Cari disini...
Seputar Kaltim
Bandar Udara Kalimarau, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. (Foto: Istimewa)
Tanjung Redeb - Segala persiapan saat ini tengah di lakukan oleh pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dengan instansi terkait. Hal ini dilakukan sebab menjelang kedatangan 150 jemaah haji Kabupaten Berau yang kembali ke tanah air. Sehingga, diperlukan beberapa persiapan demi kelancaran dan kenyamanan semua pihak.
Kepala Bandara Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau, Patah Atabri pun mengatakan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemkab Berau untuk segala persiapan yang diperlukan.
"Salah satunya, dengan memberikan layanan bebas parkir atau free parkir, memaksimalkan keamanan hingga menyediakan tempat sampah," ujar Patah.
Tujuan diberikan pelayanan tersebut yakni sebagai salah satu upaya pihak bandara guna mengantisipasi membludaknya tumpukkan kendaraan para penjemput jemaah haji di Bandara.
"Jadi, tanggal 23 Juni 2025 akan dibebaskan biaya parkir baik mobil dan motor. Biar tidak macet dan rencananya, 150 jamaah haji asal Berau akan tiba di Kabupaten Berau sekitar pukul 13.00 Wita menggunakan maskapai Sriwijaya Air," tuturnya.
Sementara itu, ia menjelaskan untuk sistem penjemputan tahun ini sedikit berbeda yang mana jemaah haji tahun 2025 ini dijemput menggunakan maskapai dengan sistem reguler, sehingga jadwal penerbangan akan sesuai dengan jadwal penerbangan maskapai.
"Berbeda dengan tahun lalu, dengan sistem carter dan dari segi biaya memang lebih mahal. Tahun ini, Pemkab Berau pakai sistem reguler," terangnya.
Namun, ia mengatakan bahwa penerapan menggunakan sistem reguler ini menjadi pekerjaan rumah (PR) tersendiri bagi Bandara Kalimarau. Sebab, jemaah haji yang 150 orang akan tergabung dengan penumpang reguler lainnya.
"Untuk total seatnya ada 180, jamaah haji kita 150, jadi masih sisa 30 lagi. Itu yang jadi tugas kami juga. Karena takut mengganggu turunnya penumpang lain," ujarnya.
Oleh karena itu, guna mengantisipasi kemacetan kendaraan di Bandara, pihaknya juga berkoodinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP untuk memastikan keamanan selama jemaah haji tiba di Berau dengan aman dan lancar.
"Yang namanya kedatangan jemaah haji, pasti lebih banyak yang menjemput. Katanya untuk mencari berkah," tuturnya.
Kendati demikian, Patah terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat sehingga baik penumpang dan keluarga yang menjemput tetap merasa nyaman.
"Termasuk kebersihan sampah-sampah sekitar area penjemputan. Kami akan menyediakan tempat sampah tambahan di area penjemputan agar kebersihan tetap terjaga demi kenyamanan bersama," tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bandar Udara Kalimarau, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. (Foto: Istimewa)
Tanjung Redeb - Segala persiapan saat ini tengah di lakukan oleh pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dengan instansi terkait. Hal ini dilakukan sebab menjelang kedatangan 150 jemaah haji Kabupaten Berau yang kembali ke tanah air. Sehingga, diperlukan beberapa persiapan demi kelancaran dan kenyamanan semua pihak.
Kepala Bandara Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau, Patah Atabri pun mengatakan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemkab Berau untuk segala persiapan yang diperlukan.
"Salah satunya, dengan memberikan layanan bebas parkir atau free parkir, memaksimalkan keamanan hingga menyediakan tempat sampah," ujar Patah.
Tujuan diberikan pelayanan tersebut yakni sebagai salah satu upaya pihak bandara guna mengantisipasi membludaknya tumpukkan kendaraan para penjemput jemaah haji di Bandara.
"Jadi, tanggal 23 Juni 2025 akan dibebaskan biaya parkir baik mobil dan motor. Biar tidak macet dan rencananya, 150 jamaah haji asal Berau akan tiba di Kabupaten Berau sekitar pukul 13.00 Wita menggunakan maskapai Sriwijaya Air," tuturnya.
Sementara itu, ia menjelaskan untuk sistem penjemputan tahun ini sedikit berbeda yang mana jemaah haji tahun 2025 ini dijemput menggunakan maskapai dengan sistem reguler, sehingga jadwal penerbangan akan sesuai dengan jadwal penerbangan maskapai.
"Berbeda dengan tahun lalu, dengan sistem carter dan dari segi biaya memang lebih mahal. Tahun ini, Pemkab Berau pakai sistem reguler," terangnya.
Namun, ia mengatakan bahwa penerapan menggunakan sistem reguler ini menjadi pekerjaan rumah (PR) tersendiri bagi Bandara Kalimarau. Sebab, jemaah haji yang 150 orang akan tergabung dengan penumpang reguler lainnya.
"Untuk total seatnya ada 180, jamaah haji kita 150, jadi masih sisa 30 lagi. Itu yang jadi tugas kami juga. Karena takut mengganggu turunnya penumpang lain," ujarnya.
Oleh karena itu, guna mengantisipasi kemacetan kendaraan di Bandara, pihaknya juga berkoodinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP untuk memastikan keamanan selama jemaah haji tiba di Berau dengan aman dan lancar.
"Yang namanya kedatangan jemaah haji, pasti lebih banyak yang menjemput. Katanya untuk mencari berkah," tuturnya.
Kendati demikian, Patah terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat sehingga baik penumpang dan keluarga yang menjemput tetap merasa nyaman.
"Termasuk kebersihan sampah-sampah sekitar area penjemputan. Kami akan menyediakan tempat sampah tambahan di area penjemputan agar kebersihan tetap terjaga demi kenyamanan bersama," tandasnya.
(Sf/Rs)