Seputar Kaltim

    BKAD PPU Catat Serapan APBD 2024 Baru 71 Persen, Dinas PUPR Catat Angka Terendah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    13 Desember 2024 pukul 18:59 WITA

    Kepala BKAD PPU, Muhajir.(Istimewa)

    Penajam - Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024 pada pertengahan Desember ini baru mencapai 71 persen atau Rp2,2 triliun.

    Padahal, serapan APBD 2024 ditargetkan mencapai 90 persen sebelum Tahun Anggaran (TA) berakhir.

    Keterlambatan ini dikarenakan adanya beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki serapan anggaran paling rendah, yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Umum (PUPR).

    Kemudian, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).

    “Kalau dinas teknis yang melakukan pekerjaan fisik, kendalanya adalah tenaga kerja karena di awal deviasinya memang tinggi, sehingga itulah yang mengakibatkan penyerapan anggaran mereka terlambat,” ucap Kepala BKAD PPU, Muhajir, Jumat (13/12/2024).

    “Jadi keenam OPD tersebut diminta untuk memaparkan terkait persoalan-persoalan dan langkah-langkah yang perlu diambil,” tambahnya.

    Ini bertujuan agar dapat memaksimalkan sisa waktu untuk mencapai target realisasi APBD. Meski waktunya hanya terpaut beberapa hari lagi sebelum batas waktu yang ditentukan, tapi BKAD PPU mengaku optimis bisa mencapai target realisasi tersebut.

    Kepercayaan diri ini muncul karena 71 persen serapan APBD ternyata hanya realisasi keuangan saja, sedangkan realisasi fisik rata-rata sudah mencapai tingkatan tinggi, tapi BKAD masih menunggu proses pencairan.

    “Saya kira hingga akhir batas waktu, pembayaran bisa mencapai target yang ditentukan,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    BKAD PPU Catat Serapan APBD 2024 Baru 71 Persen, Dinas PUPR Catat Angka Terendah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    13 Desember 2024 pukul 18:59 WITA

    Kepala BKAD PPU, Muhajir.(Istimewa)

    Penajam - Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024 pada pertengahan Desember ini baru mencapai 71 persen atau Rp2,2 triliun.

    Padahal, serapan APBD 2024 ditargetkan mencapai 90 persen sebelum Tahun Anggaran (TA) berakhir.

    Keterlambatan ini dikarenakan adanya beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki serapan anggaran paling rendah, yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Umum (PUPR).

    Kemudian, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).

    “Kalau dinas teknis yang melakukan pekerjaan fisik, kendalanya adalah tenaga kerja karena di awal deviasinya memang tinggi, sehingga itulah yang mengakibatkan penyerapan anggaran mereka terlambat,” ucap Kepala BKAD PPU, Muhajir, Jumat (13/12/2024).

    “Jadi keenam OPD tersebut diminta untuk memaparkan terkait persoalan-persoalan dan langkah-langkah yang perlu diambil,” tambahnya.

    Ini bertujuan agar dapat memaksimalkan sisa waktu untuk mencapai target realisasi APBD. Meski waktunya hanya terpaut beberapa hari lagi sebelum batas waktu yang ditentukan, tapi BKAD PPU mengaku optimis bisa mencapai target realisasi tersebut.

    Kepercayaan diri ini muncul karena 71 persen serapan APBD ternyata hanya realisasi keuangan saja, sedangkan realisasi fisik rata-rata sudah mencapai tingkatan tinggi, tapi BKAD masih menunggu proses pencairan.

    “Saya kira hingga akhir batas waktu, pembayaran bisa mencapai target yang ditentukan,” tandasnya.

    (Sf/By)