Seputar Kaltim

    BPBD PPU Desak Pengangkatan Bangkai KMP Muchlisa Dekat Pipa Pertamina

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    03 Juni 2025 pukul 20:04 WITA

    Detik-detik tenggelamnya KPM Muchlisa di perairan Penajam pada 7 Mei 2025 lalu.(Tangkapan layar)

    Penajam - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) belum lama ini mengirimkan surat permohonan kepada PT Sadena Mitra Bahari terkait pengangkatan bangkai Kapal Motor Penumpang (KMP) Muchlisa.

    Surat permohonan yang bersifat mendesak ini diajukan karena letak bangkai KMP Muchlisa yang tenggelam pada 7 Mei 2025 lalu di perairan Penajam itu berdekatan dengan pipa milik Pertamina.

    “Kita sudah bersurat ke PT Sadena (pemilik KMP Muchlisa) untuk segera mengangkut bangkai KMP Muchlisa karena berada di dekat pipa Pertamina,” ucap Kalak BPBD PPU, Sukadi Kuncoro, Selasa (3/6/2025).

    Jika bangkai KMP Muchlisa tidak segera diangkut, maka berpotensi menimbulkan kebocoran pada pipa yang berada di dasar laut. Terlebih pipa tersebut merupakan objek vital milik Pertamina.

    “Tidak menutup kemungkinan badan kapal yang berada di dasar laut itu bisa bergeser dan membentur pipa Pertamina,” beber Kuncoro.

    Selain berpotensi menimbulkan kerusakan pada pipa Pertamina, kehadiran bangkai KMP Muchlisa juga dianggap membahayakan aktivitas nelayan dan transportasi air, terutama saat kondisi air laut sedang surut.

    “Kawasan itu (lokasi bangkai KMP Muchlisa) merupakan tempat lalu lintasnya masyarakat, terutama kapal-kapal speedboat sering menyisir di situ,” jelasnya.

    Berdasarkan informasi yang diperoleh BPBD PPU, rencana pengangkatan bangkai KMP Muchlisa baru masuk dalam tahap lelang dan belum dipastikan kapan terlaksana.

    “Informasinya sudah dilelang dan rencana pengangkatan itu ditentukan oleh PT Sadena Mitra Bahari dan pihak berwenang, yakni KSOP Balikpapan,” tandasnya.

    Hingga berita ini terbit, seputarfakta.com berupaya mengonfirmasi pihak bersangkutan terkait rencana pengangkatan bangkai KMP Muchlisa.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    BPBD PPU Desak Pengangkatan Bangkai KMP Muchlisa Dekat Pipa Pertamina

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    03 Juni 2025 pukul 20:04 WITA

    Detik-detik tenggelamnya KPM Muchlisa di perairan Penajam pada 7 Mei 2025 lalu.(Tangkapan layar)

    Penajam - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) belum lama ini mengirimkan surat permohonan kepada PT Sadena Mitra Bahari terkait pengangkatan bangkai Kapal Motor Penumpang (KMP) Muchlisa.

    Surat permohonan yang bersifat mendesak ini diajukan karena letak bangkai KMP Muchlisa yang tenggelam pada 7 Mei 2025 lalu di perairan Penajam itu berdekatan dengan pipa milik Pertamina.

    “Kita sudah bersurat ke PT Sadena (pemilik KMP Muchlisa) untuk segera mengangkut bangkai KMP Muchlisa karena berada di dekat pipa Pertamina,” ucap Kalak BPBD PPU, Sukadi Kuncoro, Selasa (3/6/2025).

    Jika bangkai KMP Muchlisa tidak segera diangkut, maka berpotensi menimbulkan kebocoran pada pipa yang berada di dasar laut. Terlebih pipa tersebut merupakan objek vital milik Pertamina.

    “Tidak menutup kemungkinan badan kapal yang berada di dasar laut itu bisa bergeser dan membentur pipa Pertamina,” beber Kuncoro.

    Selain berpotensi menimbulkan kerusakan pada pipa Pertamina, kehadiran bangkai KMP Muchlisa juga dianggap membahayakan aktivitas nelayan dan transportasi air, terutama saat kondisi air laut sedang surut.

    “Kawasan itu (lokasi bangkai KMP Muchlisa) merupakan tempat lalu lintasnya masyarakat, terutama kapal-kapal speedboat sering menyisir di situ,” jelasnya.

    Berdasarkan informasi yang diperoleh BPBD PPU, rencana pengangkatan bangkai KMP Muchlisa baru masuk dalam tahap lelang dan belum dipastikan kapan terlaksana.

    “Informasinya sudah dilelang dan rencana pengangkatan itu ditentukan oleh PT Sadena Mitra Bahari dan pihak berwenang, yakni KSOP Balikpapan,” tandasnya.

    Hingga berita ini terbit, seputarfakta.com berupaya mengonfirmasi pihak bersangkutan terkait rencana pengangkatan bangkai KMP Muchlisa.

    (Sf/Lo)