Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda mulai mengoperasikan dapur umum bagi warga terdampak banjir di Desa Budaya Pampang, Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, sejak pagi ini, Selasa (28/1/2025).
Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, menyampaikan bahwa pendirian dapur umum telah dilakukan sejak tadi malam untuk membantu warga yang terdampak banjir.
“Pagi ini kami mulai melayani warga yang terdampak. Kita lihat perkembangan kedalaman air untuk rencana layanan selanjutnya,” kata Suwarso saat dikonfirmasi media ini.
Banjir yang merendam Desa Budaya Pampang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Samarinda sejak Minggu (26/1/2025) kemarin. Ia menyebut, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan aliran air dari perbatasan Samarinda dengan Kutai Kartanegara di Tanah Datar melimpas ke wilayah hilir, khususnya daerah aliran Sungai Karang Mumus.
Akibat dari itu, ada sekitar 96 bangunan terdampak dengan total 372 jiwa terpengaruh oleh banjir. Ketinggian air di Desa Budaya Pampang sempat mencapai satu meter, meski pagi ini dilaporkan mulai surut.
BPBD Samarinda juga berkoordinasi untuk mendirikan dapur umum tambahan di Kelurahan Sempaja Timur, tepatnya di Kantor Kelurahan Bengkuring, guna mengantisipasi kebutuhan bantuan warga terdampak di wilayah lain.
Suwarso mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG Kalimantan Timur, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi hingga sore hari, sehingga Desa Budaya Pampang masih berstatus siaga selama 24 jam.
“Kami terus memantau situasi, tetapi untuk saat ini kondisi di Desa Pampang mulai membaik,” ungkapnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda mulai mengoperasikan dapur umum bagi warga terdampak banjir di Desa Budaya Pampang, Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, sejak pagi ini, Selasa (28/1/2025).
Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, menyampaikan bahwa pendirian dapur umum telah dilakukan sejak tadi malam untuk membantu warga yang terdampak banjir.
“Pagi ini kami mulai melayani warga yang terdampak. Kita lihat perkembangan kedalaman air untuk rencana layanan selanjutnya,” kata Suwarso saat dikonfirmasi media ini.
Banjir yang merendam Desa Budaya Pampang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Samarinda sejak Minggu (26/1/2025) kemarin. Ia menyebut, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan aliran air dari perbatasan Samarinda dengan Kutai Kartanegara di Tanah Datar melimpas ke wilayah hilir, khususnya daerah aliran Sungai Karang Mumus.
Akibat dari itu, ada sekitar 96 bangunan terdampak dengan total 372 jiwa terpengaruh oleh banjir. Ketinggian air di Desa Budaya Pampang sempat mencapai satu meter, meski pagi ini dilaporkan mulai surut.
BPBD Samarinda juga berkoordinasi untuk mendirikan dapur umum tambahan di Kelurahan Sempaja Timur, tepatnya di Kantor Kelurahan Bengkuring, guna mengantisipasi kebutuhan bantuan warga terdampak di wilayah lain.
Suwarso mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG Kalimantan Timur, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi hingga sore hari, sehingga Desa Budaya Pampang masih berstatus siaga selama 24 jam.
“Kami terus memantau situasi, tetapi untuk saat ini kondisi di Desa Pampang mulai membaik,” ungkapnya.
(Sf/Rs)