Seputar Kaltim

    BPBD Paser dan Unmul Susun Kajian Risiko Bencana untuk Tingkatkan Mitigasi

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    02 Juni 2025 pukul 16:39 WITA

    Kepala BPBD Paser, Ruslan (Foto: Padliannor)

    Tana Paser - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser telah merancang dokumen Kajian Risiko Bencana. 

    BPBD bekerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) untuk merancang dokumen tersebut. 

    Kepala BPBD Paser, Ruslan menyebut pihaknya merancang dokumen tersebut guna meberi informasi dan edukasi terkait ancaman bencana alam di wilayah Paser. 

    "Alhamdulillah dokumen Kajian Risiko Bencana yang telah kami susun juga telah ditandatangani oleh pak bupati," kata Ruslan, Senin (2/6/2025). 

    Paser memiliki sejumlah potensi ancaman bencana, antara lain banjir, tanah longsor, kebakaran lahan dan cuaca ekstrem seperti angin puting beliung yang pernah melanda Kecamatan Tanjung Harapan. 

    Dengan adanya kajian yang telah disusun, pihak BPBD dapat mengetahui kerentanan dari ancaman bencana di Paser. "Kami akan menyosialisasikan kajian yang sudah tersusun dengan kepala desa dan daerah-daerah yang cukup rawan bencana,” tambahnya. 

    Beberapa wilayah di Paser yang rawan terkena bencana banjir antara lain Kecamatan Long Kali, Long Ikis dan Tanah Grogot. Khusus di Tanah Grogot, masalah banjir semakin parah karena sistem drainase di beberapa area belum berfungsi dengan baik.

    "Penyebab utama banjir diketahui curah hujan yang tinggi di daerah hulu dan kurangnya optimalisasi drainase di beberapa wilayah," tambahnya. 

    Ia menyebut peran masyarakat secara menyeluruh juga berpengaruh terhadap ancaman bencana, seperti membuang sampah sembarangan di sungai dan parit yang dapat memicu terjadinya banjir dari luapan drainase.

    "Kesadaran masyarakat juga penting guna mencegah terjadinya ancaman bencana," tutupnya. 


    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    BPBD Paser dan Unmul Susun Kajian Risiko Bencana untuk Tingkatkan Mitigasi

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    02 Juni 2025 pukul 16:39 WITA

    Kepala BPBD Paser, Ruslan (Foto: Padliannor)

    Tana Paser - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser telah merancang dokumen Kajian Risiko Bencana. 

    BPBD bekerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) untuk merancang dokumen tersebut. 

    Kepala BPBD Paser, Ruslan menyebut pihaknya merancang dokumen tersebut guna meberi informasi dan edukasi terkait ancaman bencana alam di wilayah Paser. 

    "Alhamdulillah dokumen Kajian Risiko Bencana yang telah kami susun juga telah ditandatangani oleh pak bupati," kata Ruslan, Senin (2/6/2025). 

    Paser memiliki sejumlah potensi ancaman bencana, antara lain banjir, tanah longsor, kebakaran lahan dan cuaca ekstrem seperti angin puting beliung yang pernah melanda Kecamatan Tanjung Harapan. 

    Dengan adanya kajian yang telah disusun, pihak BPBD dapat mengetahui kerentanan dari ancaman bencana di Paser. "Kami akan menyosialisasikan kajian yang sudah tersusun dengan kepala desa dan daerah-daerah yang cukup rawan bencana,” tambahnya. 

    Beberapa wilayah di Paser yang rawan terkena bencana banjir antara lain Kecamatan Long Kali, Long Ikis dan Tanah Grogot. Khusus di Tanah Grogot, masalah banjir semakin parah karena sistem drainase di beberapa area belum berfungsi dengan baik.

    "Penyebab utama banjir diketahui curah hujan yang tinggi di daerah hulu dan kurangnya optimalisasi drainase di beberapa wilayah," tambahnya. 

    Ia menyebut peran masyarakat secara menyeluruh juga berpengaruh terhadap ancaman bencana, seperti membuang sampah sembarangan di sungai dan parit yang dapat memicu terjadinya banjir dari luapan drainase.

    "Kesadaran masyarakat juga penting guna mencegah terjadinya ancaman bencana," tutupnya. 


    (Sf/Lo)