Seputar Kaltim

    BNN Kota Balikpapan Usulkan Pembangunan Balai Rehabilitasi untuk Warga Lokal

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    23 Desember 2024 pukul 19:22 WITA

    Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan, Kombes Pol Bonifasio Rio Rahadianto (tengah) saat pelaksanaan konferensi pers akhir tahun. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan, Kombes Pol Bonifasio Rio Rahadianto, mengungkapkan kekhawatiran terkait minimnya fasilitas rehabilitasi bagi pengguna narkoba di wilayah Kaltim.

    Meskipun Kaltim dikenal sebagai provinsi yang kaya dan makmur, namun jumlah fasilitas rehabilitasi klien di wilayah ini masih sangat terbatas, bahkan tercatat sebagai yang terendah ketiga setelah Papua Barat dan Bengkulu.

    "Harapan kami ke depannya adalah memiliki balai rehabilitasi yang dikhususkan untuk melayani warga Balikpapan, agar mereka bisa mendapatkan pelayanan yang maksimal," ujar Kombes Pol Bonifasio kepada media, Senin (23/12/2024).

    Dia menambahkan, bahwa wilayah tugas BNN Kota Balikpapan mencakup tiga kabupaten/kota yaitu Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser.

    Sebagai langkah awal, BNN Kota Balikpapan telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Paser, yang siap mendukung pembangunan balai rehabilitasi di wilayah mereka.

    "Kami memang memiliki balai rehabilitasi yang melayani umum, termasuk warga dari luar Kaltim. Namun yang memprihatinkan, warga Kaltim sendiri justru seringkali tidak kebagian layanan," imbuhnya.

    Lanjutnya, padahal balai rehabilitasi yang ada mampu memberikan pemulihan yang signifikan bagi para penggunanya.

    Pihak BNN Kota Balikpapan juga telah melakukan pembicaraan dengan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud untuk mendapatkan dukungan penuh dalam pembangunan balai rehabilitasi yang dapat membantu memutus mata rantai peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut. 

    “Keberadaan balai rehabilitasi sangat penting untuk menanggulangi permasalahan narkotika, yang tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi menghasilkan jaringan pengedar,” terangnya.

    Ia pun mengajak semua pihak, termasuk wartawan, untuk bersama-sama menyebarkan informasi tentang pentingnya upaya pemberantasan narkoba dan mendukung pembangunan fasilitas rehabilitasi bagi warga lokal.

    "Melalui kolaborasi dan dukungan masyarakat, kita harapkan peredaran gelap narkotika bisa semakin terkurangi," paparnya.

    Dengan adanya fasilitas rehabilitasi yang memadai, diharapkan warga Balikpapan dan sekitarnya bisa mendapatkan penanganan yang lebih baik, serta membantu dalam menanggulangi peredaran narkoba yang semakin meresahkan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    BNN Kota Balikpapan Usulkan Pembangunan Balai Rehabilitasi untuk Warga Lokal

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    23 Desember 2024 pukul 19:22 WITA

    Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan, Kombes Pol Bonifasio Rio Rahadianto (tengah) saat pelaksanaan konferensi pers akhir tahun. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan, Kombes Pol Bonifasio Rio Rahadianto, mengungkapkan kekhawatiran terkait minimnya fasilitas rehabilitasi bagi pengguna narkoba di wilayah Kaltim.

    Meskipun Kaltim dikenal sebagai provinsi yang kaya dan makmur, namun jumlah fasilitas rehabilitasi klien di wilayah ini masih sangat terbatas, bahkan tercatat sebagai yang terendah ketiga setelah Papua Barat dan Bengkulu.

    "Harapan kami ke depannya adalah memiliki balai rehabilitasi yang dikhususkan untuk melayani warga Balikpapan, agar mereka bisa mendapatkan pelayanan yang maksimal," ujar Kombes Pol Bonifasio kepada media, Senin (23/12/2024).

    Dia menambahkan, bahwa wilayah tugas BNN Kota Balikpapan mencakup tiga kabupaten/kota yaitu Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser.

    Sebagai langkah awal, BNN Kota Balikpapan telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Paser, yang siap mendukung pembangunan balai rehabilitasi di wilayah mereka.

    "Kami memang memiliki balai rehabilitasi yang melayani umum, termasuk warga dari luar Kaltim. Namun yang memprihatinkan, warga Kaltim sendiri justru seringkali tidak kebagian layanan," imbuhnya.

    Lanjutnya, padahal balai rehabilitasi yang ada mampu memberikan pemulihan yang signifikan bagi para penggunanya.

    Pihak BNN Kota Balikpapan juga telah melakukan pembicaraan dengan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud untuk mendapatkan dukungan penuh dalam pembangunan balai rehabilitasi yang dapat membantu memutus mata rantai peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut. 

    “Keberadaan balai rehabilitasi sangat penting untuk menanggulangi permasalahan narkotika, yang tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi menghasilkan jaringan pengedar,” terangnya.

    Ia pun mengajak semua pihak, termasuk wartawan, untuk bersama-sama menyebarkan informasi tentang pentingnya upaya pemberantasan narkoba dan mendukung pembangunan fasilitas rehabilitasi bagi warga lokal.

    "Melalui kolaborasi dan dukungan masyarakat, kita harapkan peredaran gelap narkotika bisa semakin terkurangi," paparnya.

    Dengan adanya fasilitas rehabilitasi yang memadai, diharapkan warga Balikpapan dan sekitarnya bisa mendapatkan penanganan yang lebih baik, serta membantu dalam menanggulangi peredaran narkoba yang semakin meresahkan.

    (Sf/Rs)