Cari disini...
Seputar Kaltim
Banjir masih menggenangi sejumlah wilayah di Tenggarong. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) memprediksi hujan akan berlangsung hingga Juni 2025 mendatang.
Hujan telah terjadi di Kukar sejak April lalu dan membuat sejumlah wilayah tergenang banjir dan mengalami longsor. Akibatnya aktivitas masyarakat menjadi lumpuh sesaat.
Plt Sekretaris BPBD Kukar, Abdal mengatakan di Kecamatan Tenggarong ada sekitar 27.000 jiwa terdampak akibat banjir. "Data sementara, kami belum mengantongi data secara keseluruhan. Diingatkan juga kepada masyarakat tetap waspada, pendataan masih dalam proses," katanya, Rabu (28/5/2025).
Abdal menegaskan banjir kali ini murni disebabkan curah hujan yang tinggi sejak beberapa hari lalu. Guna memantau perkembangan banjir, kali ini pihaknya telah menurunkan personel ke wilayah yang paling parah terdampak banjir, seperti Jalan Pesut dan Wolter Monginsidi.
"Dua lokasi ini lambat surutnya karena air Sungai Mahakam masih naik," ujarnya.
Saat ditanya adanya dugaan tanggul jebol di wilayah Pondok Labu, Kelurahan Loa Ipuh Darat, pihaknya belum menerima laporan itu hingga kini.
"Terkait informasi itu kami belum terima, artinya kami belum mengetahui secara pasti, pihak desa juga tak ada koordinasi ke BPBD Kukar sejauh ini," ungkapnya.
Sementara BPBD Kukar juga tengah fokus menyiagakan personel untuk menerima laporan dan permintaan dari masyarakat, terutama di kawasan yang mengalami genangan air di jalan.
"Kami fokus ke wilayah-wilayah yang membutuhkan pemompaan air untuk mengurangi debit di sekitar rumah,” tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Banjir masih menggenangi sejumlah wilayah di Tenggarong. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) memprediksi hujan akan berlangsung hingga Juni 2025 mendatang.
Hujan telah terjadi di Kukar sejak April lalu dan membuat sejumlah wilayah tergenang banjir dan mengalami longsor. Akibatnya aktivitas masyarakat menjadi lumpuh sesaat.
Plt Sekretaris BPBD Kukar, Abdal mengatakan di Kecamatan Tenggarong ada sekitar 27.000 jiwa terdampak akibat banjir. "Data sementara, kami belum mengantongi data secara keseluruhan. Diingatkan juga kepada masyarakat tetap waspada, pendataan masih dalam proses," katanya, Rabu (28/5/2025).
Abdal menegaskan banjir kali ini murni disebabkan curah hujan yang tinggi sejak beberapa hari lalu. Guna memantau perkembangan banjir, kali ini pihaknya telah menurunkan personel ke wilayah yang paling parah terdampak banjir, seperti Jalan Pesut dan Wolter Monginsidi.
"Dua lokasi ini lambat surutnya karena air Sungai Mahakam masih naik," ujarnya.
Saat ditanya adanya dugaan tanggul jebol di wilayah Pondok Labu, Kelurahan Loa Ipuh Darat, pihaknya belum menerima laporan itu hingga kini.
"Terkait informasi itu kami belum terima, artinya kami belum mengetahui secara pasti, pihak desa juga tak ada koordinasi ke BPBD Kukar sejauh ini," ungkapnya.
Sementara BPBD Kukar juga tengah fokus menyiagakan personel untuk menerima laporan dan permintaan dari masyarakat, terutama di kawasan yang mengalami genangan air di jalan.
"Kami fokus ke wilayah-wilayah yang membutuhkan pemompaan air untuk mengurangi debit di sekitar rumah,” tutupnya.
(Sf/Lo)