Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi kebakaran hutan (freepik)
Sangatta - Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan waspada terhadap menghadapi bencana Karhutla.
Imbauan ini disampaikan karena cuaca di wilayah Kutim saat ini cenderung panas dan tanpa disertai hujan, yang berpotensi memicu kebakaran hutan, lahan, serta kekeringan.
Kepala BPBD Kutim, Muhammad Idris Syam, menyampaikan bahwa imbauan tersebut merujuk pada Surat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor: 300.2.3/15004 Tahun 2025 tentang Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Basah dan Kering untuk periode Juli hingga Desember 2025, serta prakiraan cuaca dan hotspot dari BMKG Stasiun Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
"Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kutai Timur saat ini cenderung panas tanpa disertai adanya hujan, sehingga berpotensi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan,” ujar Idris.
BPBD meminta seluruh perusahaan perkebunan, pengelola hutan negara, hutan tanaman industri, hingga agroforestri untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Perusahaan juga diminta aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar melalui pertemuan kelompok tani atau kegiatan keagamaan.
"Kepada perusahaan perkebunan dan perusahaan pengelola hutan Negara, hutan tanaman industri, hingga agroforestri, melakukan Pengecekan dan memastikan
kesiapan peralatan yang akan di gunakan dalam menunjang kegiatan pemadaman dalam kondisi baik," tambahnya.
BPBD juga mengingatkan masyarakat, khususnya yang memiliki lahan garapan untuk bertani, berkebun, atau berladang, agar selalu waspada terhadap kemungkinan kebakaran yang bisa terjadi karena faktor alam maupun aktivitas manusia.
Selain itu, BPBD mengajak perangkat desa, kepala dusun, ketua RT, dan warga untuk ikut serta dalam upaya pencegahan Karhutla. Relawan seperti Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA), Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Satlinmas diminta untuk kembali diaktifkan dan berperan dalam pencegahan serta penanganan kebakaran jika sewaktu-waktu terjadi.
"Kami meminta seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mencegah bencana Karhutla,"pungkasnya
Edaran tersebut ditujukan kepada camat, kepala desa, lurah, Destana, MPA, dan Satlinmas se-Kabupaten Kutim dan Seluruh Perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Kutim untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi di wilayah masing-masing.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi kebakaran hutan (freepik)
Sangatta - Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan waspada terhadap menghadapi bencana Karhutla.
Imbauan ini disampaikan karena cuaca di wilayah Kutim saat ini cenderung panas dan tanpa disertai hujan, yang berpotensi memicu kebakaran hutan, lahan, serta kekeringan.
Kepala BPBD Kutim, Muhammad Idris Syam, menyampaikan bahwa imbauan tersebut merujuk pada Surat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor: 300.2.3/15004 Tahun 2025 tentang Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Basah dan Kering untuk periode Juli hingga Desember 2025, serta prakiraan cuaca dan hotspot dari BMKG Stasiun Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
"Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kutai Timur saat ini cenderung panas tanpa disertai adanya hujan, sehingga berpotensi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan,” ujar Idris.
BPBD meminta seluruh perusahaan perkebunan, pengelola hutan negara, hutan tanaman industri, hingga agroforestri untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Perusahaan juga diminta aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar melalui pertemuan kelompok tani atau kegiatan keagamaan.
"Kepada perusahaan perkebunan dan perusahaan pengelola hutan Negara, hutan tanaman industri, hingga agroforestri, melakukan Pengecekan dan memastikan
kesiapan peralatan yang akan di gunakan dalam menunjang kegiatan pemadaman dalam kondisi baik," tambahnya.
BPBD juga mengingatkan masyarakat, khususnya yang memiliki lahan garapan untuk bertani, berkebun, atau berladang, agar selalu waspada terhadap kemungkinan kebakaran yang bisa terjadi karena faktor alam maupun aktivitas manusia.
Selain itu, BPBD mengajak perangkat desa, kepala dusun, ketua RT, dan warga untuk ikut serta dalam upaya pencegahan Karhutla. Relawan seperti Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA), Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Satlinmas diminta untuk kembali diaktifkan dan berperan dalam pencegahan serta penanganan kebakaran jika sewaktu-waktu terjadi.
"Kami meminta seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mencegah bencana Karhutla,"pungkasnya
Edaran tersebut ditujukan kepada camat, kepala desa, lurah, Destana, MPA, dan Satlinmas se-Kabupaten Kutim dan Seluruh Perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Kutim untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi di wilayah masing-masing.
(Sf/Rs)