Seputar Kaltim

    Borneo FC Kelelahan di Perjalanan, Fabio Lefundes Sebut Tak Ada Alasan di Lapangan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    10 April 2026 pukul 14:31 WITA

    Skuad Borneo FC melakukan latihan sebelum pertandingan melawan PSBS Biak. (Foto: Borneo FC)

    Samarinda - Persiapan Borneo FC Samarinda jelang laga pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026 menghadapi PSBS Biak sedikit terganggu oleh persoalan tiket pesawat dan rute perjalanan. 

    Waktu tempuh yang panjang akibat keterbatasan akses penerbangan membuat para pemain dilanda kelelahan. 

    Meski demikian, pelatih kepala Fabio Lefundes menegaskan tidak ada ruang untuk beralasan di atas lapangan.

    ​Dalam sesi Pre-Match Press Conference, Lefundes mengungkapkan minimnya rute penerbangan langsung dari Bandara Samarinda memaksa tim harus menempuh jalur darat ke Balikpapan terlebih dahulu. 

    Situasi ini membuat ritme persiapan laga kandang justru terasa menguras tenaga layaknya laga tandang (away).

    ​"Secara teknis perjalanan, persiapan pertandingan ini terasa seperti laga away karena perjalanan menghabiskan waktu hingga dua hari sebelum pertandingan. Kemarin kami bahkan tidak bisa berlatih secara normal karena kelelahan di jalan," ungkap Lefundes, Jumat (10/4/2026).

    ​Meski begitu, Lefundes menolak tegas menjadikan situasi ini sebagai kambing hitam. Ia menuntut skuad Pesut Etam untuk tetap profesional dan cepat beradaptasi dengan segala kondisi di luar lapangan.

    ​"Saya selalu sampaikan kepada para pemain bahwa saya tidak menerima alasan. Apapun kesulitan dalam perjalanan atau situasi latihan, mereka dituntut untuk siap memberikan kemampuan terbaiknya. Kita harus bisa beradaptasi dan tetap optimis menghadapi situasi yang sulit," tegasnya.

    ​Sebagai strategi menyiasati kelelahan fisik, tim pelatih melakukan penyesuaian taktis pada jadwal. Sesi official training untuk pertandingan sore digeser ke pagi hari agar para penggawa Borneo FC memiliki waktu pemulihan yang lebih panjang. Intensitas latihan pun dirancang agar tidak membebani otot pemain seusai perjalanan jauh. 

    Bek muda Borneo FC, Muhammad Alfharezzi Buffon, turut mengamini pernyataan sang pelatih. Ia tidak menampik perjalanan kali ini cukup menguras tenaga, namun hal tersebut tidak menyurutkan mental bertanding skuad.

    ​"Kami memang menempuh perjalanan yang memakan waktu dan mungkin cukup melelahkan. Tapi semua pemain sudah siap dan besok kami akan bekerja keras untuk memberikan hasil yang terbaik," ujar Buffon.

    ​Tantangan pengaturan rute penerbangan ini tampaknya akan menjadi PR lanjutan bagi manajemen klub. 

    Dari sisa pertandingan musim ini yang mencakup empat laga away dan empat laga home, Borneo FC masih harus menghadapi beberapa laga tandang dengan rute perjalanan yang cukup rumit, di antaranya lawatan ke Makassar, Kediri dan Jepara. 

    Pengorganisasian jadwal secara internal yang lebih matang kini menjadi kunci agar performa tim di BRI Super League tetap konsisten.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Borneo FC Kelelahan di Perjalanan, Fabio Lefundes Sebut Tak Ada Alasan di Lapangan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    10 April 2026 pukul 14:31 WITA

    Skuad Borneo FC melakukan latihan sebelum pertandingan melawan PSBS Biak. (Foto: Borneo FC)

    Samarinda - Persiapan Borneo FC Samarinda jelang laga pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026 menghadapi PSBS Biak sedikit terganggu oleh persoalan tiket pesawat dan rute perjalanan. 

    Waktu tempuh yang panjang akibat keterbatasan akses penerbangan membuat para pemain dilanda kelelahan. 

    Meski demikian, pelatih kepala Fabio Lefundes menegaskan tidak ada ruang untuk beralasan di atas lapangan.

    ​Dalam sesi Pre-Match Press Conference, Lefundes mengungkapkan minimnya rute penerbangan langsung dari Bandara Samarinda memaksa tim harus menempuh jalur darat ke Balikpapan terlebih dahulu. 

    Situasi ini membuat ritme persiapan laga kandang justru terasa menguras tenaga layaknya laga tandang (away).

    ​"Secara teknis perjalanan, persiapan pertandingan ini terasa seperti laga away karena perjalanan menghabiskan waktu hingga dua hari sebelum pertandingan. Kemarin kami bahkan tidak bisa berlatih secara normal karena kelelahan di jalan," ungkap Lefundes, Jumat (10/4/2026).

    ​Meski begitu, Lefundes menolak tegas menjadikan situasi ini sebagai kambing hitam. Ia menuntut skuad Pesut Etam untuk tetap profesional dan cepat beradaptasi dengan segala kondisi di luar lapangan.

    ​"Saya selalu sampaikan kepada para pemain bahwa saya tidak menerima alasan. Apapun kesulitan dalam perjalanan atau situasi latihan, mereka dituntut untuk siap memberikan kemampuan terbaiknya. Kita harus bisa beradaptasi dan tetap optimis menghadapi situasi yang sulit," tegasnya.

    ​Sebagai strategi menyiasati kelelahan fisik, tim pelatih melakukan penyesuaian taktis pada jadwal. Sesi official training untuk pertandingan sore digeser ke pagi hari agar para penggawa Borneo FC memiliki waktu pemulihan yang lebih panjang. Intensitas latihan pun dirancang agar tidak membebani otot pemain seusai perjalanan jauh. 

    Bek muda Borneo FC, Muhammad Alfharezzi Buffon, turut mengamini pernyataan sang pelatih. Ia tidak menampik perjalanan kali ini cukup menguras tenaga, namun hal tersebut tidak menyurutkan mental bertanding skuad.

    ​"Kami memang menempuh perjalanan yang memakan waktu dan mungkin cukup melelahkan. Tapi semua pemain sudah siap dan besok kami akan bekerja keras untuk memberikan hasil yang terbaik," ujar Buffon.

    ​Tantangan pengaturan rute penerbangan ini tampaknya akan menjadi PR lanjutan bagi manajemen klub. 

    Dari sisa pertandingan musim ini yang mencakup empat laga away dan empat laga home, Borneo FC masih harus menghadapi beberapa laga tandang dengan rute perjalanan yang cukup rumit, di antaranya lawatan ke Makassar, Kediri dan Jepara. 

    Pengorganisasian jadwal secara internal yang lebih matang kini menjadi kunci agar performa tim di BRI Super League tetap konsisten.

    (Sf/Lo)