Seputar Kaltim

    BLK Kutim Siapkan Tenaga Kerja Sektor Kewirausahaan dan Jasa, Termasuk Tata Boga dan Barista

    Penulis:*/Lisda|Redaktur:Maruly Z
    07 Maret 2025 pukul 22:09 WITA

    Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Roma Malau, saat diwawancarai di ruangannya Jum'at, (7/3/2025).

    Sangatta - Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui berbagai pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Program-program pelatihan yang ditawarkan di BLK mencakup berbagai bidang, seperti alat berat, pengelasan (welder), kelistrikan (electrical), mekanik, tata boga, hingga barista.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kutim, Roma Malau, menjelaskan bahwa BLK telah menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan untuk memastikan hasil pelatihan sudah berjalan dengan baik. Pada tahun 2025, program pelatihan ini akan diperluas dengan kerja sama lebih banyak perusahaan yang ada di Kutim. 

    "Di 2025 ini, kita akan berfokus pada penyediaan tenaga kerja yang sesuai dengan visi dan misi Bupati selama lima tahun ke depan. Tidak hanya sektor pertambangan, tetapi juga sektor jasa dan kewirausahaan seperti tata boga dan barista yang juga akan dibina dan dilatih," kata Roma saat diwawancarai di ruangannya Jum'at, (7/3/2025).

    Selain itu, BLK juga bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar seperti PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Ganda Alam Makmur (GAM), dalam menyediakan tempat magang bagi peserta pelatihan. Melalui kerja sama ini, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga pengalaman langsung di lapangan, yang meningkatkan peluang mereka untuk dipekerjakan.

    Program-program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Kutai Timur dan menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar lokal maupun internasional. "Ke depan, kami juga berencana untuk membangun laboratorium bahasa yang mencakup bahasa Inggris, Mandarin, dan Jepang. Ini sebagai upaya untuk mempersiapkan tenaga kerja yang siap berkompetisi di pasar global," ujar Roma.

    Disnaker juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Dalam mencapai tujuan tersebut, pihaknya mengajak seluruh stakeholder untuk bekerja sama dalam menciptakan perekonomian yang berkelanjutan dan berdaya saing.

    Sementara itu, terkait dengan penegakan aturan ketenagakerjaan, Disnaker Kutim juga akan melakukan evaluasi dan monitoring terhadap perusahaan-perusahaan yang ada di Kutim. Salah satunya adalah memantau pelaksanaan Perda Nomor 1 Tahun 2020 dan Perbub Nomor 6 Tahun 2024 yang mengatur porsi tenaga kerja lokal di perusahaan, yakni 80 persen tenaga kerja lokal dan 20 persen tenaga kerja dari luar daerah.

    "Jika ada perusahaan yang melanggar ketentuan tersebut, kami akan melakukan evaluasi dan memberikan teguran sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas Roma Malau.

    Dengan berbagai upaya yang terus dilakukan, Roma Malau berharap BLK dapat berperan dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di industri, baik di tingkat nasional maupun global, serta mendukung perekonomian daerah Kutai Timur menuju masa depan yang lebih baik.

    (Sf/Mr)

    Seputar Kaltim

    BLK Kutim Siapkan Tenaga Kerja Sektor Kewirausahaan dan Jasa, Termasuk Tata Boga dan Barista

    Penulis:*/Lisda|Redaktur:Maruly Z
    07 Maret 2025 pukul 22:09 WITA

    Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Roma Malau, saat diwawancarai di ruangannya Jum'at, (7/3/2025).

    Sangatta - Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui berbagai pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Program-program pelatihan yang ditawarkan di BLK mencakup berbagai bidang, seperti alat berat, pengelasan (welder), kelistrikan (electrical), mekanik, tata boga, hingga barista.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kutim, Roma Malau, menjelaskan bahwa BLK telah menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan untuk memastikan hasil pelatihan sudah berjalan dengan baik. Pada tahun 2025, program pelatihan ini akan diperluas dengan kerja sama lebih banyak perusahaan yang ada di Kutim. 

    "Di 2025 ini, kita akan berfokus pada penyediaan tenaga kerja yang sesuai dengan visi dan misi Bupati selama lima tahun ke depan. Tidak hanya sektor pertambangan, tetapi juga sektor jasa dan kewirausahaan seperti tata boga dan barista yang juga akan dibina dan dilatih," kata Roma saat diwawancarai di ruangannya Jum'at, (7/3/2025).

    Selain itu, BLK juga bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar seperti PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Ganda Alam Makmur (GAM), dalam menyediakan tempat magang bagi peserta pelatihan. Melalui kerja sama ini, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga pengalaman langsung di lapangan, yang meningkatkan peluang mereka untuk dipekerjakan.

    Program-program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Kutai Timur dan menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar lokal maupun internasional. "Ke depan, kami juga berencana untuk membangun laboratorium bahasa yang mencakup bahasa Inggris, Mandarin, dan Jepang. Ini sebagai upaya untuk mempersiapkan tenaga kerja yang siap berkompetisi di pasar global," ujar Roma.

    Disnaker juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Dalam mencapai tujuan tersebut, pihaknya mengajak seluruh stakeholder untuk bekerja sama dalam menciptakan perekonomian yang berkelanjutan dan berdaya saing.

    Sementara itu, terkait dengan penegakan aturan ketenagakerjaan, Disnaker Kutim juga akan melakukan evaluasi dan monitoring terhadap perusahaan-perusahaan yang ada di Kutim. Salah satunya adalah memantau pelaksanaan Perda Nomor 1 Tahun 2020 dan Perbub Nomor 6 Tahun 2024 yang mengatur porsi tenaga kerja lokal di perusahaan, yakni 80 persen tenaga kerja lokal dan 20 persen tenaga kerja dari luar daerah.

    "Jika ada perusahaan yang melanggar ketentuan tersebut, kami akan melakukan evaluasi dan memberikan teguran sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas Roma Malau.

    Dengan berbagai upaya yang terus dilakukan, Roma Malau berharap BLK dapat berperan dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di industri, baik di tingkat nasional maupun global, serta mendukung perekonomian daerah Kutai Timur menuju masa depan yang lebih baik.

    (Sf/Mr)