Seputar Kaltim

    BI Balikpapan Ajak Media Jaga Optimisme Ekonomi Kaltim di Tengah Tekanan Global

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    21 Mei 2026 pukul 14:56 WITA

    Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan mengajak media massa ikut menjaga optimisme masyarakat Kaltim. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    SURABAYA - Di tengah tekanan ekonomi global yang masih membayangi Indonesia, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan mengajak media massa ikut menjaga optimisme masyarakat Kaltim.

    Ajakan itu disampaikan Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi saat membuka kegiatan capacity building Tinta BI 2026 sejak tanggal 21-22 Mei 2026 di Surabaya, yang diikuti puluhan wartawan dari berbagai daerah di Kaltim.

    Menurut Robi, media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi daerah.

    “Di tengah situasi ekonomi seperti sekarang, kami punya tanggung jawab bersama menghadirkan optimisme untuk Kaltim,” ucap Robi kepada media, Kamis (21/5/2026).

    Ia menilai pemberitaan yang konstruktif penting agar masyarakat tidak hanya menerima kabar soal tekanan ekonomi, tetapi juga memahami upaya-upaya yang sedang dilakukan pemerintah dan BI untuk menjaga stabilitas.

    Dalam kesempatan itu, Robi juga menyinggung sejumlah tantangan ekonomi yang saat ini dihadapi, mulai dari menurunnya Transfer ke Daerah (TKD), penguatan dolar AS, hingga gejolak pasar keuangan yang sempat menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

    Menurutnya, langkah BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.

    “Kami berharap kebijakan ini bisa memperkuat kepercayaan investor terhadap Indonesia,” ujarnya.

    Dia menambahkan, Gubernur BI, Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah akan kembali bergerak mendekati asumsi APBN di kisaran Rp14.800 per dolar AS pada Juni hingga Juli mendatang.

    “Harapannya ekonomi kita semakin sehat dan stabil,” terang Robi menyampaikan pesannya.

    Selain membahas isu ekonomi, kegiatan Tinta BI 2026 juga difokuskan untuk meningkatkan kapasitas wartawan dalam mengemas isu ekonomi dan kebijakan publik agar lebih mudah dipahami masyarakat. Dirinya menyebut hubungan antara BI dan media selama ini berjalan baik dan perlu terus diperkuat.

    “Refreshing dan healing penting, tapi tetap produktif. Kami berterima kasih karena teman-teman media sudah banyak membantu menyampaikan informasi yang baik kepada masyarakat,” tambahnya.

    Sementara itu, jurnalis Kumparan yang juga menjadi dewan juri Tinta BI 2026, Nicha menilai kualitas karya jurnalistik peserta dari Kaltim cukup kuat, terutama dari sisi pengangkatan isu dan kedalaman cerita.

    “Tema-temanya unik dan penulisannya sudah cukup komprehensif,” imbuh Nicha.

    Namun, ia menilai tantangan terbesar jurnalis daerah masih berkaitan dengan akses data pendukung, terutama untuk memperkuat laporan ekonomi.

    “Data itu inti dalam berita ekonomi. Tantangannya biasanya akses ke data pemerintah, asosiasi atau pelaku usaha yang belum selalu mudah,” ujarnya.

    Program Tinta BI 2026 diikuti puluhan jurnalis dari berbagai media di Kaltim di wilayah Balikpapan. Dari 41 peserta yang mendaftar, sebanyak 36 karya dinyatakan lolos seleksi dan mengikuti pelatihan di Surabaya.

    Kegiatan itu menghadirkan pemateri dari media nasional, di antaranya Fajar Marta dari Kompas dan Nicha dari Kumparan, guna memperkuat kemampuan wartawan dalam menulis isu ekonomi secara lebih tajam, akurat dan relevan bagi publik.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    BI Balikpapan Ajak Media Jaga Optimisme Ekonomi Kaltim di Tengah Tekanan Global

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    21 Mei 2026 pukul 14:56 WITA

    Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan mengajak media massa ikut menjaga optimisme masyarakat Kaltim. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    SURABAYA - Di tengah tekanan ekonomi global yang masih membayangi Indonesia, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan mengajak media massa ikut menjaga optimisme masyarakat Kaltim.

    Ajakan itu disampaikan Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi saat membuka kegiatan capacity building Tinta BI 2026 sejak tanggal 21-22 Mei 2026 di Surabaya, yang diikuti puluhan wartawan dari berbagai daerah di Kaltim.

    Menurut Robi, media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi daerah.

    “Di tengah situasi ekonomi seperti sekarang, kami punya tanggung jawab bersama menghadirkan optimisme untuk Kaltim,” ucap Robi kepada media, Kamis (21/5/2026).

    Ia menilai pemberitaan yang konstruktif penting agar masyarakat tidak hanya menerima kabar soal tekanan ekonomi, tetapi juga memahami upaya-upaya yang sedang dilakukan pemerintah dan BI untuk menjaga stabilitas.

    Dalam kesempatan itu, Robi juga menyinggung sejumlah tantangan ekonomi yang saat ini dihadapi, mulai dari menurunnya Transfer ke Daerah (TKD), penguatan dolar AS, hingga gejolak pasar keuangan yang sempat menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

    Menurutnya, langkah BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.

    “Kami berharap kebijakan ini bisa memperkuat kepercayaan investor terhadap Indonesia,” ujarnya.

    Dia menambahkan, Gubernur BI, Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah akan kembali bergerak mendekati asumsi APBN di kisaran Rp14.800 per dolar AS pada Juni hingga Juli mendatang.

    “Harapannya ekonomi kita semakin sehat dan stabil,” terang Robi menyampaikan pesannya.

    Selain membahas isu ekonomi, kegiatan Tinta BI 2026 juga difokuskan untuk meningkatkan kapasitas wartawan dalam mengemas isu ekonomi dan kebijakan publik agar lebih mudah dipahami masyarakat. Dirinya menyebut hubungan antara BI dan media selama ini berjalan baik dan perlu terus diperkuat.

    “Refreshing dan healing penting, tapi tetap produktif. Kami berterima kasih karena teman-teman media sudah banyak membantu menyampaikan informasi yang baik kepada masyarakat,” tambahnya.

    Sementara itu, jurnalis Kumparan yang juga menjadi dewan juri Tinta BI 2026, Nicha menilai kualitas karya jurnalistik peserta dari Kaltim cukup kuat, terutama dari sisi pengangkatan isu dan kedalaman cerita.

    “Tema-temanya unik dan penulisannya sudah cukup komprehensif,” imbuh Nicha.

    Namun, ia menilai tantangan terbesar jurnalis daerah masih berkaitan dengan akses data pendukung, terutama untuk memperkuat laporan ekonomi.

    “Data itu inti dalam berita ekonomi. Tantangannya biasanya akses ke data pemerintah, asosiasi atau pelaku usaha yang belum selalu mudah,” ujarnya.

    Program Tinta BI 2026 diikuti puluhan jurnalis dari berbagai media di Kaltim di wilayah Balikpapan. Dari 41 peserta yang mendaftar, sebanyak 36 karya dinyatakan lolos seleksi dan mengikuti pelatihan di Surabaya.

    Kegiatan itu menghadirkan pemateri dari media nasional, di antaranya Fajar Marta dari Kompas dan Nicha dari Kumparan, guna memperkuat kemampuan wartawan dalam menulis isu ekonomi secara lebih tajam, akurat dan relevan bagi publik.

    (Sf/Lo)