Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Sukadi Kuncoro.(Istimewa)
Penajam - Para pengunjung dan wisatawan lokal maupun luar mulai berdatangan ke destinasi wisata pantai di wilayah Penajam Paser Utara (PPU) untuk menikmati hari libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Namun, kondisi cuaca di sebagian wilayah di PPU saat ini sedang dilanda cuaca ekstrem karena memasuki musim penghujan. Akibat kerap diterjang hujan dengan intensitas rendah dan tinggi, berpotensi menyebabkan air laut menjadi pasang atau naik.
Untuk mencegah bahaya yang ditimbulkan dari naiknya air laut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU menyiagakan sejumlah personel untuk bersiaga di posko pengamanan yang berdiri di setiap destinasi wisata pantai.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Sukadi Kuncoro mengatakan menempatkan personelnya sejak 23 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025 di posko pengamanan yang terletak di Pantai Amal, Sipakario, Lango, Corong, Tanjung Jumlai dan lainnya.
Ini sebagai langkah antisipasi terjadinya kecelakaan tenggelam akibat gelombang arus yang begitu kuat.
“Personel telah kita siagakan bersama aparat kepolisian. Selain itu, perlengkapan juga telah disiapkan untuk memastikan wisatawan yang berlibur tetap aman,” ucap Kuncoro, Jumat (27/12/2024).
BPBD PPU turut mengimbau wisatawan untuk tidak membiarkan anak-anaknya bermain air terlalu jauh atau dangkal dan selalu meningkatkan pengawasan terhadap kondisi alam di sekitar selama berlibur.
“Kita tidak hanya memantau dari posko pengamanan saja, tetapi juga turut mengedukasi dan mengimbau wisatawan akan bahayanya air laut ketika pasang karena arus gelombang yang dihasilkan semakin kuat membawa seseorang ke pertengahan laut, sehingga berpotensi menelan korban,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Sukadi Kuncoro.(Istimewa)
Penajam - Para pengunjung dan wisatawan lokal maupun luar mulai berdatangan ke destinasi wisata pantai di wilayah Penajam Paser Utara (PPU) untuk menikmati hari libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Namun, kondisi cuaca di sebagian wilayah di PPU saat ini sedang dilanda cuaca ekstrem karena memasuki musim penghujan. Akibat kerap diterjang hujan dengan intensitas rendah dan tinggi, berpotensi menyebabkan air laut menjadi pasang atau naik.
Untuk mencegah bahaya yang ditimbulkan dari naiknya air laut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU menyiagakan sejumlah personel untuk bersiaga di posko pengamanan yang berdiri di setiap destinasi wisata pantai.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Sukadi Kuncoro mengatakan menempatkan personelnya sejak 23 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025 di posko pengamanan yang terletak di Pantai Amal, Sipakario, Lango, Corong, Tanjung Jumlai dan lainnya.
Ini sebagai langkah antisipasi terjadinya kecelakaan tenggelam akibat gelombang arus yang begitu kuat.
“Personel telah kita siagakan bersama aparat kepolisian. Selain itu, perlengkapan juga telah disiapkan untuk memastikan wisatawan yang berlibur tetap aman,” ucap Kuncoro, Jumat (27/12/2024).
BPBD PPU turut mengimbau wisatawan untuk tidak membiarkan anak-anaknya bermain air terlalu jauh atau dangkal dan selalu meningkatkan pengawasan terhadap kondisi alam di sekitar selama berlibur.
“Kita tidak hanya memantau dari posko pengamanan saja, tetapi juga turut mengedukasi dan mengimbau wisatawan akan bahayanya air laut ketika pasang karena arus gelombang yang dihasilkan semakin kuat membawa seseorang ke pertengahan laut, sehingga berpotensi menelan korban,” tandasnya.
(Sf/By)