Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi cuaca ekstrem (Dok: Pixabay)
Tenggarong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) memprediksi Kutai Kartanegara (Kukar) akan dilanda hujan deras, angin kencang hingga cuaca ekstrem pada periode Januari-Maret 2026.
Kondisi itu tentu akan berpotensi memicu terjadinya insiden bencana alam seperti banjir, pohon tumbang hingga tanah longsor.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menyurati seluruh camat, lurah dan kepala desa untuk melakukan berbagai upaya mitigasi sejak dini, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Dalam surat yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, ia meminta seluruh camat, lurah dan kepala desa untuk melakukan pemantauan secara berkala di wilayah rawan bencana, seperti kawasan aliran sungai, perbukitan dan permukiman penduduk.
“Seluruh camat, lurah dan kepala desa kita minta untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta melakukan pemantauan berkala di titik-titik rawan bencana,” ujar Sunggono, Selasa (24/2/2026).
Mereka juga diminta untuk menyebarluaskan informasi terkait peringatan dini kepada masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana agar masyarakat dapat melakukan upaya antisipasi.
Sunggono menekankan pentingnya koordinasi secara intensif antara pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan dengan instansi terkait, guna memastikan langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat apabila terjadi bencana.
“Jika terjadi kondisi darurat atau kejadian bencana harus melaporkan secara cepat kepada instansi terkait,” terangnya.
Melalui surat imbauan ini, seluruh camat, lurah dan kepala desa diharapkan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan guna meminimalisir risiko dan dampak bencana, serta menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi cuaca ekstrem (Dok: Pixabay)
Tenggarong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) memprediksi Kutai Kartanegara (Kukar) akan dilanda hujan deras, angin kencang hingga cuaca ekstrem pada periode Januari-Maret 2026.
Kondisi itu tentu akan berpotensi memicu terjadinya insiden bencana alam seperti banjir, pohon tumbang hingga tanah longsor.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menyurati seluruh camat, lurah dan kepala desa untuk melakukan berbagai upaya mitigasi sejak dini, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Dalam surat yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, ia meminta seluruh camat, lurah dan kepala desa untuk melakukan pemantauan secara berkala di wilayah rawan bencana, seperti kawasan aliran sungai, perbukitan dan permukiman penduduk.
“Seluruh camat, lurah dan kepala desa kita minta untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta melakukan pemantauan berkala di titik-titik rawan bencana,” ujar Sunggono, Selasa (24/2/2026).
Mereka juga diminta untuk menyebarluaskan informasi terkait peringatan dini kepada masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana agar masyarakat dapat melakukan upaya antisipasi.
Sunggono menekankan pentingnya koordinasi secara intensif antara pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan dengan instansi terkait, guna memastikan langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat apabila terjadi bencana.
“Jika terjadi kondisi darurat atau kejadian bencana harus melaporkan secara cepat kepada instansi terkait,” terangnya.
Melalui surat imbauan ini, seluruh camat, lurah dan kepala desa diharapkan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan guna meminimalisir risiko dan dampak bencana, serta menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat.
(Sf/Lo)