Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas'ud kepada rekan media. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), telah menyelesaikan penjaringan nama yang akan disorong ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dari sejumlah usulan yang diberikan oleh fraksi-fraksi. Tahap selanjutnya, tiga nama calon Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, bakal diserahkan ke Pemerintah Pusat, pada Jum'at (8/9/2023) besok. Meski sudah kantongi nama, Ketua DPRD Hasanudin Mas'ud masih tak mau membukanya kepada media.
"Hari ini harusnya terkirim, maka hari ini kita akan selesaikan rapim lagi sampai malam, dan terakhir besok kami akan kirim ke pusat," ungkap Hamas, sapaan Hassanudin Mas'ud, ditemui usai rapat paripurna di Kantor DPRD Provinsi Kaltim, Samarinda, Kamis (7/9/2023).
Ia sedikit membeberkan hasil dari rapat kerja di Surabaya. Dari delapan fraksi yang mengakomodir tiga orang, mendapatkan nama-nama yang sudah diperingkat atau dirangkingkan. "Pertama Alimuddin, kedua pak Kamaluddin Amin, ketiga Akmal Malik. Keempat Sri Wahyuni dan kelima Rektor Unmul. Tapi kelimanya kita dorong aja, dengan kita skor lah," bebernya.
Legislator dari fraksi Golkar ini akan mengembalikan sepenuhnya kepada Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) sesuai dengan amanat UU Nomor 10 Tahun 2016. "Kita ini hanya Mengantar ke pintu gerbang aja nama-nama yang masuk otorisasinya sesuai kriteria fungsional dan struktural. Nanti kan yang menentukan kan Mendagri, diseleksi oleh Tim Penilai Akhir (TPA), yang dilanjutkan ke sekratariat negara, sebelum diputuskan Presiden," jelasnya.
Ia menyadari bahwa Kaltim belum menentukan Pj, tertinggal dari sembilan daerah lainnya yang sudah ditetapkan Presiden. "Kita lihat dari 17 penjabat ini 9 kan sudah keluar tuh, sisa 8 rata-rata itu ditentukan oleh pusat, termasuk kita," ujar Hasanudin.
Keinginan Hasanudin untuk mempertahankan tiga nama yang diusulkan, namun atas beberapa keinginan dari fraksi tetap kelimanya harus disetorkan, dengan ketentuan berlaku.
"Tidak tahu hasil Rapim nanti seperti apa, kita harapkan tiga sih. Kalau memang lima-limanya kita kirim ada pembobotan matriksnya, nanti kita sampaikan ke pusat termasuk dari mananya seperti misalnya pertimbangan menjadi rektor," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas'ud kepada rekan media. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), telah menyelesaikan penjaringan nama yang akan disorong ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dari sejumlah usulan yang diberikan oleh fraksi-fraksi. Tahap selanjutnya, tiga nama calon Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, bakal diserahkan ke Pemerintah Pusat, pada Jum'at (8/9/2023) besok. Meski sudah kantongi nama, Ketua DPRD Hasanudin Mas'ud masih tak mau membukanya kepada media.
"Hari ini harusnya terkirim, maka hari ini kita akan selesaikan rapim lagi sampai malam, dan terakhir besok kami akan kirim ke pusat," ungkap Hamas, sapaan Hassanudin Mas'ud, ditemui usai rapat paripurna di Kantor DPRD Provinsi Kaltim, Samarinda, Kamis (7/9/2023).
Ia sedikit membeberkan hasil dari rapat kerja di Surabaya. Dari delapan fraksi yang mengakomodir tiga orang, mendapatkan nama-nama yang sudah diperingkat atau dirangkingkan. "Pertama Alimuddin, kedua pak Kamaluddin Amin, ketiga Akmal Malik. Keempat Sri Wahyuni dan kelima Rektor Unmul. Tapi kelimanya kita dorong aja, dengan kita skor lah," bebernya.
Legislator dari fraksi Golkar ini akan mengembalikan sepenuhnya kepada Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) sesuai dengan amanat UU Nomor 10 Tahun 2016. "Kita ini hanya Mengantar ke pintu gerbang aja nama-nama yang masuk otorisasinya sesuai kriteria fungsional dan struktural. Nanti kan yang menentukan kan Mendagri, diseleksi oleh Tim Penilai Akhir (TPA), yang dilanjutkan ke sekratariat negara, sebelum diputuskan Presiden," jelasnya.
Ia menyadari bahwa Kaltim belum menentukan Pj, tertinggal dari sembilan daerah lainnya yang sudah ditetapkan Presiden. "Kita lihat dari 17 penjabat ini 9 kan sudah keluar tuh, sisa 8 rata-rata itu ditentukan oleh pusat, termasuk kita," ujar Hasanudin.
Keinginan Hasanudin untuk mempertahankan tiga nama yang diusulkan, namun atas beberapa keinginan dari fraksi tetap kelimanya harus disetorkan, dengan ketentuan berlaku.
"Tidak tahu hasil Rapim nanti seperti apa, kita harapkan tiga sih. Kalau memang lima-limanya kita kirim ada pembobotan matriksnya, nanti kita sampaikan ke pusat termasuk dari mananya seperti misalnya pertimbangan menjadi rektor," tutupnya.
(Sf/Rs)