Seputar Kaltim

    BPBD Paser Catat 577 Karhutla Hingga Oktober 2026, Ada 1.773 Hektare Lahan Terbakar

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    08 Oktober 2026 pukul 20:10 WITA

    Penanganan Karhutla di Kabupaten Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser mencatat peningkatan peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Paser. 

    Hingga Rabu, 7 Oktober 2026, total insiden karhutla yang terdeteksi dan ditangani telah mencapai 577 kejadian dengan total luas lahan terdampak hingga 1.773,8 hektare.

    Kepala BPBD Kabupaten Paser, Ruslan, menyampaikan data tersebut merupakan akumulasi penanganan bencana yang dihimpun oleh tim satuan tugas di lapangan sepanjang musim kering tahun ini. Tingginya angka kejadian itu dipicu oleh cuaca ekstrem.

    "Hingga tanggal 7 Oktober ini, kami mencatat ada 577 kejadian karhutla dengan total luas area yang terbakar mencapai 1.773,8 hektare yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Paser," kata Ruslan,  Kamis (8/10/2026).

    Ia menambahkan, pihak BPBD bersama personel gabungan terus meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah-wilayah yang masuk dalam zona rawan kebakaran.

    Dari akumulasi data yang dirilis BPBD Paser, Kecamatan Tanah Grogot menjadi wilayah dengan insiden karhutla tertinggi, yakni mencatatkan sebanyak 246 kejadian. Posisi kedua disusul oleh Kecamatan Paser Belengkong yang mengonfirmasi 122 peristiwa kebakaran lahan dalam rentang waktu yang sama.

    Sementara itu, wilayah Kecamatan Batu Sopang mencatatkan 58 kejadian kebakaran, diikuti oleh Kecamatan Muara Komam dengan total 43 kejadian. Di wilayah selatan dan pesisir, Kecamatan Batu Engau dilaporkan ada 42 insiden karhutla yang ditangani tim pemadam.

    Kemudian, Kecamatan Muara Samu sebanyak 27 kejadian karhutla, sedangkan Kecamatan Kuaro mencatat 12 kejadian. Wilayah Kecamatan Tanjung Harapan yang sebelumnya tidak mengalami karhutla tercatat adnaya 11 kejadian.

    Sementara itu, dua kecamatan dengan intensitas karhutla terendah yaitu Kecamatan Long Ikis yang mencatatkan 10 kejadian dan Kecamatan Long Kali dengan enam kejadian.

    "Bulan lalu Tanjung Harapan masih belum terdampak namun hingga tanggal 7 Oktober 2026 sudah tercatat ada 11 kejadian," tambahnya.

    BPBD Paser memastikan bahwa upaya mitigasi dan pemadaman, baik melalui jalur darat maupun pemantauan titik panas, terus dioptimalkan. Langkah koordinasi bersama instansi terkait serta unsur TNI dan Polri terus diperketat guna menekan potensi munculnya titik api baru di sepuluh kecamatan tersebut.

    Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada posko BPBD terdekat apabila menemukan adanya kepulan asap atau potensi kebakaran di sekitar pemukiman dan perkebunan mereka demi mencegah meluasnya dampak karhutla.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    BPBD Paser Catat 577 Karhutla Hingga Oktober 2026, Ada 1.773 Hektare Lahan Terbakar

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    08 Oktober 2026 pukul 20:10 WITA

    Penanganan Karhutla di Kabupaten Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser mencatat peningkatan peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Paser. 

    Hingga Rabu, 7 Oktober 2026, total insiden karhutla yang terdeteksi dan ditangani telah mencapai 577 kejadian dengan total luas lahan terdampak hingga 1.773,8 hektare.

    Kepala BPBD Kabupaten Paser, Ruslan, menyampaikan data tersebut merupakan akumulasi penanganan bencana yang dihimpun oleh tim satuan tugas di lapangan sepanjang musim kering tahun ini. Tingginya angka kejadian itu dipicu oleh cuaca ekstrem.

    "Hingga tanggal 7 Oktober ini, kami mencatat ada 577 kejadian karhutla dengan total luas area yang terbakar mencapai 1.773,8 hektare yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Paser," kata Ruslan,  Kamis (8/10/2026).

    Ia menambahkan, pihak BPBD bersama personel gabungan terus meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah-wilayah yang masuk dalam zona rawan kebakaran.

    Dari akumulasi data yang dirilis BPBD Paser, Kecamatan Tanah Grogot menjadi wilayah dengan insiden karhutla tertinggi, yakni mencatatkan sebanyak 246 kejadian. Posisi kedua disusul oleh Kecamatan Paser Belengkong yang mengonfirmasi 122 peristiwa kebakaran lahan dalam rentang waktu yang sama.

    Sementara itu, wilayah Kecamatan Batu Sopang mencatatkan 58 kejadian kebakaran, diikuti oleh Kecamatan Muara Komam dengan total 43 kejadian. Di wilayah selatan dan pesisir, Kecamatan Batu Engau dilaporkan ada 42 insiden karhutla yang ditangani tim pemadam.

    Kemudian, Kecamatan Muara Samu sebanyak 27 kejadian karhutla, sedangkan Kecamatan Kuaro mencatat 12 kejadian. Wilayah Kecamatan Tanjung Harapan yang sebelumnya tidak mengalami karhutla tercatat adnaya 11 kejadian.

    Sementara itu, dua kecamatan dengan intensitas karhutla terendah yaitu Kecamatan Long Ikis yang mencatatkan 10 kejadian dan Kecamatan Long Kali dengan enam kejadian.

    "Bulan lalu Tanjung Harapan masih belum terdampak namun hingga tanggal 7 Oktober 2026 sudah tercatat ada 11 kejadian," tambahnya.

    BPBD Paser memastikan bahwa upaya mitigasi dan pemadaman, baik melalui jalur darat maupun pemantauan titik panas, terus dioptimalkan. Langkah koordinasi bersama instansi terkait serta unsur TNI dan Polri terus diperketat guna menekan potensi munculnya titik api baru di sepuluh kecamatan tersebut.

    Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada posko BPBD terdekat apabila menemukan adanya kepulan asap atau potensi kebakaran di sekitar pemukiman dan perkebunan mereka demi mencegah meluasnya dampak karhutla.

    (Sf/Lo)