Cari disini...
Seputar Kaltim
Evakuasi korban banjir di Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara. (Foto: BPBD Bontang)
Bontang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang mencatat ada 20 titik banjir yang terjadi pada Selasa (16/9/2025).
Sementara itu, hingga sore hari sudah sembilan warga yang di evakuasi. Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi mengatakan titik banjir paling tinggi terbagi di beberapa kelurahan, yakni Telihan, Gunung Elai, Api-Api dan Satimpo.
Warga yang dievakuasi adalah mereka yang tinggal di Jalan Tomat, Kelurahan Satimpo satu orang dan delapan lainnya warga Bontang Permai.
“Titiknya masih sama memang daerah rawan banjir, seperti di Belakang Bank Dhanarta, Jalan HM Ardhans, Jalan Labu Putih, Jalan Tomat dan paling parah di Bontang Permai,” ujar Eko Mashudi.
Ia menjelaskan penyebab banjir dikarenakan hujan deras di hulu Sungai Bontang dan air tertahan oleh air laut yang sedang konda.
Hingga kini BPBD Bontang terus memantau permintaan evakuasi dari warga. “Kita terus melakukan pemantauan jika ada warga yang perlu dievakuasi,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Evakuasi korban banjir di Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara. (Foto: BPBD Bontang)
Bontang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang mencatat ada 20 titik banjir yang terjadi pada Selasa (16/9/2025).
Sementara itu, hingga sore hari sudah sembilan warga yang di evakuasi. Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi mengatakan titik banjir paling tinggi terbagi di beberapa kelurahan, yakni Telihan, Gunung Elai, Api-Api dan Satimpo.
Warga yang dievakuasi adalah mereka yang tinggal di Jalan Tomat, Kelurahan Satimpo satu orang dan delapan lainnya warga Bontang Permai.
“Titiknya masih sama memang daerah rawan banjir, seperti di Belakang Bank Dhanarta, Jalan HM Ardhans, Jalan Labu Putih, Jalan Tomat dan paling parah di Bontang Permai,” ujar Eko Mashudi.
Ia menjelaskan penyebab banjir dikarenakan hujan deras di hulu Sungai Bontang dan air tertahan oleh air laut yang sedang konda.
Hingga kini BPBD Bontang terus memantau permintaan evakuasi dari warga. “Kita terus melakukan pemantauan jika ada warga yang perlu dievakuasi,” tandasnya.
(Sf/Lo)