tersebut adalah Batu Engau, Kuaro, Long Ikis, Long Kali dan Paser Belengkong.
Hanya saja tak disebutkan secara gamblang berapa luasan lahan mangrove yang direhabilitasi dari masing-masing kecamatan tersebut.
“Dari 86 ribu Ha lahan mangrove di Kabupaten Paser, 9.000 Ha akan direhabilitasi,” katanya saat pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser.
Program rehabilitasi mangrove itu bakal direalisasikan dengan melibatkan dinas terkait. Tapi langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan kunjungan dan sosialisasi ke desa-desa.
Sekretaris Daerah (Sekda) Paser, Katsul Wijaya menuturkan rehabilitasi yang dilakukan merupakan langkah yang tepat. Sebab, selama ini pemerintah daerah tak bisa melakukan rehabilitasi karena persoalan status lahan.
"Seperti kawasan Cagar Alam yang paling banyak," kata Katsul.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser, Achmad Safari mengatakan program BRGM tersebut pertama kali dilaksanakan dan selama ini hanya terdapat andil dari pihak swasta yang merehabilitasi mangrove di Paser.
"Terakhir ada penanaman 9.000 bibit mangrove di Desa Muara Adang oleh Cotrans," ungkapnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi Mangrove (Foto: Freepik
Tanah Grogot - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Kalimantan Timur (Kaltim) bakal merehabilitasi lahan mangrove di Kabupaten Paser seluas 9.000 Hektare (Ha) di lima kecamatan.
Manager Provincial Project Implementation Unit (PPIU) BRGM Kaltim, Asman Azis menyebut lima kecamatan tersebut adalah Batu Engau, Kuaro, Long Ikis, Long Kali dan Paser Belengkong.
Hanya saja tak disebutkan secara gamblang berapa luasan lahan mangrove yang direhabilitasi dari masing-masing kecamatan tersebut.
“Dari 86 ribu Ha lahan mangrove di Kabupaten Paser, 9.000 Ha akan direhabilitasi,” katanya saat pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser.
Program rehabilitasi mangrove itu bakal direalisasikan dengan melibatkan dinas terkait. Tapi langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan kunjungan dan sosialisasi ke desa-desa.
Sekretaris Daerah (Sekda) Paser, Katsul Wijaya menuturkan rehabilitasi yang dilakukan merupakan langkah yang tepat. Sebab, selama ini pemerintah daerah tak bisa melakukan rehabilitasi karena persoalan status lahan.
"Seperti kawasan Cagar Alam yang paling banyak," kata Katsul.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser, Achmad Safari mengatakan program BRGM tersebut pertama kali dilaksanakan dan selama ini hanya terdapat andil dari pihak swasta yang merehabilitasi mangrove di Paser.
"Terakhir ada penanaman 9.000 bibit mangrove di Desa Muara Adang oleh Cotrans," ungkapnya.
(Sf/By)