Seputar Kaltim

    Bocah Korban Serangan Hiu di Maratua Berau Kehilangan Banyak Darah hingga Masuk Ruang ICU

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    17 Juni 2025 pukul 14:30 WITA

    Korban diserang hiu di Maratua, Kairul Azam. (Foto: istimewa)

    Tanjung Redeb - Seorang bocah bernama Kairul Azam berusia 11 tahun harus mengalami nasib naas. Ditengah niat baiknya membantu sang ayah justru membuatnya harus mendapatkan luka cukup serius di bagian lengan tangan dan kaki karena serangan hiu yang tak terduga.

    Saat ini anak tersebut tengah menjalani perawatan intensif di ruang ICU di RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb. Bocah tersebut dibawa ke RSUD dr Abdul Rivai menggunakan speedboat pada Minggu, (15/6/2025) sore.

    "Dia melihat segerombolan ikan berkumpul terus didekati. Karena dikira Belanak jadi dia nekat, ternyata itu kumpulan Hiu kecil. Langsung digigit lah kaki anak itu," terang salah satu keluarganya, Selasa, (17/6/2025).

    Peristiwa tersebut terjadi begitu cepat sehingga mendapati si anak sudah luka bercucuran darah, keluarga langsung membawanya ke puskesmas Maratua. Namun karena keterbatasan alat penanganan, Kairul Azam pun dirujuk ke RSUD Abdul Rivai.

    Direktur RSUD Abdul Rivai melalui humas Dani Apriat Maja menjelaskan bahwa kondisi korban saat ini masih lemah dan diperlukan perawatan yang lebih insentif di ruang ICU

    "Karenakan adanya pendarahan yang cukup banyak. Sementara pemberian transfusi darah kepada pasien terus dilakukan," ujar Dani, Selasa (17/6/2025).

    Selain itu, ia pun mengatakan bahwa kemarin siang telah dilakukan operasi kontrol perdarahan dari luka di bagian kaki yang diduga akibat dari gigitan hiu tersebut.

    "Jadi pasien sekarang masih dilakukan pemantauan secara intensif," tandasnya.

    Diketahui anak yang bernama Hairul Azzam tersebut diserang hiu saat si anak ikut ayahnya ke Pulau Semut di Teluk Alulu Kecamatan Maratua untuk mencari Udang, pada Minggu (15/6/2025) sekira pukul 15.00 WITA.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Bocah Korban Serangan Hiu di Maratua Berau Kehilangan Banyak Darah hingga Masuk Ruang ICU

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    17 Juni 2025 pukul 14:30 WITA

    Korban diserang hiu di Maratua, Kairul Azam. (Foto: istimewa)

    Tanjung Redeb - Seorang bocah bernama Kairul Azam berusia 11 tahun harus mengalami nasib naas. Ditengah niat baiknya membantu sang ayah justru membuatnya harus mendapatkan luka cukup serius di bagian lengan tangan dan kaki karena serangan hiu yang tak terduga.

    Saat ini anak tersebut tengah menjalani perawatan intensif di ruang ICU di RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb. Bocah tersebut dibawa ke RSUD dr Abdul Rivai menggunakan speedboat pada Minggu, (15/6/2025) sore.

    "Dia melihat segerombolan ikan berkumpul terus didekati. Karena dikira Belanak jadi dia nekat, ternyata itu kumpulan Hiu kecil. Langsung digigit lah kaki anak itu," terang salah satu keluarganya, Selasa, (17/6/2025).

    Peristiwa tersebut terjadi begitu cepat sehingga mendapati si anak sudah luka bercucuran darah, keluarga langsung membawanya ke puskesmas Maratua. Namun karena keterbatasan alat penanganan, Kairul Azam pun dirujuk ke RSUD Abdul Rivai.

    Direktur RSUD Abdul Rivai melalui humas Dani Apriat Maja menjelaskan bahwa kondisi korban saat ini masih lemah dan diperlukan perawatan yang lebih insentif di ruang ICU

    "Karenakan adanya pendarahan yang cukup banyak. Sementara pemberian transfusi darah kepada pasien terus dilakukan," ujar Dani, Selasa (17/6/2025).

    Selain itu, ia pun mengatakan bahwa kemarin siang telah dilakukan operasi kontrol perdarahan dari luka di bagian kaki yang diduga akibat dari gigitan hiu tersebut.

    "Jadi pasien sekarang masih dilakukan pemantauan secara intensif," tandasnya.

    Diketahui anak yang bernama Hairul Azzam tersebut diserang hiu saat si anak ikut ayahnya ke Pulau Semut di Teluk Alulu Kecamatan Maratua untuk mencari Udang, pada Minggu (15/6/2025) sekira pukul 15.00 WITA.

    (Sf/Rs)