Cari disini...
Seputar Kaltim
Penampilan awan di Kota Samarinda, meski tampak cerah namun hujan rintik turun merata di hampir semua titik di Kota Samarinda. (Seputarfakta.com)
Samarinda – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Timur (Kaltim) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Senin (10/8/2025) pukul 09.35 WITA. Sejumlah wilayah di Kaltim diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Menurut BMKG, potensi hujan akan mulai terjadi sekitar pukul 09.50 WITA di beberapa wilayah, meliputi Anggana, Muara Badak, Samboja, Muara Jawa, Sanga Sanga, Tenggarong Seberang, dan Marang Kayu di Kabupaten Kutai Kartanegara, serta Muara Pahu di Kabupaten Kutai Barat.
Awan hujan diperkirakan bergerak meluas ke Loa Janan, Tenggarong, Sebulu, Kota Bangun, Muara Kaman (Kutai Kartanegara); Jempang, Penyinggahan, Siluq Ngurai (Kutai Barat); Teluk Pandan (Kutai Timur); Penajam dan Babulu (Penajam Paser Utara); seluruh kecamatan di Kota Balikpapan; sebagian besar wilayah Kota Samarinda; dan Bontang Selatan.
“Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 12.00 WITA,” tulis BMKG Kaltim dalam rilis resminya.
Fenomena hujan lebat disertai angin kencang seperti ini lazim terjadi di Kaltim, terutama pada musim peralihan. Kelembapan udara yang tinggi berpadu dengan suhu permukaan laut yang hangat memicu pembentukan awan konvektif. Awan ini dapat berkembang cepat dan menurunkan hujan deras dalam waktu singkat, bahkan saat cuaca sebelumnya tampak cerah.
Catatan BMKG menunjukkan, pola cuaca serupa pernah mengakibatkan gangguan aktivitas transportasi dan kerusakan fasilitas umum di beberapa wilayah pesisir. Hujan deras yang datang tiba-tiba juga berisiko memicu banjir di daerah dataran rendah dan longsor di wilayah perbukitan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, tanah longsor, dan pohon tumbang. Warga disarankan mengamankan barang-barang di luar rumah, menunda aktivitas di luar ruangan saat hujan deras terjadi, dan menghindari berteduh di bawah pohon ketika ada petir.
Informasi pembaruan cuaca dapat diakses melalui kanal resmi BMKG di nowcasting.bmkg.go.id. “Kondisi cuaca dapat berubah cepat, sehingga pemantauan informasi menjadi penting,” tegas BMKG Kaltim.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penampilan awan di Kota Samarinda, meski tampak cerah namun hujan rintik turun merata di hampir semua titik di Kota Samarinda. (Seputarfakta.com)
Samarinda – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Timur (Kaltim) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Senin (10/8/2025) pukul 09.35 WITA. Sejumlah wilayah di Kaltim diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Menurut BMKG, potensi hujan akan mulai terjadi sekitar pukul 09.50 WITA di beberapa wilayah, meliputi Anggana, Muara Badak, Samboja, Muara Jawa, Sanga Sanga, Tenggarong Seberang, dan Marang Kayu di Kabupaten Kutai Kartanegara, serta Muara Pahu di Kabupaten Kutai Barat.
Awan hujan diperkirakan bergerak meluas ke Loa Janan, Tenggarong, Sebulu, Kota Bangun, Muara Kaman (Kutai Kartanegara); Jempang, Penyinggahan, Siluq Ngurai (Kutai Barat); Teluk Pandan (Kutai Timur); Penajam dan Babulu (Penajam Paser Utara); seluruh kecamatan di Kota Balikpapan; sebagian besar wilayah Kota Samarinda; dan Bontang Selatan.
“Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 12.00 WITA,” tulis BMKG Kaltim dalam rilis resminya.
Fenomena hujan lebat disertai angin kencang seperti ini lazim terjadi di Kaltim, terutama pada musim peralihan. Kelembapan udara yang tinggi berpadu dengan suhu permukaan laut yang hangat memicu pembentukan awan konvektif. Awan ini dapat berkembang cepat dan menurunkan hujan deras dalam waktu singkat, bahkan saat cuaca sebelumnya tampak cerah.
Catatan BMKG menunjukkan, pola cuaca serupa pernah mengakibatkan gangguan aktivitas transportasi dan kerusakan fasilitas umum di beberapa wilayah pesisir. Hujan deras yang datang tiba-tiba juga berisiko memicu banjir di daerah dataran rendah dan longsor di wilayah perbukitan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, tanah longsor, dan pohon tumbang. Warga disarankan mengamankan barang-barang di luar rumah, menunda aktivitas di luar ruangan saat hujan deras terjadi, dan menghindari berteduh di bawah pohon ketika ada petir.
Informasi pembaruan cuaca dapat diakses melalui kanal resmi BMKG di nowcasting.bmkg.go.id. “Kondisi cuaca dapat berubah cepat, sehingga pemantauan informasi menjadi penting,” tegas BMKG Kaltim.
(Sf/Rs)