Seputar Kaltim

    Bising Mesin Perahu Ancam Komunikasi Pesut, Sri Wahyuni Minta Masyarakat Peduli

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    10 Januari 2025 pukul 19:30 WITA

    Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni saat diwawancarai. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni, mendesak seluruh pihak untuk lebih serius dalam upaya pelestarian pesut Mahakam. 

    Populasi mamalia air tawar endemik Kaltimr ini terus menyusut hingga kini hanya tersisa 62 individu.

    "Angka ini sangat memprihatinkan dan menjadi alarm bagi kita semua," tegas Sri Wahyuni di Samarinda.

    Menurut data riset Yayasan RASI, penurunan populasi pesut disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah gangguan kebisingan mesin perahu yang menghambat komunikasi dan navigasi hewan tersebut.

    "Pesut berkomunikasi menggunakan suara. Kebisingan mesin perahu dapat mengganggu komunikasi mereka dan membuat mereka sulit mencari makanan atau menghindari bahaya," jelasnya.

    Selain gangguan suara, perubahan habitat akibat alih fungsi lahan, pencemaran sungai, dan aktivitas manusia lainnya juga mengancam kelangsungan hidup pesut Mahakam.

    Untuk mengatasi masalah ini, Sri Wahyuni mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya nelayan, untuk turut serta dalam upaya pelestarian pesut.

    "Masyarakat harus lebih peduli terhadap lingkungan, terutama sungai Mahakam. Hindari membuang sampah sembarangan, dan laporkan jika melihat pesut dalam kondisi terancam," imbaunya.

    Lebih lanjut, Sri Wahyuni juga menekankan pentingnya penerapan teknologi ramah lingkungan pada perahu nelayan, seperti penggunaan baling-baling yang tidak bising.

    "Dengan berbagai upaya bersama, kita berharap populasi pesut Mahakam dapat kembali pulih dan ekosistem sungai dapat terjaga keseimbangannya," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Bising Mesin Perahu Ancam Komunikasi Pesut, Sri Wahyuni Minta Masyarakat Peduli

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    10 Januari 2025 pukul 19:30 WITA

    Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni saat diwawancarai. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni, mendesak seluruh pihak untuk lebih serius dalam upaya pelestarian pesut Mahakam. 

    Populasi mamalia air tawar endemik Kaltimr ini terus menyusut hingga kini hanya tersisa 62 individu.

    "Angka ini sangat memprihatinkan dan menjadi alarm bagi kita semua," tegas Sri Wahyuni di Samarinda.

    Menurut data riset Yayasan RASI, penurunan populasi pesut disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah gangguan kebisingan mesin perahu yang menghambat komunikasi dan navigasi hewan tersebut.

    "Pesut berkomunikasi menggunakan suara. Kebisingan mesin perahu dapat mengganggu komunikasi mereka dan membuat mereka sulit mencari makanan atau menghindari bahaya," jelasnya.

    Selain gangguan suara, perubahan habitat akibat alih fungsi lahan, pencemaran sungai, dan aktivitas manusia lainnya juga mengancam kelangsungan hidup pesut Mahakam.

    Untuk mengatasi masalah ini, Sri Wahyuni mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya nelayan, untuk turut serta dalam upaya pelestarian pesut.

    "Masyarakat harus lebih peduli terhadap lingkungan, terutama sungai Mahakam. Hindari membuang sampah sembarangan, dan laporkan jika melihat pesut dalam kondisi terancam," imbaunya.

    Lebih lanjut, Sri Wahyuni juga menekankan pentingnya penerapan teknologi ramah lingkungan pada perahu nelayan, seperti penggunaan baling-baling yang tidak bising.

    "Dengan berbagai upaya bersama, kita berharap populasi pesut Mahakam dapat kembali pulih dan ekosistem sungai dapat terjaga keseimbangannya," pungkasnya.

    (Sf/Rs)