Seputar Kaltim

    BNNK Bontang kembali Gelar Tes Urine Mendadak, Kali ini 4 OPD jadi Target

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    10 Desember 2024 pukul 15:59 WITA

    Salah satu kegiatan Test Urin mendadak yang dilakukan BNNK Bontang di Kelurahan Api-api pada Selasa, 10 Desember 2024. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang kembali melaksanakan tes urine mendadak di empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa (10/12/2024). 

    Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdhani, mengatakan tes dimulai sejak pagi dengan menyasar pegawai di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Sebanyak 83 pegawai Bapenda diperiksa, sementara di BPKAD, 61 dari 89 pegawai yang hadir menjalani tes urine.

    “Semuanya diperiksa. Jika tidak hadir hari ini, nanti menyusul kita tes," ucap Lulyana, Selasa (10/12/2024) siang. 

    Selanjutnya, BNNK Bontang juga melakukan tes ke Kecamatan Bontang Utara. Dari total 55 pegawai, yang terdiri atas 32 ASN dan 23 tenaga honorer, semuanya mengikuti pemeriksaan.

    "Terakhir, tes urine dilakukan di Kelurahan Api-Api. Sebanyak 24 pegawai di lingkungan kelurahan turut diperiksa," tambahnya.

    Sementara itu, hasil pemeriksaan diketahui langsung keluar dalam waktu satu jam setelah pengambilan sampel. Seluruh pegawai di empat instansi tersebut dinyatakan negatif narkoba. 

    "Hanya saja tadi ada satu pegawai yang hasilnya positif. Setelah dicek lebih lanjut, ternyata dia habis menjalani pengobatan. Kami meminta riwayat medisnya, dan hasilnya aman semua," jelasnya.

    Lulyana menjelaskan bahwa tes urine ini dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada OPD yang ditargetkan. Gunanya untuk memastikan keefektifan dan kejujuran hasil. Kegiatan ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), dengan target menyasar 6 persen ASN di Kota Bontang.

    “Ini merupakan bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai honorer,” ucapnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    BNNK Bontang kembali Gelar Tes Urine Mendadak, Kali ini 4 OPD jadi Target

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    10 Desember 2024 pukul 15:59 WITA

    Salah satu kegiatan Test Urin mendadak yang dilakukan BNNK Bontang di Kelurahan Api-api pada Selasa, 10 Desember 2024. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang kembali melaksanakan tes urine mendadak di empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa (10/12/2024). 

    Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdhani, mengatakan tes dimulai sejak pagi dengan menyasar pegawai di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Sebanyak 83 pegawai Bapenda diperiksa, sementara di BPKAD, 61 dari 89 pegawai yang hadir menjalani tes urine.

    “Semuanya diperiksa. Jika tidak hadir hari ini, nanti menyusul kita tes," ucap Lulyana, Selasa (10/12/2024) siang. 

    Selanjutnya, BNNK Bontang juga melakukan tes ke Kecamatan Bontang Utara. Dari total 55 pegawai, yang terdiri atas 32 ASN dan 23 tenaga honorer, semuanya mengikuti pemeriksaan.

    "Terakhir, tes urine dilakukan di Kelurahan Api-Api. Sebanyak 24 pegawai di lingkungan kelurahan turut diperiksa," tambahnya.

    Sementara itu, hasil pemeriksaan diketahui langsung keluar dalam waktu satu jam setelah pengambilan sampel. Seluruh pegawai di empat instansi tersebut dinyatakan negatif narkoba. 

    "Hanya saja tadi ada satu pegawai yang hasilnya positif. Setelah dicek lebih lanjut, ternyata dia habis menjalani pengobatan. Kami meminta riwayat medisnya, dan hasilnya aman semua," jelasnya.

    Lulyana menjelaskan bahwa tes urine ini dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada OPD yang ditargetkan. Gunanya untuk memastikan keefektifan dan kejujuran hasil. Kegiatan ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), dengan target menyasar 6 persen ASN di Kota Bontang.

    “Ini merupakan bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai honorer,” ucapnya.

    (Sf/Rs)