Cari disini...
Seputar Kaltim
Pohon tumbang yang terjadi di Jalan Bhayangkara pada Senin (23/12/2024) lalu. (Foto: Dokumentasi BPBD Samarinda/Seputarfakta.com)
Samarinda – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda meningkatkan kesiapsiagaannya menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga Mei 2025. Informasi ini diperoleh dari pembaruan prakiraan cuaca yang dirilis oleh BMKG terkait fenomena La Nina.
Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Samarinda, Hamzah, menjelaskan bahwa fenomena La Nina ini menyebabkan suhu permukaan Samudra Pasifik tropis lebih dingin dari biasanya, yang berdampak pada peningkatan intensitas hujan disertai angin kencang.
"BMKG memproyeksikan fenomena ini berlangsung hampir enam bulan ke depan, sehingga kami harus siap menghadapi potensi bencana," ujarnya pada Rabu (25/12/2024).
Hamzah menambahkan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, seperti hujan deras disertai angin kencang, sudah dirasakan masyarakat Samarinda. Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah menetapkan status siaga darurat dan mempersiapkan sejumlah langkah penanganan bencana.
"Kami fokus pada bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan pohon tumbang. Personel sudah disiagakan, sehingga diharapkan penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan efektif," jelasnya.
Sebagai upaya konkret, BPBD telah mendistribusikan alat pemotong kayu (senso) ke 21 kelompok relawan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Samarinda.
Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan pohon tumbang, yang sempat menjadi kendala pada pekan lalu saat tujuh titik di Samarinda mengalami insiden pohon tumbang, termasuk di wilayah Lubuk Sawah, Lempake, Lambung Mangkurat, Bhayangkara, Pelita, dan Samarinda Seberang.
"Dengan adanya senso di setiap kelurahan, kami berharap evakuasi dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu alat dari posko utama. Hal ini penting agar masyarakat tidak terdampak lebih lama akibat bencana," tambahnya.
Selain itu, BPBD Samarinda juga terus melakukan koordinasi intensif dengan relawan dan OPD terkait untuk memastikan semua sumber daya dan personel siap menghadapi potensi bencana. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir dampak cuaca ekstrem terhadap masyarakat Kota Samarinda.
Dengan fenomena La Nina yang diperkirakan berlangsung hingga Mei 2025, BPBD Samarinda mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kejadian darurat melalui kanal resmi yang tersedia. "Kami berharap masyarakat juga ikut berperan aktif dalam mitigasi bencana ini, agar kita bisa bersama-sama melewati musim hujan panjang ini dengan aman," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pohon tumbang yang terjadi di Jalan Bhayangkara pada Senin (23/12/2024) lalu. (Foto: Dokumentasi BPBD Samarinda/Seputarfakta.com)
Samarinda – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda meningkatkan kesiapsiagaannya menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga Mei 2025. Informasi ini diperoleh dari pembaruan prakiraan cuaca yang dirilis oleh BMKG terkait fenomena La Nina.
Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Samarinda, Hamzah, menjelaskan bahwa fenomena La Nina ini menyebabkan suhu permukaan Samudra Pasifik tropis lebih dingin dari biasanya, yang berdampak pada peningkatan intensitas hujan disertai angin kencang.
"BMKG memproyeksikan fenomena ini berlangsung hampir enam bulan ke depan, sehingga kami harus siap menghadapi potensi bencana," ujarnya pada Rabu (25/12/2024).
Hamzah menambahkan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, seperti hujan deras disertai angin kencang, sudah dirasakan masyarakat Samarinda. Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah menetapkan status siaga darurat dan mempersiapkan sejumlah langkah penanganan bencana.
"Kami fokus pada bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan pohon tumbang. Personel sudah disiagakan, sehingga diharapkan penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan efektif," jelasnya.
Sebagai upaya konkret, BPBD telah mendistribusikan alat pemotong kayu (senso) ke 21 kelompok relawan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Samarinda.
Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan pohon tumbang, yang sempat menjadi kendala pada pekan lalu saat tujuh titik di Samarinda mengalami insiden pohon tumbang, termasuk di wilayah Lubuk Sawah, Lempake, Lambung Mangkurat, Bhayangkara, Pelita, dan Samarinda Seberang.
"Dengan adanya senso di setiap kelurahan, kami berharap evakuasi dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu alat dari posko utama. Hal ini penting agar masyarakat tidak terdampak lebih lama akibat bencana," tambahnya.
Selain itu, BPBD Samarinda juga terus melakukan koordinasi intensif dengan relawan dan OPD terkait untuk memastikan semua sumber daya dan personel siap menghadapi potensi bencana. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir dampak cuaca ekstrem terhadap masyarakat Kota Samarinda.
Dengan fenomena La Nina yang diperkirakan berlangsung hingga Mei 2025, BPBD Samarinda mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kejadian darurat melalui kanal resmi yang tersedia. "Kami berharap masyarakat juga ikut berperan aktif dalam mitigasi bencana ini, agar kita bisa bersama-sama melewati musim hujan panjang ini dengan aman," pungkasnya.
(Sf/Rs)