Seputar Kaltim

    BMKG Sebut Sesar Aktif Dua Wilayah Ini dapat Picu Potensi Gempa di Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:RUSDIANTO
    20 Januari 2026 pukul 13:03 WITA

    Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kabupaten Berau tidak termasuk daerah rawan gempa, namun wilayah ini memiliki potensi kegempaan yang perlu diwaspadai masyarakat. Potensi tersebut terkait dengan jalur sesar aktif yang melintasi wilayah Berau, terutama Sesar Mangkalihat dan Sesar Sangkulirang, menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau.


    Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menjelaskan bahwa selain kedua sesar tersebut, aktivitas gempa di Berau juga dipengaruhi oleh pertemuan lempeng tektonik di wilayah timur, khususnya di perairan Maratua.


    "Yang jelas di Berau ada Sesar Mangkalihat dan Sesar Sangkulirang. Selain itu, ada juga pengaruh pertemuan lempeng Filipina dengan Sulawesi di timur Maratua. Daerah-daerah itu memang perlu kita sadari memiliki potensi terjadinya gempa," ujar Ade.


    Ia menyebut wilayah pesisir Berau menjadi kawasan yang paling sering mengalami aktivitas gempa, membentang dari Kecamatan Biduk-Biduk hingga Muara Berau.


    "Di pesisir itu, dari Biduk-Biduk sampai Muara Berau memang sering terjadi gempa. Tapi sebagian besar berkekuatan kecil dan tidak selalu dirasakan masyarakat," tambahnya.


    Dirinya pun mengatakan, selain daerah pesisir, gempa juga tercatat di pedalaman Berau, khususnya Kecamatan Kelay, serta di sekitar muara sungai dan wilayah perairan laut. Dampak gempa di wilayah tersebut relatif kecil, namun tetap menjadi perhatian BMKG.


    Oleh karena itu, untuk memantau potensi gempa, BMKG Berau telah memasang tiga alat pencatat gempa atau seismograf di Teluk Bayur, Maratua, dan Biduk-Biduk. Dimana, alat-alat ini memungkinkan pemantauan gempa secara real time, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat.


    "Dengan tiga alat seismograf ini, pemantauan gempa di Berau sudah cukup untuk satu kabupaten. Data bisa dipantau secara real time dan disampaikan secara akurat kepada masyarakat," terangnya.


    Ade pun mengatakan bahwa setiap kejadian gempa, sekecil apa pun, akan tetap dicatat dan diinformasikan sebagai bagian dari upaya mitigasi dan edukasi kebencanaan.


    "Sekecil apa pun gempanya, tetap kami informasikan. Ini bagian dari mitigasi dan edukasi agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana," pungkasnya.


    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    BMKG Sebut Sesar Aktif Dua Wilayah Ini dapat Picu Potensi Gempa di Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:RUSDIANTO
    20 Januari 2026 pukul 13:03 WITA

    Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kabupaten Berau tidak termasuk daerah rawan gempa, namun wilayah ini memiliki potensi kegempaan yang perlu diwaspadai masyarakat. Potensi tersebut terkait dengan jalur sesar aktif yang melintasi wilayah Berau, terutama Sesar Mangkalihat dan Sesar Sangkulirang, menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau.


    Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menjelaskan bahwa selain kedua sesar tersebut, aktivitas gempa di Berau juga dipengaruhi oleh pertemuan lempeng tektonik di wilayah timur, khususnya di perairan Maratua.


    "Yang jelas di Berau ada Sesar Mangkalihat dan Sesar Sangkulirang. Selain itu, ada juga pengaruh pertemuan lempeng Filipina dengan Sulawesi di timur Maratua. Daerah-daerah itu memang perlu kita sadari memiliki potensi terjadinya gempa," ujar Ade.


    Ia menyebut wilayah pesisir Berau menjadi kawasan yang paling sering mengalami aktivitas gempa, membentang dari Kecamatan Biduk-Biduk hingga Muara Berau.


    "Di pesisir itu, dari Biduk-Biduk sampai Muara Berau memang sering terjadi gempa. Tapi sebagian besar berkekuatan kecil dan tidak selalu dirasakan masyarakat," tambahnya.


    Dirinya pun mengatakan, selain daerah pesisir, gempa juga tercatat di pedalaman Berau, khususnya Kecamatan Kelay, serta di sekitar muara sungai dan wilayah perairan laut. Dampak gempa di wilayah tersebut relatif kecil, namun tetap menjadi perhatian BMKG.


    Oleh karena itu, untuk memantau potensi gempa, BMKG Berau telah memasang tiga alat pencatat gempa atau seismograf di Teluk Bayur, Maratua, dan Biduk-Biduk. Dimana, alat-alat ini memungkinkan pemantauan gempa secara real time, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat.


    "Dengan tiga alat seismograf ini, pemantauan gempa di Berau sudah cukup untuk satu kabupaten. Data bisa dipantau secara real time dan disampaikan secara akurat kepada masyarakat," terangnya.


    Ade pun mengatakan bahwa setiap kejadian gempa, sekecil apa pun, akan tetap dicatat dan diinformasikan sebagai bagian dari upaya mitigasi dan edukasi kebencanaan.


    "Sekecil apa pun gempanya, tetap kami informasikan. Ini bagian dari mitigasi dan edukasi agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana," pungkasnya.


    (Sf/Rs)