Seputar Kaltim

    BMKG Berau Imbau Warga Waspadai Potensi Banjir Rob, Pasang Tertinggi 7 Desember 2025

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    06 Desember 2025 pukul 21:56 WITA

    Perkiraan pasang surut muara sungai Berau. (Sumber BMKG Berau)

    Tanjung Redeb - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau merilis prakiraan pasang surut untuk periode 1-10 Desember 2025. 

    Dalam laporan tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat pesisir dan warga di sepanjang aliran sungai agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob.

    Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi menyampaikan bahwa kondisi geografis wilayah Berau menjadikan informasi pasang surut sebagai hal penting yang harus diperhatikan masyarakat. 

    Diketahui Wilayah Berau memiliki daerah pesisir dan aliran sungai, sehingga pasang surut menjadi sangat penting untuk diketahui. 

    Berdasarkan data BMKG, surut terendah diperkirakan terjadi pada 6 Desember 2025 dengan ketinggian 0,2 meter pada pukul 02.00 WITA.

    "Sedangkan pasang tertinggi diprediksi terjadi pada Minggu 7 Desember 2025 dengan ketinggian mencapai 2,9 meter pada pukul 21.00 WITA," tambahnya.

    Oleh karena itu, BMKG Berau juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan dampak yang ditimbulkan dari dinamika pasang surut tersebut.

    "Warga yang tinggal di wilayah pesisir dan aliran sungai diminta tetap waspada terhadap potensi banjir rob saat puncak pasang tersebut," pesannya.

    Ia juga meminta warga untuk selalu memantau dan memperbarui informasi dari BMKG Berau terkait perkembangan kondisi pasang surut maupun cuaca. Sehingga dirinya menekankan masyarakat yang ingin beraktivitas, khususnya nelayan untuk dapat memperkirakan atau memantu perkiraan cuaca terlebih dahulu.

    "Saya harap masyarakat juga dapat lebih aktif berkoordinasi dengan perangkat daerah serta unit penanggulangan bencana untuk mengurangi risiko dampak yang mungkin terjadi," ujarnya.

    Terakhir, Ade menegaskan kewaspadaan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan risiko kerugian, serta memastikan keselamatan dan aktivitas tetap berjalan aman selama periode pasang surut tersebut.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    BMKG Berau Imbau Warga Waspadai Potensi Banjir Rob, Pasang Tertinggi 7 Desember 2025

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    06 Desember 2025 pukul 21:56 WITA

    Perkiraan pasang surut muara sungai Berau. (Sumber BMKG Berau)

    Tanjung Redeb - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau merilis prakiraan pasang surut untuk periode 1-10 Desember 2025. 

    Dalam laporan tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat pesisir dan warga di sepanjang aliran sungai agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob.

    Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi menyampaikan bahwa kondisi geografis wilayah Berau menjadikan informasi pasang surut sebagai hal penting yang harus diperhatikan masyarakat. 

    Diketahui Wilayah Berau memiliki daerah pesisir dan aliran sungai, sehingga pasang surut menjadi sangat penting untuk diketahui. 

    Berdasarkan data BMKG, surut terendah diperkirakan terjadi pada 6 Desember 2025 dengan ketinggian 0,2 meter pada pukul 02.00 WITA.

    "Sedangkan pasang tertinggi diprediksi terjadi pada Minggu 7 Desember 2025 dengan ketinggian mencapai 2,9 meter pada pukul 21.00 WITA," tambahnya.

    Oleh karena itu, BMKG Berau juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan dampak yang ditimbulkan dari dinamika pasang surut tersebut.

    "Warga yang tinggal di wilayah pesisir dan aliran sungai diminta tetap waspada terhadap potensi banjir rob saat puncak pasang tersebut," pesannya.

    Ia juga meminta warga untuk selalu memantau dan memperbarui informasi dari BMKG Berau terkait perkembangan kondisi pasang surut maupun cuaca. Sehingga dirinya menekankan masyarakat yang ingin beraktivitas, khususnya nelayan untuk dapat memperkirakan atau memantu perkiraan cuaca terlebih dahulu.

    "Saya harap masyarakat juga dapat lebih aktif berkoordinasi dengan perangkat daerah serta unit penanggulangan bencana untuk mengurangi risiko dampak yang mungkin terjadi," ujarnya.

    Terakhir, Ade menegaskan kewaspadaan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan risiko kerugian, serta memastikan keselamatan dan aktivitas tetap berjalan aman selama periode pasang surut tersebut.

    (Sf/Lo)