Seputar Kaltim

    BKKBN Kaltim Dorong Pemkot Samarinda Segera Kendalikan Kenakalan Remaja

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    20 Agustus 2024 pukul 15:42 WITA

    Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Sunarto. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk mengendalikan kenakalan remaja dengan membentuk ekstrakulikuler Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di setiap sekolah.

    PIK-R yang merupakan besutan dari program Generasi Berencana (GenRe) ini diharapkan dapat menjadi dorongan awal untuk remaja saat ini berkegiatan dengan positif.

    Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Sunarto menyebut Samarinda merupakan salah satu daerah dengan tingkat kenakalan remaja tertinggi se-Kaltim.

    "Bahwa di samarinda itu angka kenakalan remaja itu tinggi terutama dalam penggunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA), terus kemudian nikah di bawah usia 21 tahun karena berhubungan badan di luar nikah tanpa pengaman," ungkap Sunarto.

    Imbas dari kenakalan yang disebutkan Sunarto tersebut, salah satunya menyebabkan resiko perceraian semakin meningkat, karena dianggap kurang matangnya dalam hubungan rumah tangga. Adapun data dari Pengadilan Agama Kelas IA Samarinda mencatat pada tahun 2023 sebanyak 1883 kasus perceraian. Angka ini cenderung naik setiap tahunnya.

    "Jadi resiko perceraian tinggi, bahwa 10 daerah di Kaltim angka perceraian tertinggi adalah kota Samarinda," ucapnya.

    Kemudian dari pada ini, BKKBN menganggap persoalan remaja ini menjadi perhatian dengan harapan Pemerintah Kota mengeluarkan Surat Edaran atau Surat Keputusan yang ditujukan kepada sekolah. 

    "Kita mendorong agar pemerintah Kota Samarinda itu menginisiasi bahwa kegiatan PIK-R yang tergabung dalam genre itu menjadi kegiatan ektrakurikuler sekolah, ini belum terjadi, kita berharap pemkot menginisiasi itu," tegasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    BKKBN Kaltim Dorong Pemkot Samarinda Segera Kendalikan Kenakalan Remaja

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    20 Agustus 2024 pukul 15:42 WITA

    Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Sunarto. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk mengendalikan kenakalan remaja dengan membentuk ekstrakulikuler Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di setiap sekolah.

    PIK-R yang merupakan besutan dari program Generasi Berencana (GenRe) ini diharapkan dapat menjadi dorongan awal untuk remaja saat ini berkegiatan dengan positif.

    Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Sunarto menyebut Samarinda merupakan salah satu daerah dengan tingkat kenakalan remaja tertinggi se-Kaltim.

    "Bahwa di samarinda itu angka kenakalan remaja itu tinggi terutama dalam penggunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA), terus kemudian nikah di bawah usia 21 tahun karena berhubungan badan di luar nikah tanpa pengaman," ungkap Sunarto.

    Imbas dari kenakalan yang disebutkan Sunarto tersebut, salah satunya menyebabkan resiko perceraian semakin meningkat, karena dianggap kurang matangnya dalam hubungan rumah tangga. Adapun data dari Pengadilan Agama Kelas IA Samarinda mencatat pada tahun 2023 sebanyak 1883 kasus perceraian. Angka ini cenderung naik setiap tahunnya.

    "Jadi resiko perceraian tinggi, bahwa 10 daerah di Kaltim angka perceraian tertinggi adalah kota Samarinda," ucapnya.

    Kemudian dari pada ini, BKKBN menganggap persoalan remaja ini menjadi perhatian dengan harapan Pemerintah Kota mengeluarkan Surat Edaran atau Surat Keputusan yang ditujukan kepada sekolah. 

    "Kita mendorong agar pemerintah Kota Samarinda itu menginisiasi bahwa kegiatan PIK-R yang tergabung dalam genre itu menjadi kegiatan ektrakurikuler sekolah, ini belum terjadi, kita berharap pemkot menginisiasi itu," tegasnya.

    (Sf/Rs)