Seputar Kaltim

    BPBD PPU Petakan 3 Titik Rawan Longsor di Desa Telemow, Warga Diminta Waspada

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    15 Juni 2025 pukul 12:31 WITA

    Plang peringatan rawan tanah longsor yang dipasang BPBD PPU di Desa Telemow.(Dok: Pusdalopsbpbdppu)

    Penajam - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) memetakan atau mengidentifikasi tiga titik rawan longsor di Desa Telemow, Kecamatan Penajam.

    Ketiga titik rawan itu berlokasi di RT 8,9 dan 10 karena kondisi tanahnya memiliki tingkat kemiringan cukup ekstrem dan curam, sehingga keadaan tersebut dinilai berpotensi terjadinya longsor.

    Kalak BPBD PPU, Sukadi Kuncoro mengatakan telah memasang plang peringatan di titik-titik rawan longsor tersebut.

    Plang peringatan itu dipasang dengan tujuan agar masyarakat, khususnya warga setempat untuk senantiasa waspada terhadap bencana alam yang mengintai.

    “Desa Telemow berpotensi terjadi longsor karena tingkat kemiringan (tanahnya) lebih dari 45 persen,” ucap Kuncoro, Minggu (15/6/2025).

    Sebagai langkah mitigasi, BPBD PPU berkoordinasi dengan instansi terkait untuk rencana pembangunan siring yang berfungsi mengalirkan air hujan secara teratur, sehingga erosi pada tanah dapat dicegah.

    “Karena titik-titiknya sudah ada, jadi kita ajukan ke instansi terkait untuk pembuatan siring,” beber Kuncoro.

    Meski belum ada laporan dari warga setempat terkait tanda-tanda bakal terjadimya tanah longsor, tapi tim gabungan yang melibatkan DPUPR, Perkimtan, Dinsos, BPBD, Satpol-PP dan lainnya tetap melakukan pemantauan secara berkala guna mengantisipasi potensi bencana, merumuskan langkah-langkah mitigasi dan lainnya.

    “Meski dalam pengawasan, kami meminta kepada warga untuk selalu berhati-hati karena potensi terjadinya tanah longsor di Desa Telemow lebih besar dari daerah lain di PPU,” tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    BPBD PPU Petakan 3 Titik Rawan Longsor di Desa Telemow, Warga Diminta Waspada

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    15 Juni 2025 pukul 12:31 WITA

    Plang peringatan rawan tanah longsor yang dipasang BPBD PPU di Desa Telemow.(Dok: Pusdalopsbpbdppu)

    Penajam - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) memetakan atau mengidentifikasi tiga titik rawan longsor di Desa Telemow, Kecamatan Penajam.

    Ketiga titik rawan itu berlokasi di RT 8,9 dan 10 karena kondisi tanahnya memiliki tingkat kemiringan cukup ekstrem dan curam, sehingga keadaan tersebut dinilai berpotensi terjadinya longsor.

    Kalak BPBD PPU, Sukadi Kuncoro mengatakan telah memasang plang peringatan di titik-titik rawan longsor tersebut.

    Plang peringatan itu dipasang dengan tujuan agar masyarakat, khususnya warga setempat untuk senantiasa waspada terhadap bencana alam yang mengintai.

    “Desa Telemow berpotensi terjadi longsor karena tingkat kemiringan (tanahnya) lebih dari 45 persen,” ucap Kuncoro, Minggu (15/6/2025).

    Sebagai langkah mitigasi, BPBD PPU berkoordinasi dengan instansi terkait untuk rencana pembangunan siring yang berfungsi mengalirkan air hujan secara teratur, sehingga erosi pada tanah dapat dicegah.

    “Karena titik-titiknya sudah ada, jadi kita ajukan ke instansi terkait untuk pembuatan siring,” beber Kuncoro.

    Meski belum ada laporan dari warga setempat terkait tanda-tanda bakal terjadimya tanah longsor, tapi tim gabungan yang melibatkan DPUPR, Perkimtan, Dinsos, BPBD, Satpol-PP dan lainnya tetap melakukan pemantauan secara berkala guna mengantisipasi potensi bencana, merumuskan langkah-langkah mitigasi dan lainnya.

    “Meski dalam pengawasan, kami meminta kepada warga untuk selalu berhati-hati karena potensi terjadinya tanah longsor di Desa Telemow lebih besar dari daerah lain di PPU,” tandasnya.

    (Sf/Rs)