Seputar Kaltim

    BNN Gagalkan Sindikat Narkoba Lintas Negara di Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Petugas BNN Kaltim bersama tim dari berbagai daerah telah melakukan penggerebekan di kawasan Kampung Margasari, Balikpapan Barat. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kaltim berhasil menggagalkan upaya sindikat narkoba lintas negara.

    Dalam operasi tersebut, BNN menggerebek sebuah rumah yang diduga milik tersangka narkoba di Kampung Margasari, Balikpapan Barat, Kamis (5/12/2024).

    Operasi ini dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kaltim, Brigjen Pol Rudi Hartono, yang melibatkan tim dari berbagai daerah, termasuk Sulawesi, Kalimantan Barat, dan Nunukan.

    Jaringan yang terungkap, menurut Brigjen Rudi, merupakan sindikat narkoba internasional yang mengedarkan narkotika dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur distribusi yang melibatkan Kalimantan Barat, Nunukan, dan Balikpapan.

    "Pada penggerebekan ini, kami memeriksa tiga lokasi yang diduga menyimpan barang bukti. Namun, kami tidak menemukan barang bukti atau tersangka yang kami cari," ucap Brigjen Rudi usai penggerebekan.

    Meski demikian, BNN sebelumnya berhasil menyita 2,1 kilogram narkoba yang diduga berasal dari Malaysia melalui jalur tengah yang menghubungkan Kuching, Malaysia, hingga Kalimantan Utara.

    Sindikat ini menggunakan berbagai modus untuk menyelundupkan narkoba, salah satunya melalui kawasan padat penduduk di atas air yang memungkinkan pelarian lebih cepat.

    "Kami mencurigai mereka terus mencoba berbagai cara untuk meloloskan barang haram ini ke Indonesia," tambahnya.

    Dalam operasi kali ini, tiga tersangka berhasil diamankan, di antaranya berinisial CSBD dan AAR. Namun, dua tersangka utama, termasuk pengendali utama berinisial HRS, masih dalam pengejaran. 

    "Kami menduga HRS telah melarikan diri, namun kami telah memperluaskan pencarian di berbagai wilayah, termasuk Kalimantan Barat dan Nunukan," jelasnya.

    Sindikat ini menargetkan wilayah dengan daya beli tinggi dan menggunakan jalur distribusi yang melibatkan Sulawesi, Surabaya, dan Medan. BNN Kaltim berharap dengan terungkapnya jaringan ini, mereka dapat memutus mata rantai peredaran narkoba yang semakin marak di Indonesia.

    BNN menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan operasi pemberantasan narkoba, karena kejahatan multimodus seperti ini tidak bisa dibiarkan berkembang.

    "Pemerintah dan seluruh masyarakat harus bersatu untuk melawan kejahatan narkoba yang merusak generasi bangsa," mengingatkannya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    BNN Gagalkan Sindikat Narkoba Lintas Negara di Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Petugas BNN Kaltim bersama tim dari berbagai daerah telah melakukan penggerebekan di kawasan Kampung Margasari, Balikpapan Barat. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kaltim berhasil menggagalkan upaya sindikat narkoba lintas negara.

    Dalam operasi tersebut, BNN menggerebek sebuah rumah yang diduga milik tersangka narkoba di Kampung Margasari, Balikpapan Barat, Kamis (5/12/2024).

    Operasi ini dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kaltim, Brigjen Pol Rudi Hartono, yang melibatkan tim dari berbagai daerah, termasuk Sulawesi, Kalimantan Barat, dan Nunukan.

    Jaringan yang terungkap, menurut Brigjen Rudi, merupakan sindikat narkoba internasional yang mengedarkan narkotika dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur distribusi yang melibatkan Kalimantan Barat, Nunukan, dan Balikpapan.

    "Pada penggerebekan ini, kami memeriksa tiga lokasi yang diduga menyimpan barang bukti. Namun, kami tidak menemukan barang bukti atau tersangka yang kami cari," ucap Brigjen Rudi usai penggerebekan.

    Meski demikian, BNN sebelumnya berhasil menyita 2,1 kilogram narkoba yang diduga berasal dari Malaysia melalui jalur tengah yang menghubungkan Kuching, Malaysia, hingga Kalimantan Utara.

    Sindikat ini menggunakan berbagai modus untuk menyelundupkan narkoba, salah satunya melalui kawasan padat penduduk di atas air yang memungkinkan pelarian lebih cepat.

    "Kami mencurigai mereka terus mencoba berbagai cara untuk meloloskan barang haram ini ke Indonesia," tambahnya.

    Dalam operasi kali ini, tiga tersangka berhasil diamankan, di antaranya berinisial CSBD dan AAR. Namun, dua tersangka utama, termasuk pengendali utama berinisial HRS, masih dalam pengejaran. 

    "Kami menduga HRS telah melarikan diri, namun kami telah memperluaskan pencarian di berbagai wilayah, termasuk Kalimantan Barat dan Nunukan," jelasnya.

    Sindikat ini menargetkan wilayah dengan daya beli tinggi dan menggunakan jalur distribusi yang melibatkan Sulawesi, Surabaya, dan Medan. BNN Kaltim berharap dengan terungkapnya jaringan ini, mereka dapat memutus mata rantai peredaran narkoba yang semakin marak di Indonesia.

    BNN menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan operasi pemberantasan narkoba, karena kejahatan multimodus seperti ini tidak bisa dibiarkan berkembang.

    "Pemerintah dan seluruh masyarakat harus bersatu untuk melawan kejahatan narkoba yang merusak generasi bangsa," mengingatkannya.

    (Sf/Rs)