Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Bapenda Kaltim, Yusliando saat berkunjung ke Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Kota Bontang akan menjadi daerah prioritas yang akan diintervensi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) dalam program penurunan jumlah stunting di 2025.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalimantan Timur (Kaltim), Yusliando mengatakan angka prevalensi stunting di Bontang merupakan salah satu yang paling tinggi di Kaltim. Oleh karena itu Pemprov Kaltim membut program pendampingan keluarga berisiko stunting.
“Program ini berfokus pada upaya preventif, mengahindari kemungkinan terjadi stunting pada keluarga yang dinilai berisiko stunting,” ujarnya.
Kini Pempov Kaltim telah membuat tim yang bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mendatangi setiap rumah yang telah masuk daftar dalam keluarga yang memiliki bayi atau balita untuk diberikan intervensi.
“Mereka akan diperi pemahaman untuk mencegah terjadinya stunting bagi bayi dan balita diberikan makanan tambahan,”tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Bapenda Kaltim, Yusliando saat berkunjung ke Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Kota Bontang akan menjadi daerah prioritas yang akan diintervensi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) dalam program penurunan jumlah stunting di 2025.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalimantan Timur (Kaltim), Yusliando mengatakan angka prevalensi stunting di Bontang merupakan salah satu yang paling tinggi di Kaltim. Oleh karena itu Pemprov Kaltim membut program pendampingan keluarga berisiko stunting.
“Program ini berfokus pada upaya preventif, mengahindari kemungkinan terjadi stunting pada keluarga yang dinilai berisiko stunting,” ujarnya.
Kini Pempov Kaltim telah membuat tim yang bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mendatangi setiap rumah yang telah masuk daftar dalam keluarga yang memiliki bayi atau balita untuk diberikan intervensi.
“Mereka akan diperi pemahaman untuk mencegah terjadinya stunting bagi bayi dan balita diberikan makanan tambahan,”tandasnya.
(Sf/Lo)