Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi Mangrove. (Freepik)
Tanjung Redeb - Akhir tahun 2024 ini, Kabupaten Berau mendapatkan program rehabilitasi mangrove dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Republik Indonesia secara gratis.
BRGM akan melakukan rehabilitasi mangrove di Kalimantan Timur (Kaltim). Salah satunya di Kabupaten Berau dengan luasan 1.318 hektare (Ha).
Tujuan rehabilitasi mangrove yang merupakan salah satu “program nasional” yaitu: “Membangun Lingkungan Hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim”.
Kepala Kelompok Kerja Edukasi Sosialisasi BRGM RI, Suwignya Utama, menjelaskan pihaknya mulai melakukan sosialisasi percepatan rehabilitasi mangrove di Berau. Berdasarkan Perpres 120 tahun 2020 tentang BRGM, adalah tugas memfasilitasi percepatan restorasi Gambut di 7 provinsi, dan melaksanakan percepatan rehabilitasi mangrove di 9 Provinsi termasuk Kalimantan Timur.
BRGM bekerja berdasarkan arahan kebijakan teknis dari KLHK dan KKP (pasal 2). Dimana percepatan rehabilitasi mangrove oleh BRGM, dilaksanakan dengan pendekatan padat karya, dimana POKMAS sebagai pelaku utama (Ps 12 (3)).
Suwignya Utama juga mengatakan, Salah satu tujuan sosialiasi yang dilakukan pihaknya adalah memberikan informasi kepada masyarakat terkait rehabilitasi mangrove. Dan mendorong partisipasi berbagai pihak dalam rehabilitasi mangrove tersebut.
"Ke depan akan dibahas calon lokasi mangrove bersama kepala kampung dan instansi terkait. Kegiatannya berupa rehabilitasi mangrove, membangun desa mandiri peduli mangrove, serta membuat kelompok masyarakat," ujarnya.
Dirinya menyampaikan, Rencana tersebut akan direalisasikan tahun ini, setelah lokasi rampung diidentifikasi bersama kepala kampung, kemudian masuk pra kondisi sosial.
Kemudian di jelaskannya, tim terkait akan turun ke kampung untuk berdiskusi bersama calon kelompok masyarakat. Jika sudah selesai, akan masuk penyampaian informasi tanpa paksaan bersama kelompok. Selain itu, nantinya kelompok masyarakat itulah yang mendapatkan bantuan langsung untuk merehabilitasi mangrove. Juga akan diberikan sekolah lapangan untuk pembelajaran rehabilitasi mangrove.
"Kalau sudah oke dengan luasan, baru dilakukan perjanjian kerja sama antara BRGM dengan kelompok. Kemudian bantuan akan masuk ke rekening kelompok masing-masing, untuk kemudian bisa dilakukan rehabilitasi mangrove," jelasnya.
Suwignya Utama juga mengatakan selain target rehabilitasi mangrove di Kabupaten Berau yang dilakukan seluas 1.318 hektare di enam kecamatan dan 12 kampung tersebut. Namun, ia menyampaikan luasan tersebut bisa saja berkembang sesuai eksisting di lapangan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi Mangrove. (Freepik)
Tanjung Redeb - Akhir tahun 2024 ini, Kabupaten Berau mendapatkan program rehabilitasi mangrove dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Republik Indonesia secara gratis.
BRGM akan melakukan rehabilitasi mangrove di Kalimantan Timur (Kaltim). Salah satunya di Kabupaten Berau dengan luasan 1.318 hektare (Ha).
Tujuan rehabilitasi mangrove yang merupakan salah satu “program nasional” yaitu: “Membangun Lingkungan Hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim”.
Kepala Kelompok Kerja Edukasi Sosialisasi BRGM RI, Suwignya Utama, menjelaskan pihaknya mulai melakukan sosialisasi percepatan rehabilitasi mangrove di Berau. Berdasarkan Perpres 120 tahun 2020 tentang BRGM, adalah tugas memfasilitasi percepatan restorasi Gambut di 7 provinsi, dan melaksanakan percepatan rehabilitasi mangrove di 9 Provinsi termasuk Kalimantan Timur.
BRGM bekerja berdasarkan arahan kebijakan teknis dari KLHK dan KKP (pasal 2). Dimana percepatan rehabilitasi mangrove oleh BRGM, dilaksanakan dengan pendekatan padat karya, dimana POKMAS sebagai pelaku utama (Ps 12 (3)).
Suwignya Utama juga mengatakan, Salah satu tujuan sosialiasi yang dilakukan pihaknya adalah memberikan informasi kepada masyarakat terkait rehabilitasi mangrove. Dan mendorong partisipasi berbagai pihak dalam rehabilitasi mangrove tersebut.
"Ke depan akan dibahas calon lokasi mangrove bersama kepala kampung dan instansi terkait. Kegiatannya berupa rehabilitasi mangrove, membangun desa mandiri peduli mangrove, serta membuat kelompok masyarakat," ujarnya.
Dirinya menyampaikan, Rencana tersebut akan direalisasikan tahun ini, setelah lokasi rampung diidentifikasi bersama kepala kampung, kemudian masuk pra kondisi sosial.
Kemudian di jelaskannya, tim terkait akan turun ke kampung untuk berdiskusi bersama calon kelompok masyarakat. Jika sudah selesai, akan masuk penyampaian informasi tanpa paksaan bersama kelompok. Selain itu, nantinya kelompok masyarakat itulah yang mendapatkan bantuan langsung untuk merehabilitasi mangrove. Juga akan diberikan sekolah lapangan untuk pembelajaran rehabilitasi mangrove.
"Kalau sudah oke dengan luasan, baru dilakukan perjanjian kerja sama antara BRGM dengan kelompok. Kemudian bantuan akan masuk ke rekening kelompok masing-masing, untuk kemudian bisa dilakukan rehabilitasi mangrove," jelasnya.
Suwignya Utama juga mengatakan selain target rehabilitasi mangrove di Kabupaten Berau yang dilakukan seluas 1.318 hektare di enam kecamatan dan 12 kampung tersebut. Namun, ia menyampaikan luasan tersebut bisa saja berkembang sesuai eksisting di lapangan.
(Sf/Rs)