Seputar Kaltim

    BKKBN Luncurkan Program Tamasya di Kutai Timur, Solusi Penitipan Anak bagi Pekerja Perempuan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Menteri BKKBN Wihaji meresmikan Program Tamasya di Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur, Senin (27/5/2025), didampingi Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan perwakilan PT DSN. Program ini diharapkan menjadi solusi penitipan anak bagi pekerja perempuan.

    Kutai Timur– Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) resmi meluncurkan program nasional Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada pekerja perempuan, terutama melalui penyediaan tempat penitipan anak yang aman dan nyaman.

    Menteri BKKBN, Wihaji, menjelaskan bahwa Kutai Timur dipilih sebagai lokasi peluncuran karena daerah ini memiliki banyak perusahaan dan jumlah pekerja perempuan yang cukup besar.

    “Kenapa di Kutai Timur? Karena banyak perusahaan di sini dan juga banyak pekerja perempuan. Alhamdulillah, perusahaan DSN sudah memiliki 91 Tempat Penitipan Anak (TPA) yang melayani 1.860 anak dan dibantu oleh 186 pengasuh,” ujar Wihaji. Selasa, (27/5/2025)

    Menurutnya, program Tamasya menjadi solusi agar para ibu yang bekerja bisa lebih tenang dan fokus tanpa harus khawatir soal pengasuhan anak. Ia juga menekankan bahwa pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi juga tugas bersama antara pemerintah dan pihak swasta.

    “Saya juga sudah berdiskusi dengan Menteri Ketenagakerjaan. Ini bukan hanya urusan pemerintah, tapi semua pihak bisa terlibat memberikan perhatian dan kasih sayang untuk anak-anak,” tambahnya.

    Program Tamasya sendiri mendapatkan dukungan enam kementerian, yaitu Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan, Kementerian Sosial, serta Kementerian Ketenagakerjaan.

    Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, juga menyambut baik peluncuran program ini. Ia memberikan apresiasi kepada PT Dharma Satya Nusantara (DSN) yang menjadi lokasi peluncuran. Menurutnya, fasilitas TPA sangat penting untuk mendukung kesejahteraan para pekerja, terutama ibu-ibu yang memiliki anak kecil.

    “Saya mengapresiasi seluruh jajaran PT DSN yang sudah memberikan layanan terbaik untuk anak-anak kita. Saya harap program ini bisa menjadi contoh untuk perusahaan lain di Kutai Timur,” kata Ardiansyah.

    Ia juga menambahkan bahwa penyediaan tempat penitipan anak merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang penting. Hal ini bisa membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih ramah bagi keluarga.

    “Saya berharap ini bisa jadi inspirasi, tidak hanya bagi pemerintah, tapi juga bagi semua pihak,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    BKKBN Luncurkan Program Tamasya di Kutai Timur, Solusi Penitipan Anak bagi Pekerja Perempuan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Menteri BKKBN Wihaji meresmikan Program Tamasya di Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur, Senin (27/5/2025), didampingi Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan perwakilan PT DSN. Program ini diharapkan menjadi solusi penitipan anak bagi pekerja perempuan.

    Kutai Timur– Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) resmi meluncurkan program nasional Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada pekerja perempuan, terutama melalui penyediaan tempat penitipan anak yang aman dan nyaman.

    Menteri BKKBN, Wihaji, menjelaskan bahwa Kutai Timur dipilih sebagai lokasi peluncuran karena daerah ini memiliki banyak perusahaan dan jumlah pekerja perempuan yang cukup besar.

    “Kenapa di Kutai Timur? Karena banyak perusahaan di sini dan juga banyak pekerja perempuan. Alhamdulillah, perusahaan DSN sudah memiliki 91 Tempat Penitipan Anak (TPA) yang melayani 1.860 anak dan dibantu oleh 186 pengasuh,” ujar Wihaji. Selasa, (27/5/2025)

    Menurutnya, program Tamasya menjadi solusi agar para ibu yang bekerja bisa lebih tenang dan fokus tanpa harus khawatir soal pengasuhan anak. Ia juga menekankan bahwa pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi juga tugas bersama antara pemerintah dan pihak swasta.

    “Saya juga sudah berdiskusi dengan Menteri Ketenagakerjaan. Ini bukan hanya urusan pemerintah, tapi semua pihak bisa terlibat memberikan perhatian dan kasih sayang untuk anak-anak,” tambahnya.

    Program Tamasya sendiri mendapatkan dukungan enam kementerian, yaitu Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan, Kementerian Sosial, serta Kementerian Ketenagakerjaan.

    Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, juga menyambut baik peluncuran program ini. Ia memberikan apresiasi kepada PT Dharma Satya Nusantara (DSN) yang menjadi lokasi peluncuran. Menurutnya, fasilitas TPA sangat penting untuk mendukung kesejahteraan para pekerja, terutama ibu-ibu yang memiliki anak kecil.

    “Saya mengapresiasi seluruh jajaran PT DSN yang sudah memberikan layanan terbaik untuk anak-anak kita. Saya harap program ini bisa menjadi contoh untuk perusahaan lain di Kutai Timur,” kata Ardiansyah.

    Ia juga menambahkan bahwa penyediaan tempat penitipan anak merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang penting. Hal ini bisa membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih ramah bagi keluarga.

    “Saya berharap ini bisa jadi inspirasi, tidak hanya bagi pemerintah, tapi juga bagi semua pihak,” tutupnya.

    (Sf/Rs)