Cari disini...
Seputar Kaltim
Banjir yang melanda Kampung Pegat Bukur, Kabupaten Berau. (Foto: Istimewa)
Tanjung Redeb - Akibat curah hujan yang terus terjadi beberapa pekan terakhir ini, mengakibatkan beberapa wilayah Kabupaten Berau dilanda banjir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Novian Hidayat, mengatakan banjir paling parah terjadi di empat kecamatan wilayah Berau yakni Sambaliung, Teluk Bayur, Kelay dan Segah.
"Banjir terjadi akibat luapan air kiriman dari hulu sungai yang menyebabkan permukaan air naik secara signifikan," ujar Novian.
Dirinya menyebut, untuk sementara ini baru dua posko induk yang didirikan di dua kecamatan, yaitu Sambaliung dan Teluk Bayur, yang difokuskan di Kampung Labanan Makarti. Sedangkan, untuk posko Kecamatan Kelay dan Segah belum ada.
"Posko di Kecamatan Segah dan Kelay belum dapat didirikan. Karena belum ada laporan resmi dari Camat Segah. Sedangkan di Kelay, personel masih difokuskan pada penanganan darurat di tempat lain," tuturnya.
Ia pun merincikan wilayah di Kecamatan Teluk Bayur yang terdampak banjir yakni Kampung Labanan Makarti dan Tumbit Melayu. Sedangkan, Kecamatan Sambaliung untuk kampung yang terdampak seperti kampung Pegat Bukur, Inaran, Long Lanuk, Bena Baru dan Tumbit Dayak.
"Kami mengerahkan tiga tim yang masing-masing terdiri dari satu unit mobil dan satu unit perahu karet. Selain melakukan evakuasi, tim juga siap menyalurkan bantuan logistik ke lokasi terdampak," ujarnya.
Dirinya juga mengatakan ada tiga unit mobil dan perahu karet yang disiagakan selama 24 jam untuk melakukan patroli serta siap melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir di lokasi tersebut.
"Apabila ada masyarakat yang kesulitan dan membutuhkan evakuasi, baik untuk orang maupun barang, dapat langsung menghubungi personel kami yang sedang berpatroli atau datang ke posko di Kampung yang tersedia," katanya.
Novian mengatakan untuk Banjir kali ini diperkirakan lebih besar dibanding sebelumnya, akan tetapi air surut lebih cepat. Namun saat ini, kondisi hilir sungai yang masih pasang serta tingginya curah hujan sehingga meningkatkan risiko banjir susulan.
"Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada, terutama yang berada di wilayah rawan," pesannya.
Sementara itu, Novian menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi terkini dan siap memberikan bantuan kapan pun dan apapun yang dibutuhkan oleh masyarakat. Namun, ia pun berharap musibah ini cepat berlalu agar tidak menghantui masyarakat Kabupaten Berau.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Banjir yang melanda Kampung Pegat Bukur, Kabupaten Berau. (Foto: Istimewa)
Tanjung Redeb - Akibat curah hujan yang terus terjadi beberapa pekan terakhir ini, mengakibatkan beberapa wilayah Kabupaten Berau dilanda banjir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Novian Hidayat, mengatakan banjir paling parah terjadi di empat kecamatan wilayah Berau yakni Sambaliung, Teluk Bayur, Kelay dan Segah.
"Banjir terjadi akibat luapan air kiriman dari hulu sungai yang menyebabkan permukaan air naik secara signifikan," ujar Novian.
Dirinya menyebut, untuk sementara ini baru dua posko induk yang didirikan di dua kecamatan, yaitu Sambaliung dan Teluk Bayur, yang difokuskan di Kampung Labanan Makarti. Sedangkan, untuk posko Kecamatan Kelay dan Segah belum ada.
"Posko di Kecamatan Segah dan Kelay belum dapat didirikan. Karena belum ada laporan resmi dari Camat Segah. Sedangkan di Kelay, personel masih difokuskan pada penanganan darurat di tempat lain," tuturnya.
Ia pun merincikan wilayah di Kecamatan Teluk Bayur yang terdampak banjir yakni Kampung Labanan Makarti dan Tumbit Melayu. Sedangkan, Kecamatan Sambaliung untuk kampung yang terdampak seperti kampung Pegat Bukur, Inaran, Long Lanuk, Bena Baru dan Tumbit Dayak.
"Kami mengerahkan tiga tim yang masing-masing terdiri dari satu unit mobil dan satu unit perahu karet. Selain melakukan evakuasi, tim juga siap menyalurkan bantuan logistik ke lokasi terdampak," ujarnya.
Dirinya juga mengatakan ada tiga unit mobil dan perahu karet yang disiagakan selama 24 jam untuk melakukan patroli serta siap melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir di lokasi tersebut.
"Apabila ada masyarakat yang kesulitan dan membutuhkan evakuasi, baik untuk orang maupun barang, dapat langsung menghubungi personel kami yang sedang berpatroli atau datang ke posko di Kampung yang tersedia," katanya.
Novian mengatakan untuk Banjir kali ini diperkirakan lebih besar dibanding sebelumnya, akan tetapi air surut lebih cepat. Namun saat ini, kondisi hilir sungai yang masih pasang serta tingginya curah hujan sehingga meningkatkan risiko banjir susulan.
"Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada, terutama yang berada di wilayah rawan," pesannya.
Sementara itu, Novian menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi terkini dan siap memberikan bantuan kapan pun dan apapun yang dibutuhkan oleh masyarakat. Namun, ia pun berharap musibah ini cepat berlalu agar tidak menghantui masyarakat Kabupaten Berau.
(Sf/Rs)