Bontang Dapat 2 Ribu Sambungan Jargas 2026, Target Menjadi “City Gas” Semakin Dekat

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    01 April 2026 03:31 WIB

    Kunjungan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni ke Kementrian ESDM terkait penambahan jargas. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mendapatkan tambahan 2.000 sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga untuk tahun 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), setelah Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, melakukan kunjungan kerja pada Selasa (31/3/2026).

    Tambahan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan mewujudkan Bontang sebagai “city gas” atau kota gas pertama di Indonesia, di mana seluruh rumah tangga teraliri jaringan gas alam.

    Neni menjelaskan, program jargas di Bontang telah dimulai sejak 2011 melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan visi besar menghadirkan kota berbasis energi gas.

    Menurutnya, Bontang dipilih karena memiliki potensi besar, terutama keberadaan industri LNG sebagai sumber energi.

    “Dari APBN 2011 itu mimpinya ada sebuah kota di Indonesia yang semuanya mendapatkan jaringan gas alam,” ujar Neni.

    Hingga saat ini, masih terdapat sekitar 4.034 rumah tangga yang belum teraliri jargas. Dari jumlah tersebut, sekitar 900 sambungan berada di kawasan Bontang Lestari.

    Dengan tambahan 2.000 sambungan pada 2026, total jargas di Bontang diproyeksikan mencapai 12.533 sambungan. Sementara sisa sekitar 2.034 sambungan lainnya ditargetkan dapat diselesaikan pada 2027.

    “Kalau ini terpasang, di Indonesia ini ada satu kota yang full jargas, dan sangat membantu, dan wajar dapat karena Bontang ada LNG,” tegas Neni.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Bontang Dapat 2 Ribu Sambungan Jargas 2026, Target Menjadi “City Gas” Semakin Dekat

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    01 April 2026 03:31 WIB

    Kunjungan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni ke Kementrian ESDM terkait penambahan jargas. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mendapatkan tambahan 2.000 sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga untuk tahun 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), setelah Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, melakukan kunjungan kerja pada Selasa (31/3/2026).

    Tambahan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan mewujudkan Bontang sebagai “city gas” atau kota gas pertama di Indonesia, di mana seluruh rumah tangga teraliri jaringan gas alam.

    Neni menjelaskan, program jargas di Bontang telah dimulai sejak 2011 melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan visi besar menghadirkan kota berbasis energi gas.

    Menurutnya, Bontang dipilih karena memiliki potensi besar, terutama keberadaan industri LNG sebagai sumber energi.

    “Dari APBN 2011 itu mimpinya ada sebuah kota di Indonesia yang semuanya mendapatkan jaringan gas alam,” ujar Neni.

    Hingga saat ini, masih terdapat sekitar 4.034 rumah tangga yang belum teraliri jargas. Dari jumlah tersebut, sekitar 900 sambungan berada di kawasan Bontang Lestari.

    Dengan tambahan 2.000 sambungan pada 2026, total jargas di Bontang diproyeksikan mencapai 12.533 sambungan. Sementara sisa sekitar 2.034 sambungan lainnya ditargetkan dapat diselesaikan pada 2027.

    “Kalau ini terpasang, di Indonesia ini ada satu kota yang full jargas, dan sangat membantu, dan wajar dapat karena Bontang ada LNG,” tegas Neni.

    (Sf/Rs)