Seputar Kaltim

    BPJS Kesehatan Perluas Layanan di Kutim, Gandeng 8 Rumah Sakit

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    31 Juli 2025 pukul 14:00 WITA

    Kantor BPJS Kutai Timur (Kutim). (foto:lisda/sepu

    Sangatta - BPJS Kesehatan Kutai Timur (Kutim) terus memperluas kerja sama layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan rumah sakit di wilayah Kutim. Hingga saat ini, sebanyak delapan rumah sakit di Kabupaten Kutim telah menjalin kerja sama, menjadikannya sebagai daerah dengan jumlah rumah sakit mitra BPJS terbanyak se-Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

    Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kutim, Herman Prayudi, menyampaikan bahwa delapan rumah sakit yang telah bekerja sama tersebut tersebar di berbagai wilayah.

    "Kalau di kota Sangatta, saat ini tinggal dua rumah sakit yang belum bekerja sama, yakni Rumah Sakit Asifa dan Rumah Sakit Pelita Kasih. Untuk Pelita Kasih sudah dalam proses pengajuan kerja sama, sementara Asifa belum ada komunikasi," ujar Herman.

    Daftar rumah sakit yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di Kutim antara lain: RSUD Kudungga Sangatta, RS Cahaya Sangatta (rumah sakit khusus ibu dan anak), RS Medika Sangatta, RS Meloy Sangatta, RS PKT Prima Sangatta, RS Santa Elisabeth Bengalon, RS Sangkulirang, dan RS Muara Bengkal.

    Herman juga menambahkan bahwa saat ini ada rencana penambahan layanan kesehatan di daerah Wahau, yang saat ini masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari pemerintah daerah.

    Dalam kesempatan yang sama, Herman mengungkapkan bahwa saat ini Kutim telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), di mana seluruh penduduk telah didaftarkan dalam program tersebut oleh Pemerintah Kabupaten Kutim.

    “Untuk wilayah Kutim, seluruh penduduk sudah terdaftar dalam program JKN. Tapi kami tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, kami juga aktif bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja untuk memastikan seluruh karyawan perusahaan dan keluarganya ikut terdaftar,” jelasnya.

    BPJS Kesehatan Kutim rutin melakukan pemeriksaan data ke perusahaan-perusahaan bersama Dinas Tenaga Kerja untuk memastikan perusahaan mendaftarkan pekerja dan keluarganya dalam program tersebut.

    Dengan cakupan yang luas dan kerja sama yang terus berkembang, BPJS Kesehatan berharap pelayanan kesehatan di Kutim dapat semakin optimal dan merata ke seluruh wilayah, termasuk di daerah-daerah terpencil.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    BPJS Kesehatan Perluas Layanan di Kutim, Gandeng 8 Rumah Sakit

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    31 Juli 2025 pukul 14:00 WITA

    Kantor BPJS Kutai Timur (Kutim). (foto:lisda/sepu

    Sangatta - BPJS Kesehatan Kutai Timur (Kutim) terus memperluas kerja sama layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan rumah sakit di wilayah Kutim. Hingga saat ini, sebanyak delapan rumah sakit di Kabupaten Kutim telah menjalin kerja sama, menjadikannya sebagai daerah dengan jumlah rumah sakit mitra BPJS terbanyak se-Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

    Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kutim, Herman Prayudi, menyampaikan bahwa delapan rumah sakit yang telah bekerja sama tersebut tersebar di berbagai wilayah.

    "Kalau di kota Sangatta, saat ini tinggal dua rumah sakit yang belum bekerja sama, yakni Rumah Sakit Asifa dan Rumah Sakit Pelita Kasih. Untuk Pelita Kasih sudah dalam proses pengajuan kerja sama, sementara Asifa belum ada komunikasi," ujar Herman.

    Daftar rumah sakit yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di Kutim antara lain: RSUD Kudungga Sangatta, RS Cahaya Sangatta (rumah sakit khusus ibu dan anak), RS Medika Sangatta, RS Meloy Sangatta, RS PKT Prima Sangatta, RS Santa Elisabeth Bengalon, RS Sangkulirang, dan RS Muara Bengkal.

    Herman juga menambahkan bahwa saat ini ada rencana penambahan layanan kesehatan di daerah Wahau, yang saat ini masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari pemerintah daerah.

    Dalam kesempatan yang sama, Herman mengungkapkan bahwa saat ini Kutim telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), di mana seluruh penduduk telah didaftarkan dalam program tersebut oleh Pemerintah Kabupaten Kutim.

    “Untuk wilayah Kutim, seluruh penduduk sudah terdaftar dalam program JKN. Tapi kami tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, kami juga aktif bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja untuk memastikan seluruh karyawan perusahaan dan keluarganya ikut terdaftar,” jelasnya.

    BPJS Kesehatan Kutim rutin melakukan pemeriksaan data ke perusahaan-perusahaan bersama Dinas Tenaga Kerja untuk memastikan perusahaan mendaftarkan pekerja dan keluarganya dalam program tersebut.

    Dengan cakupan yang luas dan kerja sama yang terus berkembang, BPJS Kesehatan berharap pelayanan kesehatan di Kutim dapat semakin optimal dan merata ke seluruh wilayah, termasuk di daerah-daerah terpencil.

    (Sf/Rs)