Seputar Kaltim

    BPKAD Presentasikan Aplikasi Digitalisasi Aset Pemkot Samarinda

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    22 Maret 2023 pukul 11:56 WITA

    Aplikasi Digitaliasi Aset Pemerintaha Kota Samarinda oleh BPKAD. (Foto: Ilustrasi Pexels.com)

    Samarinda - Aplikasi Digitalisasi Aset Pemerintah Kota Samarinda yang dilaksanakan oleh Badan Pengelola Aset Daerah (BPKAD) Samarinda masuk dalam tahap presentasi kepada Wali Kota Samarinda, Selasa (21/3/2023).

    Kepala Bidang (Kabid) Aset BPKAD Samarinda, Yusdiansyah mengatakan aplikasi yang dipaparkan memiliki fungsi strategis dan sangat efektif untuk menunjang data BPKAD, bahkan dapat menarik investor. 

    Menurutnya fungsi dari aplikasi ini sangat efektif. Pertama, memberikan keterbukaan informasi berkaitan dengan aset pemerintah daerah.

    Kedua, supaya memberikan informasi kepada masyarakat berkaitan aset kendaraan. "Ketiga, bisa memberikan ruang informasi kepada pihak investor terhadap aset yang potensial," ungkapnya.

    Ia menjelaskan latar belakang dari keterbukaan informasi ini karena menjadi tolak ukur capaian pemerintah untuk mendapatkan penilaian
     dalam berbagai pandangan audit pengelolaan keuangan, salah satunya adalah aset. 

    "Jadi salah satu tolak ukur kita dalam pencapaian itu, selain perencanaan keuangan juga dapat mengelola aset terutama pada hitungan neraca aset," tambahnya.

    Aplikasi yang dikembangkan BPKAD , kata dia, memiliki enam fitur yang sangat mudah diakses dan dipahami. "Di mana fitur ini sama dengan Sistem Informasi Manajemen Barang Milik Daerah (SIMDA BMD), artinya ada enam fitur yang terdapat dalam aplikasi tersebut yang bisa diakses masyarakat. Termasuk tanah, bangunan, peralatan, irigasi, jalan dan jaringan serta bangunan lainnya," jelasnya.

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun menginginkan penambahan fitur kembali. "Wali Kota menginginkan fitur tambahan. Contoh seperti nilai perolehannya berapa, yang dapat menghitung harga beli tanah dan kalau bangunan bisa menghitung nilai pembangunannya berapa," terangnya.

    Andi Harun mengungkapkan dukungan dan apresiasi dalam pembuatan aplikasi ini dapat membantu masyarakat mengetahui aset yang dimiliki daerah. "Apa yang dimiliki pemerintah, rakyat harus tahu," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    BPKAD Presentasikan Aplikasi Digitalisasi Aset Pemkot Samarinda

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    22 Maret 2023 pukul 11:56 WITA

    Aplikasi Digitaliasi Aset Pemerintaha Kota Samarinda oleh BPKAD. (Foto: Ilustrasi Pexels.com)

    Samarinda - Aplikasi Digitalisasi Aset Pemerintah Kota Samarinda yang dilaksanakan oleh Badan Pengelola Aset Daerah (BPKAD) Samarinda masuk dalam tahap presentasi kepada Wali Kota Samarinda, Selasa (21/3/2023).

    Kepala Bidang (Kabid) Aset BPKAD Samarinda, Yusdiansyah mengatakan aplikasi yang dipaparkan memiliki fungsi strategis dan sangat efektif untuk menunjang data BPKAD, bahkan dapat menarik investor. 

    Menurutnya fungsi dari aplikasi ini sangat efektif. Pertama, memberikan keterbukaan informasi berkaitan dengan aset pemerintah daerah.

    Kedua, supaya memberikan informasi kepada masyarakat berkaitan aset kendaraan. "Ketiga, bisa memberikan ruang informasi kepada pihak investor terhadap aset yang potensial," ungkapnya.

    Ia menjelaskan latar belakang dari keterbukaan informasi ini karena menjadi tolak ukur capaian pemerintah untuk mendapatkan penilaian
     dalam berbagai pandangan audit pengelolaan keuangan, salah satunya adalah aset. 

    "Jadi salah satu tolak ukur kita dalam pencapaian itu, selain perencanaan keuangan juga dapat mengelola aset terutama pada hitungan neraca aset," tambahnya.

    Aplikasi yang dikembangkan BPKAD , kata dia, memiliki enam fitur yang sangat mudah diakses dan dipahami. "Di mana fitur ini sama dengan Sistem Informasi Manajemen Barang Milik Daerah (SIMDA BMD), artinya ada enam fitur yang terdapat dalam aplikasi tersebut yang bisa diakses masyarakat. Termasuk tanah, bangunan, peralatan, irigasi, jalan dan jaringan serta bangunan lainnya," jelasnya.

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun menginginkan penambahan fitur kembali. "Wali Kota menginginkan fitur tambahan. Contoh seperti nilai perolehannya berapa, yang dapat menghitung harga beli tanah dan kalau bangunan bisa menghitung nilai pembangunannya berapa," terangnya.

    Andi Harun mengungkapkan dukungan dan apresiasi dalam pembuatan aplikasi ini dapat membantu masyarakat mengetahui aset yang dimiliki daerah. "Apa yang dimiliki pemerintah, rakyat harus tahu," pungkasnya.

    (Sf/By)