Cari disini...
Seputar Kaltim
Plt Kepala Disdikpora PPU, Muhtar. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Bonus bagi atlet Penajam Paser Utara (PPU) yang meraih medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 tidak dialokasikan dalam anggaran keikutsertaan porprov. Bonus tersebut akan diusulkan melalui APBD Murni 2027.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Muhtar, mengatakan anggaran Rp5 miliar yang disiapkan untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) PPU diperuntukkan bagi kebutuhan pelaksanaan dan keikutsertaan kontingen dalam porprov.
Sementara bonus atlet berprestasi akan diajukan melalui mekanisme anggaran terpisah setelah hasil pertandingan dan perolehan medali diketahui.
"Anggaran Rp5 miliar untuk KONI di porprov itu khusus pertandingannya. Kalau bonus nanti pengusulannya di APBD murni tahun depan," kata Muhtar, Selasa (29/9/2026).
Besaran bonus belum ditetapkan. Disdikpora masih menunggu usulan resmi dari KONI yang memuat daftar atlet peraih medali emas, perak dan perunggu beserta nominal bonus yang diusulkan.
"Kita menunggu usulan KONI, berapa atlet berprestasi yang menorehkan emas, perak dan perunggu. Setelah tahu siapa saja dan berapa jumlah medali, kita baru balas lagi untuk diajukan ke TAPD dan Banggar DPRD," ujarnya.
Porprov Kaltim 2026 dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser sebagai tuan rumah pada November mendatang. PPU akan mengirim sekitar 700 atlet untuk bertanding pada berbagai cabang olahraga.
Muhtar mengatakan rekapitulasi perolehan medali diharapkan dapat dilakukan segera setelah seluruh pertandingan rampung. Dengan begitu, data atlet berprestasi dapat menjadi dasar penyusunan usulan bonus untuk APBD 2027.
"Sepekan pertandingannya, setelah itu pasti kita sudah tahu atlet-atlet mana saja yang mendapat medali," katanya.
Disdikpora berharap proses rekapitulasi dan pengusulan dari KONI dapat berjalan cepat, sehingga kebutuhan bonus atlet dapat dimasukkan dalam pembahasan APBD Murni 2027.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Plt Kepala Disdikpora PPU, Muhtar. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Bonus bagi atlet Penajam Paser Utara (PPU) yang meraih medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 tidak dialokasikan dalam anggaran keikutsertaan porprov. Bonus tersebut akan diusulkan melalui APBD Murni 2027.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Muhtar, mengatakan anggaran Rp5 miliar yang disiapkan untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) PPU diperuntukkan bagi kebutuhan pelaksanaan dan keikutsertaan kontingen dalam porprov.
Sementara bonus atlet berprestasi akan diajukan melalui mekanisme anggaran terpisah setelah hasil pertandingan dan perolehan medali diketahui.
"Anggaran Rp5 miliar untuk KONI di porprov itu khusus pertandingannya. Kalau bonus nanti pengusulannya di APBD murni tahun depan," kata Muhtar, Selasa (29/9/2026).
Besaran bonus belum ditetapkan. Disdikpora masih menunggu usulan resmi dari KONI yang memuat daftar atlet peraih medali emas, perak dan perunggu beserta nominal bonus yang diusulkan.
"Kita menunggu usulan KONI, berapa atlet berprestasi yang menorehkan emas, perak dan perunggu. Setelah tahu siapa saja dan berapa jumlah medali, kita baru balas lagi untuk diajukan ke TAPD dan Banggar DPRD," ujarnya.
Porprov Kaltim 2026 dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser sebagai tuan rumah pada November mendatang. PPU akan mengirim sekitar 700 atlet untuk bertanding pada berbagai cabang olahraga.
Muhtar mengatakan rekapitulasi perolehan medali diharapkan dapat dilakukan segera setelah seluruh pertandingan rampung. Dengan begitu, data atlet berprestasi dapat menjadi dasar penyusunan usulan bonus untuk APBD 2027.
"Sepekan pertandingannya, setelah itu pasti kita sudah tahu atlet-atlet mana saja yang mendapat medali," katanya.
Disdikpora berharap proses rekapitulasi dan pengusulan dari KONI dapat berjalan cepat, sehingga kebutuhan bonus atlet dapat dimasukkan dalam pembahasan APBD Murni 2027.
(Sf/Lo)