Seputar Kaltim

    BPR Samarinda Masih Minus hingga Mei, Target Laba Rp2,7 Miliar Diprediksi Meleset

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    29 Juni 2026 pukul 18:36 WITA

    Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi. (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)

    Samarinda – Target laba Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kota Samarinda sebesar Rp2,7 miliar pada 2026 dinilai sulit terealisasi. 

    Hingga Mei 2026, kinerja keuangan BPR masih mencatatkan posisi minus sekitar Rp120 juta hingga Rp150 juta, sehingga pencapaian target laba pada akhir tahun diperkirakan akan menghadapi tantangan besar.

    Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengungkapkan hasil evaluasi terhadap laporan keuangan dan kinerja BPR menunjukkan target yang dipatok manajemen cukup berat untuk dicapai, apabila melihat perkembangan operasional pada semester pertama.

    "Setelah saya cek laporan kinerja dan laporan keuangannya, saya tidak yakin target laba Rp2,7 miliar itu bisa terpenuhi. Sampai bulan Mei saja mereka masih minus sekitar Rp120 juta sampai Rp150 juta," ujarnya Iswandi, Senin (29/6/2026).

    Menurut Iswandi, salah satu faktor yang memengaruhi perlambatan kinerja BPR adalah belum bergulirnya sejumlah proyek pemerintah yang selama ini menjadi salah satu penopang aktivitas pembiayaan dan pendapatan bank.

    Meski demikian, ia optimistis kondisi keuangan BPR masih dapat berbalik positif apabila proyek-proyek pemerintah mulai berjalan pada semester kedua tahun ini.

    "Kalau kegiatan-kegiatan pemerintah mulai berjalan, saya kira mereka masih bisa mencetak laba. Tetapi untuk mencapai Rp2,7 miliar saya rasa berat. Kalau bisa setengah dari target saja itu sudah bagus," ungkapnya.

    Iswandi mengungkapkan, capaian BPR pada 2025 patut diapresiasi karena untuk pertama kalinya mampu membukukan laba sejak bank tersebut berdiri. Saat itu, laba yang diperoleh mencapai sekitar Rp2,7 miliar dan memberikan dividen sebesar Rp500 juta kepada Pemerintah Kota Samarinda.

    Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari upaya direksi saat ini yang mampu membenahi berbagai persoalan yang diwariskan manajemen sebelumnya, termasuk kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).

    "Direksi yang sekarang ini benar-benar bekerja melakukan pembenahan. Mereka menyelesaikan persoalan utang-utang lama, menurunkan NPL hingga nol, bahkan berhasil mencetak laba. Secara umum kami mengapresiasi kinerja BPR," tuturnya.

    Komisi II DPRD Kota Samarinda berharap tren perbaikan tata kelola tersebut terus dipertahankan, sehingga BPR dapat kembali meningkatkan kinerja keuangannya, memperkuat kontribusi terhadap pendapatan daerah, serta menjalankan fungsi intermediasi bagi pelaku usaha dan masyarakat di Kota Samarinda.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    BPR Samarinda Masih Minus hingga Mei, Target Laba Rp2,7 Miliar Diprediksi Meleset

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    29 Juni 2026 pukul 18:36 WITA

    Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi. (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)

    Samarinda – Target laba Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kota Samarinda sebesar Rp2,7 miliar pada 2026 dinilai sulit terealisasi. 

    Hingga Mei 2026, kinerja keuangan BPR masih mencatatkan posisi minus sekitar Rp120 juta hingga Rp150 juta, sehingga pencapaian target laba pada akhir tahun diperkirakan akan menghadapi tantangan besar.

    Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengungkapkan hasil evaluasi terhadap laporan keuangan dan kinerja BPR menunjukkan target yang dipatok manajemen cukup berat untuk dicapai, apabila melihat perkembangan operasional pada semester pertama.

    "Setelah saya cek laporan kinerja dan laporan keuangannya, saya tidak yakin target laba Rp2,7 miliar itu bisa terpenuhi. Sampai bulan Mei saja mereka masih minus sekitar Rp120 juta sampai Rp150 juta," ujarnya Iswandi, Senin (29/6/2026).

    Menurut Iswandi, salah satu faktor yang memengaruhi perlambatan kinerja BPR adalah belum bergulirnya sejumlah proyek pemerintah yang selama ini menjadi salah satu penopang aktivitas pembiayaan dan pendapatan bank.

    Meski demikian, ia optimistis kondisi keuangan BPR masih dapat berbalik positif apabila proyek-proyek pemerintah mulai berjalan pada semester kedua tahun ini.

    "Kalau kegiatan-kegiatan pemerintah mulai berjalan, saya kira mereka masih bisa mencetak laba. Tetapi untuk mencapai Rp2,7 miliar saya rasa berat. Kalau bisa setengah dari target saja itu sudah bagus," ungkapnya.

    Iswandi mengungkapkan, capaian BPR pada 2025 patut diapresiasi karena untuk pertama kalinya mampu membukukan laba sejak bank tersebut berdiri. Saat itu, laba yang diperoleh mencapai sekitar Rp2,7 miliar dan memberikan dividen sebesar Rp500 juta kepada Pemerintah Kota Samarinda.

    Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari upaya direksi saat ini yang mampu membenahi berbagai persoalan yang diwariskan manajemen sebelumnya, termasuk kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).

    "Direksi yang sekarang ini benar-benar bekerja melakukan pembenahan. Mereka menyelesaikan persoalan utang-utang lama, menurunkan NPL hingga nol, bahkan berhasil mencetak laba. Secara umum kami mengapresiasi kinerja BPR," tuturnya.

    Komisi II DPRD Kota Samarinda berharap tren perbaikan tata kelola tersebut terus dipertahankan, sehingga BPR dapat kembali meningkatkan kinerja keuangannya, memperkuat kontribusi terhadap pendapatan daerah, serta menjalankan fungsi intermediasi bagi pelaku usaha dan masyarakat di Kota Samarinda.

    (Sf/Lo)