Seputar Kaltim

    BPJS Kesehatan Balikpapan Dorong Layanan Digital, Masyarakat Makin Mudah Akses JKN

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Layanan kesehatan lebih mudah dengan menggunakan aplikasi Mobile JKN, PANDAWA (kanal Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp), Care Center 165, dan Anjungan Mandiri JKN (AMAN JKN). (Foto: Humas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – BPJS Kesehatan Kantor Cabang (KC) Balikpapan terus mempercepat transformasi digital untuk mempermudah masyarakat mendapatkan layanan kesehatan. Salah satunya dengan menggunakan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

    Kepala BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan, Aidy Ilmi mengatakan, inovasi digital menjadi kunci peningkatan kualitas layanan di tengah pertumbuhan jumlah peserta. Melalui aplikasi Mobile JKN, PANDAWA (kanal Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp), Care Center 165, dan Anjungan Mandiri JKN (AMAN JKN), masyarakat kini bisa mengakses berbagai layanan tanpa harus datang langsung ke kantor.

    “Peserta kini tidak perlu antre lama. Hampir semua layanan bisa diakses dari ponsel. Ini bukti nyata transformasi digital BPJS Kesehatan menuju layanan yang humanis dan efisien,” ucap Aidy dalam siaran persnya, Selasa (28/10/2025).

    Selain layanan daring, KC Balikpapan juga menghadirkan BPJS Keliling, BPJS SATU di rumah sakit, serta layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) agar masyarakat tetap mudah mendapatkan pelayanan tatap muka.

    Hingga Oktober 2025, jumlah peserta aktif JKN di wilayah kerja KC Balikpapan meliputi Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, Berau, dan Penajam Paser Utara (PPU) telah mencapai 1.362.078 jiwa dengan tingkat keaktifan 86,86 persen.

    “Kota Balikpapan menjadi penyumbang terbesar dengan 638.159 peserta, disusul Paser (283.480), Berau (254.981), dan PPU (185.458 peserta),” lanjutnya.

    Menurut Aidy, capaian ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat. Dukungan pendanaan dari Pemda juga berperan penting, dengan total iuran bantuan mencapai Rp152 miliar hingga September 2025.

    Untuk memastikan pelayanan berjalan lancar, BPJS Kesehatan KC Balikpapan bermitra dengan 223 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), termasuk puskesmas, klinik, dan dokter keluarga. Ada pula 47 rumah sakit rujukan yang melayani peserta JKN di empat daerah tersebut.

    “Balikpapan menjadi kota dengan jumlah FKTP terbanyak, yakni 112 fasilitas,” imbuhnya.

    Aidy juga mendorong peserta untuk beralih ke sistem pembayaran autodebit agar iuran tetap lancar tanpa takut lupa jatuh tempo.

    Kini, BPJS Kesehatan menyediakan lebih dari 1 juta kanal pembayaran aktif di seluruh Indonesia, termasuk bank, PPOB, e-commerce, serta ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret. 

    “Di Balikpapan, kanal digital menjadi pilihan utama karena dianggap lebih praktis dan real-time,” tuturnya.

    Meski capaian sudah tinggi, ia menegaskan tantangan ke depan adalah mempertahankan kepatuhan peserta dan kualitas layanan di fasilitas kesehatan.

    “Misi kami sederhana namun mendasar memastikan seluruh warga mendapatkan perlindungan kesehatan yang berkelanjutan dan berkualitas. Setiap rupiah iuran yang dibayarkan adalah investasi untuk masa depan kesehatan bangsa,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    BPJS Kesehatan Balikpapan Dorong Layanan Digital, Masyarakat Makin Mudah Akses JKN

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Layanan kesehatan lebih mudah dengan menggunakan aplikasi Mobile JKN, PANDAWA (kanal Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp), Care Center 165, dan Anjungan Mandiri JKN (AMAN JKN). (Foto: Humas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – BPJS Kesehatan Kantor Cabang (KC) Balikpapan terus mempercepat transformasi digital untuk mempermudah masyarakat mendapatkan layanan kesehatan. Salah satunya dengan menggunakan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

    Kepala BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan, Aidy Ilmi mengatakan, inovasi digital menjadi kunci peningkatan kualitas layanan di tengah pertumbuhan jumlah peserta. Melalui aplikasi Mobile JKN, PANDAWA (kanal Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp), Care Center 165, dan Anjungan Mandiri JKN (AMAN JKN), masyarakat kini bisa mengakses berbagai layanan tanpa harus datang langsung ke kantor.

    “Peserta kini tidak perlu antre lama. Hampir semua layanan bisa diakses dari ponsel. Ini bukti nyata transformasi digital BPJS Kesehatan menuju layanan yang humanis dan efisien,” ucap Aidy dalam siaran persnya, Selasa (28/10/2025).

    Selain layanan daring, KC Balikpapan juga menghadirkan BPJS Keliling, BPJS SATU di rumah sakit, serta layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) agar masyarakat tetap mudah mendapatkan pelayanan tatap muka.

    Hingga Oktober 2025, jumlah peserta aktif JKN di wilayah kerja KC Balikpapan meliputi Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, Berau, dan Penajam Paser Utara (PPU) telah mencapai 1.362.078 jiwa dengan tingkat keaktifan 86,86 persen.

    “Kota Balikpapan menjadi penyumbang terbesar dengan 638.159 peserta, disusul Paser (283.480), Berau (254.981), dan PPU (185.458 peserta),” lanjutnya.

    Menurut Aidy, capaian ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat. Dukungan pendanaan dari Pemda juga berperan penting, dengan total iuran bantuan mencapai Rp152 miliar hingga September 2025.

    Untuk memastikan pelayanan berjalan lancar, BPJS Kesehatan KC Balikpapan bermitra dengan 223 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), termasuk puskesmas, klinik, dan dokter keluarga. Ada pula 47 rumah sakit rujukan yang melayani peserta JKN di empat daerah tersebut.

    “Balikpapan menjadi kota dengan jumlah FKTP terbanyak, yakni 112 fasilitas,” imbuhnya.

    Aidy juga mendorong peserta untuk beralih ke sistem pembayaran autodebit agar iuran tetap lancar tanpa takut lupa jatuh tempo.

    Kini, BPJS Kesehatan menyediakan lebih dari 1 juta kanal pembayaran aktif di seluruh Indonesia, termasuk bank, PPOB, e-commerce, serta ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret. 

    “Di Balikpapan, kanal digital menjadi pilihan utama karena dianggap lebih praktis dan real-time,” tuturnya.

    Meski capaian sudah tinggi, ia menegaskan tantangan ke depan adalah mempertahankan kepatuhan peserta dan kualitas layanan di fasilitas kesehatan.

    “Misi kami sederhana namun mendasar memastikan seluruh warga mendapatkan perlindungan kesehatan yang berkelanjutan dan berkualitas. Setiap rupiah iuran yang dibayarkan adalah investasi untuk masa depan kesehatan bangsa,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)