Seputar Kaltim

    BPBD Catat 1.050 Hektare Lahan di Paser Terbakar dari 352 Kejadian Karhutla

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    20 September 2026 pukul 07:49 WITA

    Pemadaman Karhutla di Kabupaten Paser. (Foto: BPBD Paser)

    Tana Paser - Total luasan lahan yang hangus terbakar akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur terus meluas hingga mencapai angka 1.050 hektare.

    Luasan tersebut tercatat berdasarkan data rekapitulasi penanggulangan Karhutla yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser.

    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Paser, Ruslan menyebut angka 1.050 hektare lahan yang hangus tersebut merupakan akumulasi dari 352 kejdian karhutla yang tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah Bumi Daya Taka.

    Luasan lahan yang terbakar mengalami lonjakan tajam hingga hampir dua kali lipat dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu. 

    "Jika dibandingkan dengan data per 29 Agustus 2026, luasan lahan terdampak saat itu baru mencatatkan angka 538,43 hektare dari total 191 kejadian kebakaran," kata Ruslan, Sabtu (19/9/2026).

    Hanya dalam kurun waktu sekitar 17 hari, terdapat penambahan luasan area terbaka seluas 512,37 hektare yang dipicu oleh munculnya 161 kejadian kebakaran baru. 

    Luasan terbakar didoominasi pada kawasan tipe mineral kering dengan total mencapai 664,3 hektare dari 267 kejadian. Sementara itu, lahan gambut yang terhitung rawan dan sulit dipadamkan terbakar sebesar 199,2 hektare dari 62 kejadian.

    Sementara karhutla di area perkebunan, pertanian serta kebun milik warga mencapai 187,3 hektare dari 23 kejadian. Dominasi kebakaran pada jenis kawasan mineral kering dan gambut menjadi penyumbang terbesar melonjaknya angka luasan lahan yang hangus di Paser.

    "Dari total kejadian didominasi tipe lahan mineral kering dan gambut," tambahnya.

    Dari sebaran wilayah, Kecamatan Tanah Grogot mencatatkan luasan terbakar terbesar yaitu mencapai 355,5 hektare dari 163 kejadian. Peringkat kedua, Kecamatan Batu Engau dengan luasan lahan terbakar seluas 229,1 hektare dari 18 kejadian, serta Paser Belengkong yang mencatatkan luasan 214,9 hektare dari 82 kejadian.

    Selain tiga wilayah itu, luasan lahan terbakar juga tersebar di beberapa kecamatan lain seperti Batu Sopang seluas 81,4 hektare, Muara Samu 76,4 hektare, Muara Komam 38,3 hektare dan Long Ikis 37,3 hektare. 

    Sementara wilayah dengan tingkat luasan terdampak yag tergolong lebih rendah meliputi Kuaro seluas 11,4 hektare, Long Kali 5,5 hektare, dan Tanjung Harapan seluas 1 hektare.

    Ruslan menyampaikan, meskipun seluruh titik api pada luasan lahan tersebut berhasil dipadamkan oleh tim gabungan, pemantauan ketat pada area terdampak tetap dilakukan guna memastikan titik api tidak kembali muncul di lokasi. 

    "Setelah dilakukan pemadaman tetap akan kami pantau untuk memastikan api tidak muncul kembali," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    BPBD Catat 1.050 Hektare Lahan di Paser Terbakar dari 352 Kejadian Karhutla

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    20 September 2026 pukul 07:49 WITA

    Pemadaman Karhutla di Kabupaten Paser. (Foto: BPBD Paser)

    Tana Paser - Total luasan lahan yang hangus terbakar akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur terus meluas hingga mencapai angka 1.050 hektare.

    Luasan tersebut tercatat berdasarkan data rekapitulasi penanggulangan Karhutla yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser.

    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Paser, Ruslan menyebut angka 1.050 hektare lahan yang hangus tersebut merupakan akumulasi dari 352 kejdian karhutla yang tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah Bumi Daya Taka.

    Luasan lahan yang terbakar mengalami lonjakan tajam hingga hampir dua kali lipat dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu. 

    "Jika dibandingkan dengan data per 29 Agustus 2026, luasan lahan terdampak saat itu baru mencatatkan angka 538,43 hektare dari total 191 kejadian kebakaran," kata Ruslan, Sabtu (19/9/2026).

    Hanya dalam kurun waktu sekitar 17 hari, terdapat penambahan luasan area terbaka seluas 512,37 hektare yang dipicu oleh munculnya 161 kejadian kebakaran baru. 

    Luasan terbakar didoominasi pada kawasan tipe mineral kering dengan total mencapai 664,3 hektare dari 267 kejadian. Sementara itu, lahan gambut yang terhitung rawan dan sulit dipadamkan terbakar sebesar 199,2 hektare dari 62 kejadian.

    Sementara karhutla di area perkebunan, pertanian serta kebun milik warga mencapai 187,3 hektare dari 23 kejadian. Dominasi kebakaran pada jenis kawasan mineral kering dan gambut menjadi penyumbang terbesar melonjaknya angka luasan lahan yang hangus di Paser.

    "Dari total kejadian didominasi tipe lahan mineral kering dan gambut," tambahnya.

    Dari sebaran wilayah, Kecamatan Tanah Grogot mencatatkan luasan terbakar terbesar yaitu mencapai 355,5 hektare dari 163 kejadian. Peringkat kedua, Kecamatan Batu Engau dengan luasan lahan terbakar seluas 229,1 hektare dari 18 kejadian, serta Paser Belengkong yang mencatatkan luasan 214,9 hektare dari 82 kejadian.

    Selain tiga wilayah itu, luasan lahan terbakar juga tersebar di beberapa kecamatan lain seperti Batu Sopang seluas 81,4 hektare, Muara Samu 76,4 hektare, Muara Komam 38,3 hektare dan Long Ikis 37,3 hektare. 

    Sementara wilayah dengan tingkat luasan terdampak yag tergolong lebih rendah meliputi Kuaro seluas 11,4 hektare, Long Kali 5,5 hektare, dan Tanjung Harapan seluas 1 hektare.

    Ruslan menyampaikan, meskipun seluruh titik api pada luasan lahan tersebut berhasil dipadamkan oleh tim gabungan, pemantauan ketat pada area terdampak tetap dilakukan guna memastikan titik api tidak kembali muncul di lokasi. 

    "Setelah dilakukan pemadaman tetap akan kami pantau untuk memastikan api tidak muncul kembali," tutupnya.

    (Sf/Rs)