Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala BPS Kutim Widiyantono memberikan arahan kepada petugas saat pelatihan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2026 di Kantor BPS Kutim. (Foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar pelatihan petugas Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Tahun 2026 sebagai persiapan pendataan ketenagakerjaan yang akan dilaksanakan pada Februari mendatang.
Kepala BPS Kutim, Widiyantono, mengatakan pelatihan ini bertujuan membekali petugas lapangan agar mampu menghasilkan data yang berkualitas, jujur, dan sesuai kondisi sebenarnya di masyarakat.
“Karena Bapak Ibu sekalian adalah ujung tombak kami di lapangan, kami berharap Bapak Ibu menjaga kualitas data,” kata Widiyantono, saat pelatihan Sakernas 2026, di Kantor BPS Kutim, Jumat (23/1/2026).
Ia menambahkan, pendataan Sakernas Februari 2026 memiliki batas waktu yang ketat. Seluruh proses pendataan lapangan ditargetkan selesai paling lambat 18 Februari 2026, seiring masuknya bulan Ramadan dan tahapan lanjutan pemeriksaan data.
Widiyantono menjelaskan, usai pendataan lapangan, BPS akan melakukan online data editing (Omdes) untuk mendeteksi adanya jawaban yang tidak wajar atau anomali. Jika ditemukan, petugas akan melakukan konfirmasi ulang ke lapangan.
“Akan ada konfirmasi lagi ke lapangan. Bukan untuk dimanipulasi tetapi untuk dikonfirmasi kalau memang datanya seperti itu.” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan kepekaan sosial petugas saat berhadapan dengan masyarakat. Petugas diminta menyesuaikan waktu dan kondisi masyarakat agar wawancara dapat berjalan dengan baik.
Widiyantono juga mengingatkan petugas lapangan agar mencatat berbagai fenomena ekonomi yang ditemui di lapangan, seperti usaha yang tutup, usaha baru di buka, dan kendala yang dihadapi masyarakat.
Catatan lapangan dinilai penting untuk memberikan gambaran kondisi riil ketenagakerjaan dan ekonomi daerah.
"Silakan dicatat, baik yang masuk sampel maupun tidak. Catatan ini penting untuk menjelaskan kondisi di lapangan, termasuk penyebab pengangguran bertambah atau berkurang,” pungkasnya
Pelatihan Sakernas 2026 ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, baik secara daring maupun luring, sebagai bagian dari persiapan pendataan nasional oleh BPS.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala BPS Kutim Widiyantono memberikan arahan kepada petugas saat pelatihan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2026 di Kantor BPS Kutim. (Foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar pelatihan petugas Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Tahun 2026 sebagai persiapan pendataan ketenagakerjaan yang akan dilaksanakan pada Februari mendatang.
Kepala BPS Kutim, Widiyantono, mengatakan pelatihan ini bertujuan membekali petugas lapangan agar mampu menghasilkan data yang berkualitas, jujur, dan sesuai kondisi sebenarnya di masyarakat.
“Karena Bapak Ibu sekalian adalah ujung tombak kami di lapangan, kami berharap Bapak Ibu menjaga kualitas data,” kata Widiyantono, saat pelatihan Sakernas 2026, di Kantor BPS Kutim, Jumat (23/1/2026).
Ia menambahkan, pendataan Sakernas Februari 2026 memiliki batas waktu yang ketat. Seluruh proses pendataan lapangan ditargetkan selesai paling lambat 18 Februari 2026, seiring masuknya bulan Ramadan dan tahapan lanjutan pemeriksaan data.
Widiyantono menjelaskan, usai pendataan lapangan, BPS akan melakukan online data editing (Omdes) untuk mendeteksi adanya jawaban yang tidak wajar atau anomali. Jika ditemukan, petugas akan melakukan konfirmasi ulang ke lapangan.
“Akan ada konfirmasi lagi ke lapangan. Bukan untuk dimanipulasi tetapi untuk dikonfirmasi kalau memang datanya seperti itu.” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan kepekaan sosial petugas saat berhadapan dengan masyarakat. Petugas diminta menyesuaikan waktu dan kondisi masyarakat agar wawancara dapat berjalan dengan baik.
Widiyantono juga mengingatkan petugas lapangan agar mencatat berbagai fenomena ekonomi yang ditemui di lapangan, seperti usaha yang tutup, usaha baru di buka, dan kendala yang dihadapi masyarakat.
Catatan lapangan dinilai penting untuk memberikan gambaran kondisi riil ketenagakerjaan dan ekonomi daerah.
"Silakan dicatat, baik yang masuk sampel maupun tidak. Catatan ini penting untuk menjelaskan kondisi di lapangan, termasuk penyebab pengangguran bertambah atau berkurang,” pungkasnya
Pelatihan Sakernas 2026 ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, baik secara daring maupun luring, sebagai bagian dari persiapan pendataan nasional oleh BPS.
(Sf/Rs)