Borneo FC Ditahan Imbang, Coach Fabio Soroti Kinerja Wasit Asing: Buang-buang uang saja

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    16 Maret 2026 06:38 WIB

    Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes mengkritik kinerja wasit. (Foto: Borneo FC)

    Samarinda - Laga tunda pekan ke-21 BRI Liga 1 2025/2026 antara Borneo FC Samarinda melawan Bandung berakhir imbang 1-1.

    Di balik raihan satu poin krusial demi menjaga asa juara ini, Pelatih Kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, melontarkan kritik pedas terhadap kepemimpinan wasit asing berlisensi FIFA.

    Juru taktik asal Brasil itu blak-blakan menyebut performa sang pengadil lapangan di laga tersebut jauh dari ekspektasi.

    Menurutnya, kehadiran wasit asing seharusnya membawa standar kualitas yang lebih tinggi bagi kompetisi.

    "Kalau kualitasnya tidak lebih baik atau standar kepemimpinannya sama saja dengan wasit lokal, mendatangkan mereka (wasit asing) hanya buang-buang uang saja," tegas Fabio dalam Post-Match Press Conference usai laga.

    Kekecewaan Fabio bukan tanpa alasan. Ia menilai wasit asing yang memimpin pertandingan kali ini, yang baru pertama kali bertugas di stadion tersebut terlalu lambat dalam mengambil keputusan krusial, salah satunya saat insiden pelanggaran di kotak penalti.

    "Wasit FIFA tidak boleh sampai di level seperti ini. Ada penalti yang sangat jelas, tetapi dia butuh waktu terlalu lama untuk memutuskannya. Mereka harus menunjukkan kualitas yang jauh di atas rata-rata," keluhnya.

    Fabio juga menyinggung bahwa ini bukan kali pertama performa wasit asing mengecewakan. Sebelumnya, wasit asal Jepang dan Malaysia yang memimpin pertandingan juga dinilai tampil di bawah standar.

    Terlepas dari kepemimpinan wasit, Fabio tetap mengapresiasi daya juang skuad Pesut Etam. Sempat kecolongan gol di 15 menit awal babak pertama akibat kehilangan fokus pada situasi bola mati, Borneo FC berhasil bangkit di babak kedua lewat perubahan taktik dan menyamakan kedudukan dari titik putih.

    Tambahan satu poin ini dinilai sangat berharga bagi Borneo FC yang masih kokoh bersaing di papan atas klasemen. Terlebih, mereka harus membongkar pertahanan lawan yang menumpuk enam pemain di garis belakang.

    "Kita tahu ini akan menjadi laga yang sulit karena lawan memiliki pemain-pemain berkualitas. Namun, kami terus menekan, menciptakan banyak peluang, dan akhirnya memutuskan mengambil risiko untuk mengejar ketertinggalan," jelas.

    Kini, tim akan diliburkan sejenak untuk memberikan kesempatan bagi para pemain merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

    "Setelah libur, kami akan kembali berlatih lebih kuat. Masih ada sembilan pertandingan tersisa dan kami akan terus berjuang di papan atas klasemen hingga akhir untuk perebutan gelar juara," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Borneo FC Ditahan Imbang, Coach Fabio Soroti Kinerja Wasit Asing: Buang-buang uang saja

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    16 Maret 2026 06:38 WIB

    Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes mengkritik kinerja wasit. (Foto: Borneo FC)

    Samarinda - Laga tunda pekan ke-21 BRI Liga 1 2025/2026 antara Borneo FC Samarinda melawan Bandung berakhir imbang 1-1.

    Di balik raihan satu poin krusial demi menjaga asa juara ini, Pelatih Kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, melontarkan kritik pedas terhadap kepemimpinan wasit asing berlisensi FIFA.

    Juru taktik asal Brasil itu blak-blakan menyebut performa sang pengadil lapangan di laga tersebut jauh dari ekspektasi.

    Menurutnya, kehadiran wasit asing seharusnya membawa standar kualitas yang lebih tinggi bagi kompetisi.

    "Kalau kualitasnya tidak lebih baik atau standar kepemimpinannya sama saja dengan wasit lokal, mendatangkan mereka (wasit asing) hanya buang-buang uang saja," tegas Fabio dalam Post-Match Press Conference usai laga.

    Kekecewaan Fabio bukan tanpa alasan. Ia menilai wasit asing yang memimpin pertandingan kali ini, yang baru pertama kali bertugas di stadion tersebut terlalu lambat dalam mengambil keputusan krusial, salah satunya saat insiden pelanggaran di kotak penalti.

    "Wasit FIFA tidak boleh sampai di level seperti ini. Ada penalti yang sangat jelas, tetapi dia butuh waktu terlalu lama untuk memutuskannya. Mereka harus menunjukkan kualitas yang jauh di atas rata-rata," keluhnya.

    Fabio juga menyinggung bahwa ini bukan kali pertama performa wasit asing mengecewakan. Sebelumnya, wasit asal Jepang dan Malaysia yang memimpin pertandingan juga dinilai tampil di bawah standar.

    Terlepas dari kepemimpinan wasit, Fabio tetap mengapresiasi daya juang skuad Pesut Etam. Sempat kecolongan gol di 15 menit awal babak pertama akibat kehilangan fokus pada situasi bola mati, Borneo FC berhasil bangkit di babak kedua lewat perubahan taktik dan menyamakan kedudukan dari titik putih.

    Tambahan satu poin ini dinilai sangat berharga bagi Borneo FC yang masih kokoh bersaing di papan atas klasemen. Terlebih, mereka harus membongkar pertahanan lawan yang menumpuk enam pemain di garis belakang.

    "Kita tahu ini akan menjadi laga yang sulit karena lawan memiliki pemain-pemain berkualitas. Namun, kami terus menekan, menciptakan banyak peluang, dan akhirnya memutuskan mengambil risiko untuk mengejar ketertinggalan," jelas.

    Kini, tim akan diliburkan sejenak untuk memberikan kesempatan bagi para pemain merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

    "Setelah libur, kami akan kembali berlatih lebih kuat. Masih ada sembilan pertandingan tersisa dan kami akan terus berjuang di papan atas klasemen hingga akhir untuk perebutan gelar juara," pungkasnya.

    (Sf/Rs)