Seputar Kaltim

    BPBD PPU Lakukan Pemetaan, 5 Wilayah di Sepaku Rawan Banjir

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    16 Desember 2025 pukul 13:35 WITA

    Kalak BPBD PPU, Sukadi Kuncoro (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) memetakan lima desa dan kelurahan di Kecamatan Sepaku yang dinilai rawan dilanda banjir ketika diguyur hujan deras.

    Lima desa dan kelurahan yang masuk dalam peta kerawanan banjir tersebut meliputi Desa Karang Jinawi, Sukaraja, Bukit Raya Kelurahan Sepaku dan Tengin Baru.

    “Sepaku yang potensi banjir itu ada beberapa desa dan kelurahan” ujar Kepala Pelaksana BPBD PPU, Sukadi Kuncoro, Selasa (16/12/2025).

    Lima desa dan kelurahan tersebut dianggap rawan dilanda banjir karena berdekatan dengan Sungai Sepaku.

    Kuncoro menjelaskan Sungai Sepaku perlu dilakukan normalisasi karena sering kali meluap ketika diguyur hujan deras selama berjam-jam.

    “Sungai Sepaku butuh normalisasi sebagai solusi untuk mengurangi risiko banjir, terutama saat curah hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu lama,” terangnya.

    Ia menyampaikan pemerintah daerah telah menyurati Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk melakukan normalisasi Sungai Sepaku.

    “Wewenang Sungai Sepaku itu ada di BWS, sehingga kita mengirimkan surat rekomendasi. Semoga dapat segera dinormalisasi,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    BPBD PPU Lakukan Pemetaan, 5 Wilayah di Sepaku Rawan Banjir

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    16 Desember 2025 pukul 13:35 WITA

    Kalak BPBD PPU, Sukadi Kuncoro (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) memetakan lima desa dan kelurahan di Kecamatan Sepaku yang dinilai rawan dilanda banjir ketika diguyur hujan deras.

    Lima desa dan kelurahan yang masuk dalam peta kerawanan banjir tersebut meliputi Desa Karang Jinawi, Sukaraja, Bukit Raya Kelurahan Sepaku dan Tengin Baru.

    “Sepaku yang potensi banjir itu ada beberapa desa dan kelurahan” ujar Kepala Pelaksana BPBD PPU, Sukadi Kuncoro, Selasa (16/12/2025).

    Lima desa dan kelurahan tersebut dianggap rawan dilanda banjir karena berdekatan dengan Sungai Sepaku.

    Kuncoro menjelaskan Sungai Sepaku perlu dilakukan normalisasi karena sering kali meluap ketika diguyur hujan deras selama berjam-jam.

    “Sungai Sepaku butuh normalisasi sebagai solusi untuk mengurangi risiko banjir, terutama saat curah hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu lama,” terangnya.

    Ia menyampaikan pemerintah daerah telah menyurati Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk melakukan normalisasi Sungai Sepaku.

    “Wewenang Sungai Sepaku itu ada di BWS, sehingga kita mengirimkan surat rekomendasi. Semoga dapat segera dinormalisasi,” tandasnya.

    (Sf/Lo)