Seputar Kaltim

    BPBD Berau Ingatkan Nelayan untuk Tetap Waspada Saat Lakukan Aktivitas di Laut

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    30 Desember 2024 pukul 07:45 WITA

    Ilustrasi Nelayan. (Foto: freepik)

    Tanjung Redeb - Nelayan di Kabupaten Berau diminta tetap waspada saat melakukan aktivitas, mengingat kondisi cuaca yang sering kali kurang bersahabat.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau, Masyahadi Muhdi mengimbau saat ini cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung hingga Januari 2025 mendatang.

    "Jadi diminta pantau BMKG karena akan ketahuan kapan cuaca buruk dan kapan cuaca sedang baik," kata Kepala BPBD Kabupaten Berau, Masyahadi Muhdi

    Meskipun demikian, dirinya menghimbau ketika ingin beraktivitas di laut untuk memantau dulu BMKG dan tetap memperhatikan keselamatan. Ia mengatakan jika situasi cuaca kurang bersahabat untuk melaut, para nelayan diharapkan tidak memaksakan diri guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

    "Sebelum melakukan aktivitas di tengah laut, agar memantau dulu perkiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG dan selalu menyiapkan alat keselamatan seperti life jacket, alat komunikasi dan peralatan keselamatan lainnya di kapal atau perahu," ucapnya. 

    Ia pun mengatakan apabila terdapat info dari BMKG bahwa ada gelombang tinggi, pihaknya akan memperingati kecamatan tersebut. 

    "Gelombang sementara ini masih normal cuma 0,5-0,75 senti meter aja. Karna masih normal kita tidak membatasi masyarakat itu karna mata pencarian disitu,"ujarnya.

    Dirinya mengakui bahwa cuaca ekstrem yang tidak menentu seperti ini yang susah di tebak yang dapat mengakibatkan terjadinya longsor, banjir maupun gelombang di laut. Oleh karena itu dirinya menekankan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana yg mungkin terjadi. 

    "Yang susah ini kan musim hujan nanti diperkirakan di Kelay bisa bergeser ke Tabalar," contohnya. 

    Masyahadi menyampaikan bila situasi tidak memungkinkan terjadi, masyarakat pesisir diminta dapat menginformasikan hal tersebut ke BPBD guna penanggulangan lebih lanjut.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    BPBD Berau Ingatkan Nelayan untuk Tetap Waspada Saat Lakukan Aktivitas di Laut

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    30 Desember 2024 pukul 07:45 WITA

    Ilustrasi Nelayan. (Foto: freepik)

    Tanjung Redeb - Nelayan di Kabupaten Berau diminta tetap waspada saat melakukan aktivitas, mengingat kondisi cuaca yang sering kali kurang bersahabat.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau, Masyahadi Muhdi mengimbau saat ini cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung hingga Januari 2025 mendatang.

    "Jadi diminta pantau BMKG karena akan ketahuan kapan cuaca buruk dan kapan cuaca sedang baik," kata Kepala BPBD Kabupaten Berau, Masyahadi Muhdi

    Meskipun demikian, dirinya menghimbau ketika ingin beraktivitas di laut untuk memantau dulu BMKG dan tetap memperhatikan keselamatan. Ia mengatakan jika situasi cuaca kurang bersahabat untuk melaut, para nelayan diharapkan tidak memaksakan diri guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

    "Sebelum melakukan aktivitas di tengah laut, agar memantau dulu perkiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG dan selalu menyiapkan alat keselamatan seperti life jacket, alat komunikasi dan peralatan keselamatan lainnya di kapal atau perahu," ucapnya. 

    Ia pun mengatakan apabila terdapat info dari BMKG bahwa ada gelombang tinggi, pihaknya akan memperingati kecamatan tersebut. 

    "Gelombang sementara ini masih normal cuma 0,5-0,75 senti meter aja. Karna masih normal kita tidak membatasi masyarakat itu karna mata pencarian disitu,"ujarnya.

    Dirinya mengakui bahwa cuaca ekstrem yang tidak menentu seperti ini yang susah di tebak yang dapat mengakibatkan terjadinya longsor, banjir maupun gelombang di laut. Oleh karena itu dirinya menekankan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana yg mungkin terjadi. 

    "Yang susah ini kan musim hujan nanti diperkirakan di Kelay bisa bergeser ke Tabalar," contohnya. 

    Masyahadi menyampaikan bila situasi tidak memungkinkan terjadi, masyarakat pesisir diminta dapat menginformasikan hal tersebut ke BPBD guna penanggulangan lebih lanjut.

    (Sf/Rs)