Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris dalam kegiatan pelatihan kebencanaan bagi siswa siswi yang digelar BPBD Bontang. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - BPBD Kota Bontang memberikan pemahaman terkait penanggulangan bagi siswa-siswi SMA sederajat.
Hal itu dilakukan melalui kegiatan pelatihan penanggulangan bencana yang digelar oleh BPBD Bontang pada Kamis (11/12/2025) di Gedung Auditorium Tiga Dimensi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi mengatakan kegiatan ini melibatkan 160 siswa dari berbagai sekolah.
Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sesuai amanat Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
“Ini merupakan upaya kita memberikan pembekalan kebencanaan sejak dini,” ujar Eko Mashudi.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan pemahaman mitigasi bukan cuma soal pemberian teori tapi kesiapan mental menghadapi situasi darurat yang bisa terjadi kapan saja.
Ia juga menyoroti posisi geografis Bontang sebagai kota industri yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana teknologi dan kegagalan industri. Oleh karena itu, pelatihan kebencanaan sejak dini menurutnya perlu untuk dimasifkan.
“Bontang punya potensi bencana teknologi seperti ledakan pabrik atau kebocoran gas. Maka kesiapsiagaan sangat penting. Anak-anak kita harus paham mitigasinya agar tidak panik,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris dalam kegiatan pelatihan kebencanaan bagi siswa siswi yang digelar BPBD Bontang. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - BPBD Kota Bontang memberikan pemahaman terkait penanggulangan bagi siswa-siswi SMA sederajat.
Hal itu dilakukan melalui kegiatan pelatihan penanggulangan bencana yang digelar oleh BPBD Bontang pada Kamis (11/12/2025) di Gedung Auditorium Tiga Dimensi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi mengatakan kegiatan ini melibatkan 160 siswa dari berbagai sekolah.
Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sesuai amanat Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
“Ini merupakan upaya kita memberikan pembekalan kebencanaan sejak dini,” ujar Eko Mashudi.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan pemahaman mitigasi bukan cuma soal pemberian teori tapi kesiapan mental menghadapi situasi darurat yang bisa terjadi kapan saja.
Ia juga menyoroti posisi geografis Bontang sebagai kota industri yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana teknologi dan kegagalan industri. Oleh karena itu, pelatihan kebencanaan sejak dini menurutnya perlu untuk dimasifkan.
“Bontang punya potensi bencana teknologi seperti ledakan pabrik atau kebocoran gas. Maka kesiapsiagaan sangat penting. Anak-anak kita harus paham mitigasinya agar tidak panik,” tandasnya.
(Sf/Lo)