Cari disini...
Seputar Kaltim
Plt Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany didampingi Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal. (Foto: maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Polemik anggaran jasa laundry senilai Rp450 juta di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Kalimantan Timur (Kaltim) kini memasuki babak baru.
Tidak sekadar memberikan penjelasan lisan, Biro Umum Setdaprov Kaltim secara blak-blakan membuka data teknis dan bukti fisik kepada publik.
Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Diskominfo Kaltim, Selasa (05/05/2026), Plt Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany menunjukkan transparansi anggaran dengan membeberkan rincian penggunaan dana hingga identitas penyedia jasa (vendor).
Astri menegaskan kembali, narasi yang beredar di media sosial mengenai anggaran Rp450 juta hanya untuk cuci baju kepala daerah adalah informasi yang tidak utuh. Menurutnya, angka tersebut merupakan akumulasi kebutuhan operasional yang disusun sejak akhir tahun 2025.
"Di dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), kami sudah merinci penggunaannya secara transparan. Anggaran ini mencakup kebutuhan rumah tangga di rumah jabatan, mulai dari karpet, gorden, bed cover, sprei, hingga perlengkapan jamuan seperti taplak meja dan penutup kursi," jelas Astri.
Untuk memperkuat bukti bahwa anggaran tersebut terserap secara riil dan profesional, Biro Umum mengungkap identitas mitra kerja mereka.
Tercatat, Pemprov Kaltim bekerja sama dengan beberapa penyedia jasa lokal di Samarinda, di antaranya Tsamara Laundry Cleaning berada di Jalan M Yamin Nomor 2, depan pintu Unmul dan Alwan Laundry Jalan Wolter Mongonsidi, RT 20 Nomor 7.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Biro Umum juga memperlihatkan dokumen kuitansi sebagai bukti pembayaran dilakukan berdasarkan volume pekerjaan yang nyata (kebutuhan riil).
Astri menjelaskan anggaran Rp450 juta adalah pagu tertinggi, namun realisasi pembayarannya bersifat fluktuatif setiap bulan.
"Setiap bulannya, pengeluaran untuk jasa laundry ini berbeda-beda, tergantung intensitas kegiatan dan kebutuhan di lapangan. Kami berharap dengan dibukanya data kuitansi dan vendor ini, masyarakat mendapatkan pencerahan dan tidak lagi ada berita simpang siur," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Plt Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany didampingi Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal. (Foto: maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Polemik anggaran jasa laundry senilai Rp450 juta di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Kalimantan Timur (Kaltim) kini memasuki babak baru.
Tidak sekadar memberikan penjelasan lisan, Biro Umum Setdaprov Kaltim secara blak-blakan membuka data teknis dan bukti fisik kepada publik.
Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Diskominfo Kaltim, Selasa (05/05/2026), Plt Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany menunjukkan transparansi anggaran dengan membeberkan rincian penggunaan dana hingga identitas penyedia jasa (vendor).
Astri menegaskan kembali, narasi yang beredar di media sosial mengenai anggaran Rp450 juta hanya untuk cuci baju kepala daerah adalah informasi yang tidak utuh. Menurutnya, angka tersebut merupakan akumulasi kebutuhan operasional yang disusun sejak akhir tahun 2025.
"Di dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), kami sudah merinci penggunaannya secara transparan. Anggaran ini mencakup kebutuhan rumah tangga di rumah jabatan, mulai dari karpet, gorden, bed cover, sprei, hingga perlengkapan jamuan seperti taplak meja dan penutup kursi," jelas Astri.
Untuk memperkuat bukti bahwa anggaran tersebut terserap secara riil dan profesional, Biro Umum mengungkap identitas mitra kerja mereka.
Tercatat, Pemprov Kaltim bekerja sama dengan beberapa penyedia jasa lokal di Samarinda, di antaranya Tsamara Laundry Cleaning berada di Jalan M Yamin Nomor 2, depan pintu Unmul dan Alwan Laundry Jalan Wolter Mongonsidi, RT 20 Nomor 7.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Biro Umum juga memperlihatkan dokumen kuitansi sebagai bukti pembayaran dilakukan berdasarkan volume pekerjaan yang nyata (kebutuhan riil).
Astri menjelaskan anggaran Rp450 juta adalah pagu tertinggi, namun realisasi pembayarannya bersifat fluktuatif setiap bulan.
"Setiap bulannya, pengeluaran untuk jasa laundry ini berbeda-beda, tergantung intensitas kegiatan dan kebutuhan di lapangan. Kami berharap dengan dibukanya data kuitansi dan vendor ini, masyarakat mendapatkan pencerahan dan tidak lagi ada berita simpang siur," pungkasnya.
(Sf/Lo)