Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat untuk menjadikan kewaspadaan sebagai kebiasaan harian guna mengurangi risiko berbagai musibah.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali menilai banyak peristiwa seperti kebakaran, orang tenggelam, hingga kecelakaan rumah tangga terjadi bukan hanya karena faktor cuaca atau alam, tetapi lebih sering dipicu kurangnya perhatian terhadap potensi bahaya di sekitar.
“Ancaman itu selalu ada. Yang bisa kami lakukan adalah mencegah dengan memperhatikan hal-hal yang berpotensi membahayakan,” ucap Usman sapaan akrabnya kepada media, Minggu (23/11/2025).
Dirinya menegaskan, peran BPBD tidak sebatas menangani bencana setelah terjadi, tetapi juga memastikan masyarakat memahami cara mengurangi risiko sejak dini. Kebiasaan sederhana seperti memeriksa kompor, menjaga instalasi listrik, atau memperhatikan batas aman di pantai dapat mencegah insiden.
Ia mencontohkan beberapa kebakaran yang dipicu kelalaian kecil, seperti lupa mematikan kompor atau menumpuk barang mudah terbakar. Begitu pula kasus tenggelam yang sering terjadi karena pengunjung mengabaikan peringatan keselamatan.
“Kesiapsiagaan BPBD akan lebih efektif bila masyarakat turut berperan aktif. Kami bekerja setiap hari memantau potensi bencana, tapi dukungan masyarakat sangat menentukan,” jelasnya.
Untuk itu, BPBD memperluas edukasi kebencanaan ke sekolah, permukiman padat, dan kelompok warga. Sosialisasi meliputi simulasi evakuasi, pengenalan titik aman, hingga cara menangani api kecil sebelum membesar.
Usman menyebut edukasi ini penting karena sebagian besar kejadian berlangsung tiba-tiba.
“Jika masyarakat tahu langkah yang benar, mereka bisa menyelamatkan diri sebelum bantuan datang,” imbuhnya.
BPBD juga mengimbau warga lebih peka terhadap tanda awal bahaya seperti kabel listrik yang memercik, bau gas bocor, atau perubahan arus air di sungai dan pantai. Respons cepat warga, katanya, dapat mencegah musibah kecil berkembang menjadi bencana.
Ia menutup dengan mengingatkan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan kerja sama semua pihak.
“Keselamatan dimulai dari rumah. Jika masyarakat, pemerintah, dan komunitas berjalan bersama, risiko bencana bisa ditekan,” paparnya.
Ia berharap tingkat kewaspadaan warga terus meningkat seiring perubahan cuaca dan pertumbuhan kota yang semakin pesat.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat untuk menjadikan kewaspadaan sebagai kebiasaan harian guna mengurangi risiko berbagai musibah.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali menilai banyak peristiwa seperti kebakaran, orang tenggelam, hingga kecelakaan rumah tangga terjadi bukan hanya karena faktor cuaca atau alam, tetapi lebih sering dipicu kurangnya perhatian terhadap potensi bahaya di sekitar.
“Ancaman itu selalu ada. Yang bisa kami lakukan adalah mencegah dengan memperhatikan hal-hal yang berpotensi membahayakan,” ucap Usman sapaan akrabnya kepada media, Minggu (23/11/2025).
Dirinya menegaskan, peran BPBD tidak sebatas menangani bencana setelah terjadi, tetapi juga memastikan masyarakat memahami cara mengurangi risiko sejak dini. Kebiasaan sederhana seperti memeriksa kompor, menjaga instalasi listrik, atau memperhatikan batas aman di pantai dapat mencegah insiden.
Ia mencontohkan beberapa kebakaran yang dipicu kelalaian kecil, seperti lupa mematikan kompor atau menumpuk barang mudah terbakar. Begitu pula kasus tenggelam yang sering terjadi karena pengunjung mengabaikan peringatan keselamatan.
“Kesiapsiagaan BPBD akan lebih efektif bila masyarakat turut berperan aktif. Kami bekerja setiap hari memantau potensi bencana, tapi dukungan masyarakat sangat menentukan,” jelasnya.
Untuk itu, BPBD memperluas edukasi kebencanaan ke sekolah, permukiman padat, dan kelompok warga. Sosialisasi meliputi simulasi evakuasi, pengenalan titik aman, hingga cara menangani api kecil sebelum membesar.
Usman menyebut edukasi ini penting karena sebagian besar kejadian berlangsung tiba-tiba.
“Jika masyarakat tahu langkah yang benar, mereka bisa menyelamatkan diri sebelum bantuan datang,” imbuhnya.
BPBD juga mengimbau warga lebih peka terhadap tanda awal bahaya seperti kabel listrik yang memercik, bau gas bocor, atau perubahan arus air di sungai dan pantai. Respons cepat warga, katanya, dapat mencegah musibah kecil berkembang menjadi bencana.
Ia menutup dengan mengingatkan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan kerja sama semua pihak.
“Keselamatan dimulai dari rumah. Jika masyarakat, pemerintah, dan komunitas berjalan bersama, risiko bencana bisa ditekan,” paparnya.
Ia berharap tingkat kewaspadaan warga terus meningkat seiring perubahan cuaca dan pertumbuhan kota yang semakin pesat.
(Sf/Rs)